
Arga yang mendengar namanya dipanggil dengan lengkap, Iya tersenyum dan segera membuka penutup wajahnya. dengan segera ia langsung memeluk pandu, di mana pandu adalah saudara sepupunya dari bibinya yang menikahi seorang raja dari Pajajaran.
pandu yang akhirnya bertemu dengan saudara sepupunya itu tak kalah memeluk dengan erat. Iya bahkan menghirup aroma tubuh saudara sepupunya yang ia cari selama ini.
semenjak kejadian pemberontakan yang terjadi di kerajaan Purbalingga (samaran lagi ya. tapi, apakah ada nama kerajaan itu di Indonesia guys..??) argantara melarikan diri dari sana diakibatkan karena nyawanya terancam. dari situ juga pandu melakukan pencarian terhadap saudara sepupunya ini.
"Dari mana saja kamu..??" setelah pandu melerai pelukan mereka, pandu yang hanya berbeda 2 bulan dari Arga bertanya sekaligus menjewer telinga Arga.
"Kenapa pergi begitu saja..!! kau tahu ayah dan ibuku begitu sangat mengkhawatirkanmu. Begitu juga dengan kedua orang tuamu yang berhasil ayah dan ibu temukan di sana." ucap pandu kepada Arga.
"aduh..!! lepaskan pangeran, kamu membuat Citra aku rusak di depan kedua saudara angkatku." tutur Arga kepada pangeran pandu. pangeran pandu pun langsung melepaskan jewerannya di telinga Arga. kemudian menetap saudara sepupunya itu dengan senyum. sementara Arga, iya sibuk mengelus telinganya yang tadi dijewer oleh pandu. Arga meringis, walaupun mereka adalah seorang pangeran, tapi mereka tidak terlalu kaku.
"Oh iya Kak Diran, gaya, sebelumnya aku pasti sudah menceritakan kisah hidup aku seperti apa. Tapi aku tidak pernah menyinggung aku berasal dari mana, dan karena itu aku perkenalkan, namaku adalah Raden argantara berasal dari kerajaan Purbalingga. dan lelaki ini adalah saudara sepupuku dari saudara ayahku bibi Anita yang saat ini telah menjadi permaisuri di Kerajaan Pajajaran." ucap Arga memperkenalkan pandu kepada kedua saudara angkatnya.
"dan pangeran pandu, serta pengawal Arya. perkenalkan Mereka berdua adalah saudara angkatku. semenjak kejadian aku melarikan diri, aku tidak sengaja terdampar di tempat tinggal mereka. aku terluka dan dirawat oleh keluarga ini, sampai akhirnya kedua orang tua mereka mengangkatku dan menganggapku seperti anak sendiri." ucap Arga dengan senang memperkenalkan kedua saudara angkatnya ini kepada saudara sepupunya.
Mereka pun saling memperkenalkan diri satu sama lain, sambil Diran dan Gayatri memberi hormat kepada sang pangeran. pandu menatap Gayatri dengan tatapan takjub, entah kenapa hanya dengan melihat bola matanya saja pangeran pandu merasa tertarik. namun ia tidak menunjukkan ketertarikannya itu, Ia hanya memasang wajah dengan penuh wibawa di hadapan mereka semua.
"kalau begitu, sebaiknya kita cari tempat yang cocok untuk beristirahat. dan lagi pula, pangeran dan pengawal Arga harus beristirahat. racun pelumpuh yang ada di dalam tubuh kalian juga harus segera diobati." tutur Gayatri yang sukses membuat pangeran pandu dan pengawal Arga terkejut, Begitu juga dengan Arya dan Diran.
pangeran pandu menatap sosok Gayatri yang saat ini tengah berada tepat di depannya, paling-paling tinggi Gayatri hanya sebatas dadanya saja.
mendengar penuturan tersebut, Arga mendekat ke arah Gayatri dan bertanya, Begitu juga dengan kakaknya Diran.
"dek.?? Dari mana kamu tahu kalau pangeran pandu terkena racun..??" tanya argantara kepada Gayatri. Gayatri tersenyum ke arah kedua kakaknya yang saat ini tengah menatapnya dengan heran.
"aku pernah belajar ilmu medis, tapi tidak terlalu mendalami. sampai akhirnya kita bertemu dengan kakek waktu itu, entah kenapa ilmu pengetahuan tentang pengobatan serta penyakit ini terbuka kembali di pikiranku." tuturnya cukup masuk akal.
memang benar, dulu Gayatri pernah mempelajari ilmu tentang medis sebelum akhirnya ARumi Amelia memasuki tubuh Gayatri Rumi. Arumi Amelia sama sekali belum mengetahui tentang dunia medis, tapi karena ingatan sedikit itu, entah kenapa pengetahuan itu kembali terbuka di kepalanya.
Diran yang mendengarkan penuturan sang adik hanya mampu menganggukkan kepalanya saja, tentu saja ia tahu, bahwa sang adik memang cukup tertarik dengan dunia alchemist. namun mimpinya itu harus ia kubur dalam-dalam, setelah bencana kematian kakeknya itu terjadi.
" Baiklah nanti kita lanjutkan obrolannya, sebaiknya pangeran, tuan dan Nona, kita segera meninggalkan tempat ini. karena sepertinya, aku merasa ada beberapa kelompok yang sedang mendekat ke arah ini." tutur Arya tiba-tiba membuka suara.
mendengar penuturan itu, sontak saja semuanya jadi terdiam. mereka kembali memusatkan pikiran mereka dan tentu saja merasakan aura-aura yang terus mendekat ke arah mereka. mereka semua saling memandang, tentu saja aura itu seperti aura yang mereka rasakan kepada komplotan pembunuh yang telah mereka bantai tadi.
dan benar saja, tak berselang lama setelah kepergian mereka. beberapa orang yang kali ini berjubah hitam serta merah bertemu di titik itu. mereka adalah orang-orang yang sama, namun tingkatan kekuatan mereka lebih tinggi daripada komplotan pertama.
"apa kita terlambat..!!" seru ketua komplotan yang berjubah merah serta memakai topeng. semua yang ada di sana langsung mengedarkan pandangannya di tempat itu.
"kamu benar, kita terlambat. dan sepertinya adik-adik seperguruan kita telah dibantai, dan bahkan ketua dari komplotan ini telah tewas di tangan mereka." tutur ketua komplotan yang berpakaian hitam itu. mereka mengedarkan pandangan mereka ke sana kemari, tanpa mayat-mayat itu bergelimpangan seperti hewan-hewan yang mati akibat virus.
"sial !!!!, kita benar-benar terlambat datang. Kalau saja kita tidak terlambat, kita sudah pasti bisa membunuh pangeran pandu." ucap ketua komplotan yang berpakaian merah itu.
"tenanglah adik, Saya yakin dia juga tidak akan bertahan lama. karena tubuhnya juga sudah dipenuhi dengan racun pelumpuh yang sudah lama menggerogoti tubuh dan tulangnya. tugas kita sekarang ialah memantau keadaan pangeran itu dan mengambil kesempatan untuk membunuhnya apabila peluang itu tercipta."ucap ketua komplotan yang berpakaian hitam itu lagi.
setelah berdiskusi dan mengamati tempat itu begitu lama dan juga menguburkan teman-teman mereka yang telah tewas. Mereka kemudian pergi meninggalkan tempat itu. mereka juga bertekad, akan kembali memburu pangeran pandu.
***
sementara di tempat lain, pangeran pandu dan keempat orang lainnya itu saat ini tengah berada di sebuah rumah yang menjadi kediaman pangeran pandu yang bisa dibilang cukup aman dan nyaman.
rumah ini pangeran pandu sewa untuk ia berpulang selepas mencari saudara sepupunya. karena ia sudah cukup jauh dari Kerajaan Pajajaran.
"masuklah, ini adalah kediaman yang aku beli."tuturnya menjelaskan kepada Gayatri dan kedua saudaranya itu.
tanpa banyak bertanya, mereka semua bergegas masuk ke dalam kediaman yang sederhana itu.
setelah melihat kedatangan pangeran pandu dan beberapa tamu lainnya, seorang pelayan setia yang saat ini tengah ditugaskan oleh pangeran pandu berada di dalam rumah dan mengurus semua yang ada di kediaman ini datang menghampiri mereka.
"salam kepada pangeran..!" ucap pelayan laki-laki dan pelayan perempuan yang saat ini tengah berada di hadapan mereka sambil membungkuk hormat di hadapan pangeran pandu.
"Bagaimana saka, Apakah kediaman ini baik-baik saja..??" tanya pangeran pandu kepada saka dan sarla. saka dan sarla adalah saudara kembar yang dipungut olehnya semasa mereka masih berusia 10 tahun.
waktu itu, pangeran pandu tidak sengaja melihat mereka yang tengah disiksa oleh seorang laki-laki bertubuh gendut di sebuah halaman rumah mereka.
ternyata, kedua saudara ini tengah dijual oleh kedua orang tua mereka menjadi budak karena terlalu tergila-gila dengan harta dan uang, sehingga mereka mampu mengorbankan anak kandung mereka sendiri.
***bersambung***