
Dengan petunjuk dari orang-orang tersebut, akhirnya mereka sampai di sebuah tokoh bangunan yang tidak terlalu besar. di sana mereka disambut dengan baik.
"selamat datang tuan dan Nona.." sapa pemilik toko tersebut, pemilik toko tersebut memperhatikan pakaian keduanya. namun ia tidak mau menghakimi orang lain dengan memandang seseorang hanya dengan penampilan saja.
"ada yang bisa kami bantu..??" tanya pemilik itu lagi.
"Maaf apakah tempat ini menerima jasa untuk membangun sebuah toko atau rumah..??" tanya Diran dengan sopan. pemilik toko itu tersenyum.
"tentu saja tuan dan Nona. saya sendiri adalah penerima jasa untuk pembangunan sebuah rumah atau gedung." ucap pemilik tersebut. Gayatri pun berjalan menghampiri pemilik itu.
"Baiklah kalau begitu, Kami ingin bekerja sama denganmu. dan tolong bangunkan sebuah gedung sesuai dengan yang saya rancang di dalam kertas ini. saya juga menginginkan Tuan menggunakan alat-alat yang sudah saya tulis dan yang akan saya pilih nanti." ucap Gayatri kepada pemilik bangunan tersebut. Tuan pemilik bangunan itu menerima sketsa yang disodorkan oleh Gayatri. sejenak ia tertegun melihat gambar yang sangat asing di matanya namun memilih nilai estetika yang tinggi.
sejenak Tuan pemilik toko tersebut tidak percaya bahwa muda-mudi yang berpakaian usang ini memiliki harta yang sangat unik ini. setelah selesai mengamati, orang tersebut langsung menatap ke arah kedua pemuda tersebut.
"Baiklah saya akan menyanggupi pekerjaan ini, dan silakan duduk terlebih dahulu. saya juga masih harus belajar mengenai rancangan bangunan ini." ucapkan pemilik bangunan itu. mereka bertiga pun langsung duduk di sebuah kursi yang telah disediakan di sana.
setelah mereka duduk Gayatri mulai menjelaskan satu persatu mengenai sketsa atau rancangan itu. Iya juga menjelaskan mengenai bahan-bahan yang akan mereka gunakan dalam membangun tokoh tersebut. tokoh tersebut terdiri dari tiga lantai, lantai pertama itu untuk siapa saja yang datang di kedai mereka. sementara untuk lantai kedua bisa digunakan atau dikatakan sebagai ruangan VIP. sementara lantai ketiga, Gayatri gunakan untuk rumah mereka atau tempat tinggal bersama dengan kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya nanti.
Setelah lama Gayatri berkoar-koar untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan. akhirnya tukang tersebut menyetujuinya dan menyanggupi untuk membuat bangunan asing ini. karena sudah mendapat pengajaran dari pemiliknya secara langsung, Iya tidak keberatan untuk mencoba hal yang baru.
"Baiklah nona. akan saya kerjakan." ucap Tuan tersebut.
"baik Tuan kami percaya. kalau saya boleh tahu kapan bangunan itu akan selesai.?" tanya Gayatri lagi.
"orang yang akan mengerjakannya akan sangat banyak nona, jadi hanya perlu waktu sebulan untuk pembangunan. sebenarnya bisa lebih cepat, tapi karena bahan-bahan yang kita perlukan sangat langka, jadi kita membutuhkan waktu sebulan atau lebih untuk menyelesaikan bangunan tokoh ini." ucap tuan tersebut.
"Baiklah kalau begitu.." setelah mendapatkan kesepakatan bersama, akhirnya Gayatri dan Diran langsung meninggalkan tempat tersebut. mereka langsung kembali ke penginapan.
***
"dek Apakah kita akan di sini terus selama satu bulan..?" tanya Diran kepada adiknya. menurutnya, lebih baik pulang terlebih dahulu untuk membantu kedua orang tua mereka menggarap tanah yang sudah mereka bersihkan. waktu satu bulan itu bukanlah waktu yang sebentar, namun Diran akan tetap mendengarkan apa yang dikatakan oleh adiknya.
"Iya Kak kita akan di sini selama 1 bulan. bukannya aku tidak ingin pulang, namun perjalanan kita sangat jauh ditambah lagi, jika bertemu dengan ayah dan ibu maka gaya akan sangat sulit berpisah dengan mereka." tutur Gayatri dengan ekspresi sendunya. Diran juga berpikir, memang benar. perjalanan mereka kembali sangatlah jauh, belum tentu ketika mereka datang ke kota raja lagi, ada kereta yang datang untuk berniaga.
"bener juga dek, tapi apa yang akan kita lakukan selama sebulan di sini..??" tanya di ran lagi. tentu saja ia harus bertanya, karena tinggal di kota raja tidaklah mudah. di sini penuh dengan persaingan, dan juga penuh dengan intrik dan tipu muslihat.
"Kakak tenang saja. selama sebulan, gaya dan kakak akan berlatih ilmu bela diri." ucap Gayatri dengan mudahnya. Diran mengganggu anggukkan kepalanya, benar saja apa yang dikatakan oleh adiknya ini. mumpung ada waktu selama sebulan, Tidak ada salahnya mereka melatih ilmu bela diri untuk melindungi diri mereka selama berada di kota raja.
"Baiklah dek Kakak setuju..!! tapi bagaimana dengan uang dan makan kita sehari-hari. tidak mungkin kita bergantung kepada uang yang kita bawa ini." ucap Diran kepada Gayatri. Gayatri cukup terkejut melihat pemikiran kakaknya yang sangat jauh, tentu saja mereka harus memikirkan Bagaimana mendapatkan uang dan bertahan hidup selama sebulan tanpa pasongan.
"Kakak tenang saja. gaya masih memiliki uang banyak untuk memenuhi kebutuhan kita selama di sini. kalau dihitung-hitung, cukuplah untuk menghidupi kita selama sebulan menjelang rumah makan kita buka." ucap Gayatri sambil pura-pura berpikir. Gayatri tidak harus mengkhawatirkan tentang uang, karena di ruang dimensinya, Ia memiliki banyak emas koin dan harta berharga lainnya. Jadi ia tidak terlalu pusing memikirkan hal itu. namun ia tidak harus menunjukkan hal itu kepada kakaknya, Iya tidak mau kakaknya sampai bertanya-tanya dan pasti akan membuatnya pusing untuk menjawab pertanyaan itu.
Diran yang mendengarkan penuturan adiknya itu mengerutkan keningnya. pasalnya setiap kali diran bertanya dan menyinggung masalah uang. Gayatri pasti akan bersikap biasa-biasa saja dan mengatakan tidak perlu mengkhawatirkan mengenai masalah makan dan uang.
"maukah kamu menceritakan kepada kakak, seberapa banyak uang yang kamu miliki." ucap Diran bertanya kepada adiknya. Gayatri tersenyum melihat ekspresi kepo dari kakaknya itu.
"kakak tidak perlu memasang wajah penasaran seperti itu. dari awal aku sudah berencana untuk membuka rumah makan, tentu aku sudah memperhitungkan setiap dan segala kemungkinan yang akan terjadi. jadi gaya sudah mempersiapkan semuanya Kak. jadi gaya harap, kakak tidak lagi meragukan Gayatri. karena sebelum kita berangkat ke kota raja, Gayatri sudah memiliki banyak uang untuk membuka bisnis rumah makan ini." tutur Gayatri masuk akal. tentu saja orang yang memiliki niat untuk berbisnis, mereka pasti akan mempersiapkan dan memperhitungkan segala kemungkinan yang terjadi di kemudian hari. apalagi kondisi ini adalah kehidupan, dalam memilih langkah tentu tidak harus sembarangan, kita juga harus punya pegangan dan persiapan. itulah yang berusaha Gayatri jelaskan kepada kakaknya.
"iya iya Kakak mengerti.. Ya sudah kalau begitu, dari tadi siang kita tidak makan. sebaiknya kita segera keluar untuk mencari makanan." ucap Diran kepada Gayatri. Gayatri pun menyetujuinya, akhirnya mereka keluar dari penginapan itu dan pergi mencari makanan untuk mereka.
akhirnya mereka tiba di sebuah rumah makan yang tadi pagi mereka singgahi. walaupun rasa makanan tidak sesuai dengan selera Gayatri, namun ia tidak dapat membantah atau mengeluarkan kata-kata apapun. karena ia sadar, tubuhnya masih membutuhkan asupan makanan. Iya juga tahu, di luar sana masih banyak orang-orang yang kelaparan yang mampu memakan apa saja yang mereka temui asalkan bisa dimakan.
***bersambung***