
mereka berdua langsung melakukan apa yang di arahkan oleh kakek tua itu. setelah mereka larut dalam meditasi mereka, terlihat semua unsur warna warni berterbangan mengarah ke arah mereka berdua. tampak keduanya sangat mendominasi. kakek tua yang mengamati hal itu benar-benar puas.
(sungguh..!! anak-anak yang luar biasa..!!) batinnya dengan kagum. sekelimpat senyum terpatri dari bibirnya.
tentu saja mereka bisa melakukan nya, karena sebelumnya, mereka telah mengonsumsi air kehidupan, yang mampu membentuk kembali jalur spiritual mereka, bahkan membentuk semua esensial yang ada dalam diri mereka. sehingga mereka dapat mempelajari dan bermeditasi dengan mudah.
waktu terus berjalan, hari berganti, selama 7 hari tujuh malam mereka bermeditasi tanpa henti.
bom.. bom...
terbentuklah kolam spiritual kepada keduanya, walaupun bukan kolam spiritual emas dan tidak sama dengan Gayatri, tapi kolam spiritual mereka juga masih bisa ditambahkan dan harus banyak berlatih.
(bagus-bagus, semuanya sesuai dengan yang aku harapkan) batin kakek tua itu sambil mengangguk dan terus mengelus jenggot putih nya.
setelah itu, mereka membuka matanya masing-masing, badiran membuka matanya dan tampaklah bola mata yang berwarna biru, perlahan langsung menghilang. Arga membuka matanya tampak lah bola mata yang berwarna merah dan perlahan memudar. kemudian mereka bangkit dari duduknya. mereka merasakan tubuh mereka dialiri dengan kekuatan spiritual.
"wah..!! benar-benar pencapaian yang bagus. ini sangat luar biasa." ucap mereka sambil mengagumi kekuatan yang baru saja mereka dapatkan.
"luar biasa.. hahaha..!!" ucap kakek tua itu sambil tertawa senang.
srukk..
sebuah batu bergeser kembali. dan membuka sebuah jalan lagi, tampak dari sana Gayatri keluar dengan tampilan yang berbeda. sungguh sangat berwibawa, itulah kesannya.
terlihat sorot mata yang begitu tenang, dengan warna mata abu-abu dan bercampu hijau. sangat memikat. Gayatri berjalan mendekat kepada kedua kakaknya.
"kakak.." panggil nya, suara nya begitu lembut dan teduh. kedua kakaknya tidak merespon, mereka hanya tertegun memandangi wajah cantik adik mereka itu. sementara sang kakek tua tersenyum bangga.
"inilah penerus ku.." Ucap dengan lirih. ketiga nya berkumpul.
"kakak..!!" panggil nya lagi. kedua nya pun langsung tersadar.
( apakah benar ini adikku..??) batin badiran. ia mendekat dan mengamati wajah adiknya, ia memasang tampang bodoh sambil terus menelisik wajah sang adik dengan teliti. Arga terkekeh melihat tingkah laku kakaknya itu. Gayatri pun juga tersenyum melihat tingkah kakaknya.
"apasih kak, gitu kali lihat nya." protes Gayatri. badiran menggarut kepalanya dan tersenyum bodoh. kakek tua itu mendekat kearah mereka bertiga. ia melayang layang di udara. Gayatri yang melihat sosok yang sama dengan yang melatih kekuatan kolam spiritual nya pun memicingkan matanya.
"kakek.." ucapnya. Kakek tua itu tersenyum.
flash back
"dimana ini, suasananya sangat tenang dan nyaman." ucap Gayatri, ia terus mengedarkan pandangannya.
"selamat datang penerusku.." ucap kakek tua yang bernama Chandra Gupta. ia menyambut kedatangan Gayatri disana. Gayatri terkejut melihat orang tua paruh baya namun masih berkarisma.
(siapa Kakek ini, kenapa aku sama sekali tidak merasakan keberadaannya.) batin Gayatri. ia menatap lelaki tua itu dengan penuh kewaspadaan dan penuh keheranan.
"siapa Kakek tua..??" tanya Gayatri dengan sedikit melembutkan suaranya.
"hohoho... kalau begitu, perkenalkan terlebih dahulu. saya adalah Chandra Gupta, yang mungkin adalah Kakek mu. hahaha.." ucap kakek tua itu memperkenalkan dirinya.
(Chandra Gupta...?? nama ini sangat tidak asing.) batin Gayatri.
( tapi.. bagaimana itu mungkin, bukakah Kakek sudah Meninggal..??) batin Gayatri bermonolog kepada dirinya sendiri.
Gayatri berperang dalam hati mengenai kenyataan yang di ucapkan oleh kakek tua itu. pasalnya, ingatan yang ada didalam tubuh ini, mengatakan bahwa Kakek nya yang bernama Chandra Gupta telah meninggal dunia sudah bertahun-tahun lamanya. walaupun insiden kematian Sang kakek tidak wajar.
"kakek tau, kamu pasti bertanya tanya kan. kakek juga tau, kalau kamu berasal dari dunia modern." ucap Kakek Chandra Gupta itu, yang tentu saja membuat Gayatri terkejut. Gayatri maju selangkah.
"dari mana kakek tau, kalau aku berasal dari dunia modern..??" tanya Gayatri dengan penuh tanya di kepalanya.
"hehehe... kalau begitu dengarkan aku bercerita." ucapnya lagi. Gayatri yang mendengar penuturan sang Kakek itu, langsung mengambil posisi ternyaman nya untuk mendengarkan cerita sang kakek. begitu juga dengan Chandra Gupta, ia menghela nafasnya terlebih dahulu. kemudian ia mulai bercerita.
"semua nya Berawal dari semenjak aku meninggalkan dunia ini dan Menjadi seorang kultivator di dunia atas."
"aku melihat putraku Senopati di usir dan di keluarkan dari kalangan bangsawan oleh saudaranya sendiri, adiwangsa putra pertama ku."
"semenjak itu, kedua cucuku mengalami sakit kusta yang sangat menjijikkan sehingga, kemanapun mereka berada, mereka selalu mendapat kan hinaan dan perlakuan kasar dari lingkungan sekitarnya. karena itu, mereka memisahkan diri dari kehidupan ramai."
"mereka menetap disebuah tepi hutan yang cukup jauh dari pemukiman penduduk, aku juga tidak meninggalkan mereka, aku selalu mengikuti kemanapun mereka pergi. sampai suatu ketika, aku melihat cucu perempuan ku jatuh sakit."
"waktu itu, aku benar-benar dibatasi oleh langit dan bumi sehingga tidak bisa melakukan apapun." ia menarik nafasnya dengan berat, tatkala menceritakan apa yang dialami oleh keluarga putranya itu. sementara Gayatri terus menyimak cerita itu. sang kakek kembali memulai ceritanya.
"saat itu, aku tidak bisa melakukan apapun, sampai suatu ketika, cucuku meregang nyawa, dengan waktu dirimu mengalami kecelakaan kereta api yang membuat semua tubuhmu hancur, dan jiwamu tidak tenang. saat ini juga, aku langsung menemui dewa yang bertugas dalam hal itu, untuk meminta jiwa mu Rumi."
"ternyata sang dewa berbaik hati menerima permintaan ku. sehingga jiwamu di perintahkan masuk kedalam raga cucuku. dan disinilah kamu sekarang."
ucapnya menceritakan semuanya kepada Gayatri. setelah Chandra Gupta menceritakan hal itu, segelimpat ingatan waktu ia melihat dirinya yang sudah hancur berkeping-keping itu. seketika setetes air matanya turun, namun ia langsung menyeka air matanya itu.
Gayatri mengangkat kepalanya dan melihat ke arah sang kakek tua itu. tampak, sang kakek sedang tersenyum lembut kepada nya.
"jangan bersedih nak, kakek tau, kau sangat menyayangi kedua orang tua mu yang sekarang." ucapnya. ia mendekat dan membelai lembut kepalanya.
"hidup lah dengan baik disini, tidak akan ada yang tau dengan cerita sebenarnya." ucapnya lagi. seketika Gayatri tersenyum, ia memang tidak berniat untuk memberi tahukan hal ini kepada keluarganya.
"baiklah kek, lalu apa yang aku lakukan disini..??" tanya Gayatri lagi. ia menatap wajah tua yang berwibawa itu.
"mm... keberadaa mu disini, karena aku ingin menurunkan semua ilmu yang beladiri kepadamu. kamu juga tidak perlu khawatir, kedua kakakmu juga akan mendapatkan bagian.
setelah mengatakan hal itu, sang kakek dan Gayatri langsung memulai ritual nya. sang kakek mulai menurunkan semua ilmu beladiri yang mampu di tampung oleh kolam spiritual itu. semuanya berlangsung sampai hari ketujuh. walaupun belum semua yang ia kuasai dengan sempurna, namun untuk hal dasar, ia sudah cukup ahli.
Setelah cukup, akhirnya ia keluar dari ruang dimensi itu.
flas of
"selamat cucu-cucu ku, waktu nya bagi kalian untuk mengemban amanah. tapi, sebelum kalian mengemban itu semua, alangkah baiknya, kalian pergi menuju tenggara sebelum akhirnya kembali ke padepokan harimau putih. ingat, tunjukkan token pengenal ini sebagai tanda pewaris untuk padepokan itu." ucap Kakek tua itu, sambil menyerahkan sebuah token berwarna emas dengan ukiran harimau, naga dan kuda bertanduk satu dengan sayapnya. Token itu di berikan kepada badiran, karena Arga dan Gayatri menolak 😁. mereka beralasan, alangkah baiknya, yang tua yang harus menghendel.
" dan satu hal lagi, padepokan itu tidak ada yang tau, kalau pemiliknya adalah aku. jadi, gunakan nama ketua harimau putih, sebagai tanda pengenal kalian disana. tapi, kalau boleh kakek beri saran, jangan terlalu menampakan jati diri, demi keselamatan kalian." tuturnya lagi.
***bersambung****