
beberapa orang yang berlalu lalang di depan tokoh Gayatri, tak bisa tidak mengalihkan pandangan mereka ke arah talase itu. beberapa orang mulai penasaran dengan apa yang dijual oleh toko ini. Karena penasaran, satu keluarga langsung masuk ke dalam toko.
tring... bertanda ada yang masuk ke dalam rumah makan Gayatri. Gayatri yang sudah stand by duduk di sana pun langsung menyambut. ia membungkuk kan kepalanya.
"selamat datang di rumah makan Gayatri" ucap Gayatri menyambut kedatangan pelanggan pertamanya. para pelanggan itu tersenyum mendapati pemiliknya sangat sopan dan ramah. mereka menerima baik sambutan Gayatri.
"terima kasih.. Kalau boleh tahu Nona menjual apa..??" tanya pendatang itu. Gayatri pun menjelaskan semua yang ada di dalam talase. pembeli itu pun langsung mengganggu anggukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, bolehkah kami makan di sini..?"tanya pembeli itu lagi. Gayatri pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"tentu saja tuan dan nyonya, silakan duduk." ucap Gayatri mempersilahkan satu keluarga itu duduk di kursi yang sudah disediakan.
satu keluarga itu pun yang melihat tempat duduknya berbeda dengan rumah makan yang lain, Mereka sangat terkesima, pasalnya Mereka adalah seorang bangsawan namun baru pertama kali bagi mereka melihat tempat duduk yang terbuat dari besi dan juga sangat empuk. mereka pun langsung mendudukkan tubuhnya diatas kursi tersebut. binar senyum terbit di bibir mereka.
"suamiku, tempat duduk ini sangatlah nyaman, Di manakah pemilik rumah makan ini membelinya. ??" bisik istri dari pembeli itu. ternyata tak hanya istri yang terpesona, suami dan anak-anaknya juga sangat tertarik melihat desain kursi ini.
"aku juga tidak tahu istriku, sebaiknya kita tanyakan saja nanti kepada pemiliknya." ucap sang suami. sambil menunggu pesanan makanan mereka datang, mereka juga mengedarkan pandangan mereka kesemua penjuru toko. mereka sangat tertarik melihat desain tokoh itu.
tak lama Gayatri pun langsung menyediakan dan mengantar pesanan makanan satu keluarga itu. semuanya tertata rapi di atas meja dengan berbagai macam menu makanan. Gayatri juga menyediakan nasi goreng dan kerupuk udang.
satu keluarga itu pun terkejut melihat nasi goreng itu, pasalnya nasi itu adalah makanan orang-orang rendahan.
"lihatlah suamiku, bukankah ini adalah beras.? ini adalah makanan kaum rendahan. apakah tidak apa kalau kita memakannya.?" tanya sang istri. ia juga memasang ekspresi khawatir di wajahnya.
sang suami itu pun menoleh kearah nasi goreng itu. tatapan nya juga seperti istrinya. tapi ketika melihat bentukan dari nasi goreng tersebut, membuat mereka ngiler dan tidak menolak menu makanan itu.
"tak apa istriku, tak ada salahnya kalau kita mencicipi. lagi pula, bentuk nya sangat menggugah selera." ucap sang suami dengan pelan, agar tidak di dengar oleh Gayatri. tak lama, Gayatri datang lagi dengan beberapa menu di tangannya.
"maaf tuan dan nyonya, karena hari ini rumah makan kami baru buka, saya memberikan promo untuk mencicipi semua menu yang ada di rumah makan kami." ucap Gayatri. tampaknya satu keluarga itu sangat antusias melihat semua menu yang tertata di meja makan mereka.
"mohon kritik dan sarannya mengenai makanan-makanan ini tuan dan nyonya." ucap Gayatri lagi.
"Baiklah nona, terima kasih banyak sudah memberikan kami kesempatan untuk mencicipi makanan dari rumah makan nona." ucap satu keluarga itu. setelah itu Gayatri langsung meninggalkan satu keluarga yang menjadi pelanggan pertamanya itu.
sepeninggalan Gayatri, Mereka pun mulai memakan mencoba mencicipinya. saat masakan itu menyapa indra perasa mereka, sontak saja mata mereka langsung membulat. enak dan rasanya unik, itulah yang mereka pikirkan.
"Ayah, makanan ini sangat enak," ucap salah satu anak dari sepasang suami istri itu. mereka semua menyetujui apa yang dikatakan oleh anak itu. makanan ini memang sangat enak, semua rempah-rempah dicampur menjadi satu, Dan inilah yang menjadi kesan nikmatnya makanan ini. bahkan nasi goreng yang notabenenya adalah makanan para rakyat jelata, kini telah habis mereka lahap.
tak membutuhkan waktu yang lama, satu keluarga itu pun selesai mengisi perutnya. mereka sangat senang karena dapat merasakan nikmatnya makanan yang belum mereka rasakan sebelumnya. setelah itu kepala keluarga pun memanggil Gayatri.
"Ada yang bisa saya bantu tuan dan nyonya." ucap Gayatri dengan sopan.
"tidak ada nona, Saya ingin membayar semua makanan ini. dan tidak ada yang perlu kami koreksi dengan rasanya, bagi kami ini adalah makanan yang paling terenak yang pernah kami rasakan. lalu bagaimana dengan harganya nona..??" tanya sang kepala keluarga. Gayatri tersenyum mendapatkan respon baik dari pelanggan pertamanya itu.
"semuanya seharga 10 koin perak." ucap Gayatri. satu keluarga itu terkejut mendengar harga makanan itu.
menurut mereka, makanan ini terlalu murah dengan level makanan yang seenak ini. mereka pikir harga makanan ini akan melebihi satu koin emas.
"Apakah Nona tidak salah menghitung..??" tanya Tuan itu lagi. Gayatri menggelengkan kepalanya.
"tidak tuan, memang seperti itulah harganya. apalagi rumah makan kami ini sedang mengadakan promo." ucap Gayatri.
"Kakak cantik, dari tadi kakak berbicara tentang promo. promo itu apa Kakak cantik, Apakah promo itu sama dengan laki-laki yang memiliki banyak istri..??" tanya salah satu anak perempuan itu. Gayatri tersenyum mendengar tanggapan anak perempuan yang lucu tersebut. menurutnya, lelaki yang banyak istri itu mah bukan promo, melainkan Romo.ðŸ¤
"tidak Adik cantik, promo itu sama dengan beli 1 gratis 1." ucap Gayatri dan langsung dimengerti oleh keluarga itu.
"Oh begitu..." ucap mereka secara serentak. Diran yang tidak sengaja keluar dan mendengar jawaban serentak dari keluarga kecil itu pun tersenyum simpul. pasalnya memang adiknya ini seringkali membuat orang bingung dengan kata-katanya.
setelah itu sang kepala keluarga langsung membayarkan 10 koin perak itu kepada Gayatri. Gayatri pun langsung menerimanya dengan sukacita. kepala keluarga itu juga, tak lupa mau minta makanan itu untuk dibungkus agar bisa mereka bawa pulang. dan dengan senang hati Gayatri membungkuskan beberapa makanan yang mereka inginkan. setelah itu, satu keluarga itu langsung meninggalkan rumah makan Gayatri.
***
dua hari telah berlalu, semenjak Gayatri kedatangan pelanggan pertama, kini Gayatri dan diran sudah disibukkan dengan permintaan rumah makan yang melonjak secara drastis. banyak para bangsawan yang datang untuk mencicipi makanan rumah makan Gayatri.
Begitu juga dengan kaum rendahan, mereka datang untuk membeli makanan yang konon kabarnya sedang hangat-hangatnya diperbincangkan. namun banyak sekali kaum rendahan tidak berani masuk ke dalam rumah makan itu karena semuanya dipenuhi oleh kaum bangsawan.
karena hal itu, Gayatri kembali memutar otaknya untuk menyediakan tempat bagi kaum rendahan agar bisa mencicipi makanan itu. akhirnya di sebelah rumah makan Gayatri membuka pondok-pondok kecil untuk para kaum rendahan.
tampak suasana rumah makan Gayatri sangatlah ramai, sampai-sampai Gayatri mempekerjakan 5 orang yang jujur untuk membantunya melayani para pembeli.
"lihatlah dek, rumah makan yang kamu rancang ini benar-benar sangat ramai dari pembeli. "ucap Diran kepada Gayatri saat mengamati rumah makan adiknya penuh dengan para pembeli. harga satu porsi pun sudah Gayatri naikkan, dari satu porsi dengan harga 5 koin perak kini telah Ia naikkan menjadi 10 koin perak untuk kaum bangsawan. sementara untuk para kaum rendahan harganya tetap sama.
"Iya Kakak benar. gaya benar-benar tidak menyangka restoran kita akan membludak seperti ini."ucap Gayatri menimpali ucapan sang kakak.
***bersambung***