
maafkan teman-teman, 🙏🙏 saat ini otor memang jarang update karena suatu kendala. maafkan otor telah membuat teman-teman semuanya menunggu. mungkin, cerita ini akan update selang-seling, sekarang update besoknya libur update, begitu seterusnya. karena otor tidak memiliki kesempatan yang banyak untuk membuat cerita. mohon dimaklum saja teman-teman 🙏🙏❤️
****
Diran memeluk tubuh sang ayah. kemudian bergantian memeluk ibu dan saudara angkatnya. Diran benar-benar sangat mengkhawatirkan keselamatan mereka kala itu.
"Oh iya, ayah ibu kakak. hari ini Diran dan Adik pulang untuk menjemput kalian berangkat ke kota raja. tapi mungkin kita akan menginap selama dua hari di sini. karena sepertinya tanaman-tanaman itu sudah waktunya panen." ucap diran kepada keluarganya itu. kedua orang tua dan saudara angkat mereka itu tersenyum senang mendengar itu semua. berarti kedua saudara itu telah sukses di kota raja.
"benarkah..?? Ibu benar-benar sudah lama menanggung rasa rindu ini. padahal kalian meninggalkan ayah dan ibu hanya beberapa bulan saja. tapi kalau kita meninggalkan tempat ini, siapa yang akan merawat dan menjaga tanaman-tanaman yang tumbuh subur itu.?" tanya Nyonya diasuari sambil menunjuk ke arah tanaman-tanaman yang saat ini telah siap panen. Diran dan semuanya pun mengikuti arah yang ditunjuk oleh sang ibu. melihat tanaman yang tumbuh subur itu, Gayatri tersenyum.
"Ibu tenang saja, nanti semuanya bisa gaya urus dan Kak Diran. jadi tidak perlu mengkhawatirkan tanaman-tanaman itu. lagi pula tempat ini bisa kita gunakan dan bisa kita tempuh dalam waktu 1 jam saja jika menggunakan kendaraan yang memiliki kecepatan yang tinggi." ucap Gayatri. terlintas di kepalanya untuk mengeluarkan mobil atau motor dari dalam ruang dimensinya. tapi ia juga harus mempertimbangkan itu semua agar keluarganya tidak mencurigainya. namun hal utama yang harus ia lakukan adalah melatih kedua kakaknya dan juga membantu jalan meditasi sang ayah yang tengah berhenti di tingkat awan tahap 1.
"tapi gaya memperkirakan itu semua nanti. saat ini gaya ingin berfokus kepada kedua Kakak dan ayah. mulai sekarang Ayah dan kedua Kakak gaya harus berlatih ilmu bela diri. karena, di kota raja tentu ayah akan bertemu sesuatu yang mungkin bisa membahayakan nyawa ayah sendiri." ucap Gayatri dengan penuh pengertian. Diran yang memang sudah tahu niat sang adik tidak merasa terkejut atau menampilkan ekspresi lain. sementara Arga dan Tuan Senopati hanya mengganggu anggukan kepala mereka tanda apa yang Gayatri sampaikan memang benar adanya. manusia tidak dapat memprediksi setiap musibah yang datang menghampiri mereka, mereka hanya perlu melakukan persiapan untuk menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin saja sedang mengintai mereka.
"iya yah, Arga juga ingin melakukan meditasi untuk meneroboskan tingkat berikutnya. saat ini tingkat kultivasi ku masih berada di tingkat bawah. bahkan aku sangat kesulitan melindungi diriku sendiri." timpal Arga. semuanya pun sepakat, Setelah itu mereka kembali masuk ke dalam bangunan bobrok itu yang mungkin sebentar lagi akan ambruk. kusir yang awalnya ikut dengan mereka pun diajak masuk ke dalam.
"pak kusir, ayo masuk ke dalam. beginilah keadaan rumah kami, tapi pak kusir tenang saja, di sini aman. tapi mungkin kita akan berangkat tidak sesuai dengan rencana. besok kita akan berangkat kembali ke ibukota saja." tutur diran lagi setelah Tuan kusir turun dari kereta.
***
esok hari pun menyingsing, pagi-pagi sekali. keluarga itu telah berada di kebun untuk memetik beberapa hasil kebun yang ternyata sudah siap dipanen. tak tanggung-tanggung mereka memetik hasil kebun itu, Setelah semuanya terisi penuh Mereka pun semua langsung memutuskan kembali ke kota.
semua barang-barang yang mereka perlukan, telah mereka masukkan ke dalam kereta. tapi tiba-tiba Diran mengeluarkan satu cincin ruang yang ukurannya menengah, untuk menyimpan semua benda-benda yang akan mereka bawa ke kota termasuk buah-buahan, dan sayur-sayuran yang telah mereka panen tadi. Setelah itu mereka pun langsung pergi kembali ke kota.
***bersambung***