
kini Raja Pajajaran mulai mengutarakan niatnya bertemu dengan Tuan Senopati dan kedua putrinya. Gayatri juga menjelaskan, sebenarnya sudah tidak ada tindakan yang bisa dilakukan lagi, mengingat memang tidak ada lagi yang akan tumbuh di musim kekeringan ini.
namun Gayatri tetap memberikan solusi yang ia tahu, Iya juga memberikan sebuah rancangan untuk mendapatkan air dan juga untuk menyiram beberapa tanaman. tentu saja air itu akan mereka dapatkan dari embun atau dari uap akibat panas yang diberikan oleh cahaya matahari. dan bagaimana pembuatannya, hanya para ilmuwan yang tahu. 😁🙏
setelah mendapatkan arahan dan nasehat dari Gayatri serta beberapa cara yang sudah mereka praktekkan untuk membangun, dan juga sketsa yang diserahkan kepada yang mulia Raja Pajajaran, selama 3 hari Raja Pajajaran dan raja Majapahit berada di sana akhirnya tibalah saatnya Raja Pajajaran itu kembali ke kerajaannya.
"saya sangat berterima kasih kepadamu nona. mudah-mudahan ini dapat membantu krisis yang ada di kerajaan kami." ucap Raja Pajajaran itu. Gayatri dan keluarganya serta warga-warga yang ada di sana juga ikut memberikan sumbangan pangan kepada rombongan raja Pajajaran itu. yang tentu saja disambut baik oleh sang raja.
"saya juga mengucapkan terima kasih kepada raja dan warga yang ada di sini telah memberikan kami santunan bahan pangan yang begitu sangat kami butuhkan." ucapnya lagi. dari sorot matanya ada rasa haru yang tidak bisa ia jelaskan.
setelah berpamitan kepada tuan Senopati beserta keluarganya, dan juga kepada raja Majapahit. akhirnya mereka berpisah di tempat itu. setelah Raja Pajajaran pergi, Raja Majapahit pun ikut berpamitan kembali ke istana karena telah meninggalkan istana selama 3 hari berturut-turut.
***
kini hari yang membahagiakan bagi keluarga Kerajaan Majapahit akhirnya datang juga. tanpa merasakan dampak dari bencana kekeringan yang terjadi, mereka mulai melangsungkan sebuah pernikahan sederhana bagi pangeran Mandala dan Gayatri. pernikahan itu terjadi atas persetujuan mereka, di mana mengingat dan menimbang terjadinya bencana kekeringan ini, mereka tidak ingin terlalu inklusif untuk mengadakan sebuah perayaan besar-besaran.
kini kedua mempelai duduk di sebuah tempat yang dikhususkan untuk mereka. walaupun keadaan sangat sulit, namun tak sedikit yang telah mereka undang.
namun ada juga yang tidak bisa menghadiri acara itu, karena sulitnya kehidupan di masa ini.
(akhirnya aku menikah denganmu.. Aku berharap ini adalah pelabuhan pertama dan terakhirku, Aku ingin kamulah yang menjadi Ibu dari anak-anakku..) batin pangeran Mandala sambil menatap lekat wajah sang istri yang tengah tersenyum manis kepada para tamu dan juga tingkat-tingkat konyol saudara-saudaranya.
tapi tiba-tiba, Gayatri menyadari tatapan dari pangeran Mandala yang kini telah menjadi suaminya. Gayatri ikut mengarahkan pandangannya ke arah sang suami.
"Ada apa pangeran, kenapa memandangiku seperti itu..?? Apakah ada yang salah denganku..??" tanya Gayatri kepada pangeran Mandala. pangeran Mandala pun mengatupkan bibirnya dan tersenyum manis.
"tidak ada sayang, aku hanya sedang memandangi wajah istriku yang begitu cantik.." ucap pangeran Mandala yang sukses membuat wajah Gayatri menjadi merah merona.
ternyata di sisi lain, ada sepasang mata yang menatap mereka dengan perasaan yang sendu dan patah Hati. padahal Ia yang berharap duduk di sana mendampingi perempuan yang begitu ia cintai. Namun semua mimpinya musnah sia-sia karena kurang tegasnya ia terhadap perasaannya. Iya terlalu lembut dengan keluarganya sehingga membuat perempuan yang ia cintai tidak bisa ia perjuangkan. dan ia begitu sangat menyesali semuanya, Siapa lagi kalau bukan pangeran pandu.
(andai dulu aku bisa mempertahankanmu. pasti yang mendampingimu saat ini adalah aku. Apakah kamu tahu, Aku benar-benar kehilanganmu. Apakah kamu tahu, aku benar-benar terluka dan patah hati melihat ini semua. tapi aku sadar, semuanya itu bermula dari diriku sendiri. maka itu, walaupun aku sakit hati melihatmu berdampingan bersama dengan laki-laki lain, Aku akan berusaha bahagia untukmu.) batin pangeran pandu. mungkin inilah yang dikatakan cinta Tidak harus memiliki. seperti pangeran pandu yang harus berkorban demi melihat perempuan yang ia cintai bahagia.
namun bisa dikatakan, semuanya tidak pantas. karena awalnya pangeran pandu memang tidak berjuang untuk mempertahankan Gayatri. bahkan ia hanya membuat janji janji manis saja tanpa harus membuktikan kebenaran dari janji itu.
beberapa warga yang tidak mengetahui identitas dari pangeran Mandala itu, dengan senang hati mereka menggoda sang pangeran, mereka juga Tidak segan untuk bersalaman dengannya dan juga Gayatri. dan tentu saja itulah yang pangeran Mandala inginkan. di mana tidak ada satu orang pun yang merasa segan terhadapnya.
"selamat menempuh hidup baru tuan muda, mudah-mudahan tuan muda dan Nona dapat membawa desa kita lebih baik lagi." ucap Pak tilam yang akhir-akhir ini sangat dekat dengan pangeran Mandala.
"terima kasih Pak tilam, sepertinya bapak terlihat sangat senang hari ini.." timpal pangeran Mandala.
"tentu saja tuan muda, akhirnya desa kita memiliki sepasang suami istri yang ahli dalam ilmu pertanian, Tak hanya itu, sepasang suami istri juga merupakan seorang pendekar yang hebat." Ucap pak tilam mengutarakan kesenangannya. tentu saja mereka sudah tahu siapa Gayatri dan pangeran Mandala yang memiliki keturunan seorang pendekar. namun satu hal yang tidak mereka ketahui yaitu identitas pangeran Mandala.
***
kini so pasang pengantin baru telah berada di kamar pengantin mereka yang telah dihias sedemikian rupa. tanpa suasana romantis tercipta di kamar itu.
Gayatri dan pangeran Mandala duduk di atas tempat tidur sambil membelakangi satu sama lain. tampaknya kedua pengganti ini sedang malu-malu, sesekali mereka akan melirik satu sama lain dan terkekeh melihat tingkah laku mereka itu. dengan suasana canggung seperti itu, pangeran Mandala mendekatkan dirinya kepada Gayatri kemudian menggenggam kedua tangannya dan menatap kedua manik mata sang istri.
"Nona Gayatri," ucap pangeran Mandala membuat Gayatri terkekeh. ia mengangkat kepalanya dan menatap sang suami. mereka sama-sama tersenyum malu-malu.
"Nona Gayatri, kini kamu telah menjadi istriku. dan Apakah kamu tahu... AKU SANGAT SENANG...!!" ucap pangeran Mandala yang begitu bersemangat. ucapan itu sontak membuat Gayatri membulatkan matanya tidak percaya, ternyata seorang pangeran yang lemah lembut ini bisa sekeras itu suaranya jika sedang bersemangat.
"pangeran... suaramu terlalu besar, nanti akan mengundang kecurigaan orang." ucap Gayatri menegur pangeran Mandala karena berteriak. pangeran Mandala terkekeh melihat respon istrinya.
"hehehe Maaf sayang... aku kelepasan... lagian kan tidak apa-apa, jika mereka menyangka yang macam-macam. kita kan sudah menikah.." ucapnya lagi dengan pelan sambil menutup mulutnya. Gayatri yang mendengarkan penuturan pangeran Mandala itu benar-benar tidak habis pikir.
"Ya sudah kalau begitu suamiku... sebaiknya sekarang kita membersihkan diri terlebih dahulu sebelum beristirahat." ucap Gayatri sambil berdiri berlalu memasuki kamar mandi. namun, tanpa diduga pangeran Mandala mengejar Gayatri masuk ke dalam kamar mandi. aksi pangeran Mandala tentu saja mengundang protes dari Gayatri.
"pangeran... ngapain kamu ikut-ikutan masuk, Aku ingin mandi.." tegur Gayatri kepada pangeran Mandala yang kini sedang mengunci pintu kamar mandi.
pangeran Mandala yang mendengarkan teguran dari Gayatri hanya mampu cengengesan saja.
"Aku juga mau ikutan mandi sayang.." ucap pangeran Mandala mengatakan kata sayang kepada Gayatri. mata Gayatri sontak membulat lagi.
"hehehe... tidak apa-apa sayang, mandi bersama-sama itu sudah lumrah dilakukan oleh sepasang suami istri. sekarang ayo kita mandi bareng..." ucap pangeran Mandala sambil menarik tangan istrinya.
Gayatri yang mendapatkan tarikan dari sang suami tidak bereaksi sama sekali bahkan menolak pun ia tidak lakukan, namun satu hal yang harus digarisbawahi bahwa jantung keduanya sama-sama berdetak sangat kencang.
saat pangeran Mandala mulai melucuti pakaiannya. tiba-tiba Gayatri tersadar, cepat-cepat ia menutupi matanya agar tidak melihat tubuh suaminya yang sudah polos.
"aarr... Apa yang kamu lakukan pangeran..!! Kenapa tiba-tiba kamu membuka pakaian di depanku." ucap Gayatri sambil menutup kedua matanya dengan tangan.
pangeran Mandala yang melihat kekonyolan sang istri tentu saja tersenyum sekaligus menggoda istrinya itu. ia berjalan mendekat ke arah Gayatri.
"kenapa sayang... bukankah kita sudah suami istri, apa yang ada dalam diriku sudah bisa kamu lihat dan miliki, begitu juga sebaliknya.." ucap pangeran Mandala menggoda Gayatri.
Gayatri yang mendengar penuturan suaminya menjadi tersipu malu. Iya tidak habis pikir, bisa-bisanya pangeran Mandala menggodanya seperti itu. jantungnya juga berdetak tak karuan, seolah akan keluar dari tempatnya.
"jangan menggodaku pangeran. dan aku tidak bisa mandi berdua, pangeran mandi saja terlebih dahulu.." ucap Gayatri masih terus menutupi matanya. setelah itu, ia langsung ngacir keluar dari kamar mandi. pangeran Mandala yang melihat kekonyolan istrinya itu, lagi-lagi hanya terkekeh karena berhasil menggoda sang istri.
***bersambung***