
setelah meninggalkan hutan kematian, mereka semua kembali kerumah sewa pangeran pandu. namun sebelumnya, pangeran pandu dan pengawal Arya, yang memiliki tingkat kultivasi yang tinggi dari mereka, langsung merekayasa tingkat kultivasi mereka agar tak ada orang yang mengetahui nya. mereka langsung menekan kekuatan mereka pada tingkat bumi level 3.
pangeran pandu berada di tingkat alam semesta, sementara pengawal Arya, berada di tingkat alam surgawi tingkat 2, sama dengan Gayatri yang berada di dalam tingkat surgawi level 1. Jadi mereka cuma beda satu level saja.
benar saja, sepeninggalan mereka di hutan kematian itu. beberapa orang berpakaian hitam dan juga para pendekar dari aliran hitam berdatangan di tempat itu. golongan-golongan dari aliran hitam ini tentu tidak akan membiarkan seseorang yang kuat berada di jalan yang benar. karena tentu saja akan berdampak bagi mereka.
"benar saja, ternyata di sini ada tanda-tanda orang melakukan terobosan. Tapi siapa yang berani masuk ke dalam hutan lebat dan padat ini." ucap salah satu pendekar dari aliran hitam. Iya berada di tingkat awan level 5, itu merupakan sebuah tingkat yang sudah sangat tinggi menurut mereka. Mereka pun tidak ada yang menembak bahwa masih ada kekuatan atau tingkat kultivasi di atas alam semesta.
tingkat alam semesta saja, Itu sudah merupakan pencapaian dan kekuatan yang sangat tinggi.
syuuuttt..
syuuuttt..
syuuuttt..
terlihat, orang-orang para pendekar dari aliran manapun terus berdatangan di tempat itu.
"wah wah wah..!! ternyata tanda-tanda akan lahirnya seorang penguasa benar adanya. dan lihatlah para pendekar-pendekar dari aliran manapun berkumpul di sini." ucap salah seorang pendekar yang melayang-layang di udara. Iya mengamati keadaan sekitar di sana, dan tampak banyak sekali para pendekar yang memiliki kemampuan tinggi berada di tempat tersebut.
"Anda benar tertua. sepertinya pendekar yang berilmu tinggi itu akan menjadi buruan bagi golongan-golongan dari aliran hitam." ucap salah seorang murid yang mendampingi gurunya.
"mmm... seorang pendekar yang hebat telah lahir. tapi kenapa, Aku sama sekali tidak merasakan aura kepemimpinannya. bukankah tingkat bumi adalah tingkat yang paling tinggi. ataukah memang, tingkat kultivasi surgawi benar adanya." ucap salah satu orang pendekar dari aliran hitam itu.
banyak juga, para ketua tertua dari padepokan-padepokan yang ada di dunia persilatan ini, juga ikut hadir di tempat itu. mereka juga merasa penasaran terhadap pemimpin yang telah terlahir itu. namun mereka harus menelan kecewa, karena tidak menemukan sosoknya sama sekali.
***
sementara di tempat lain, tepatnya di sebuah padepokan harimau putih yang berjumlah hanya 10 murid. mereka tak henti-hentinya berlatih di tempat tersembunyi.
bahkan mereka juga sudah mendengar ramalan atas lahirnya seorang pemimpin yang arif dan bijaksana. bahkan mereka juga sudah melihat tanda-tanda lahirnya pemimpin yang telah diramalkan itu.
namun mereka tidak memperdulikannya sama sekali, mereka hanya ingin berlatih dan berlatih untuk meningkatkan kekuatan dan membersihkan nama padepokan harimau putih di kalangan dunia persilatan.
***
Setelah memberikan obat penawar kepada pangeran pandu dan pengawal Arya dan juga naiknya tingkat kultivasi mereka, kini Gayatri dan kedua saudaranya ingin pamit untuk melanjutkan misi yang diberikan oleh kakek mereka itu, untuk pergi berkelana ke arah tenggara.
"Jadi kalian akan pergi berkelana ke arah tenggara..??" tanya pangeran pandu kepada ketiganya. mereka bertiga menganggukkan kepala tanda apa yang disampaikan oleh pangeran pandu benar adanya.
"huft... baiklah. kalian hati-hati di jalan. ingat, jika urusan kalian telah selesai, segeralah kembali. termasuk kamu pangeran Arga." ucap pangeran pandu mengingatkan pangeran Arga.
pangeran pandu mengalihkan pandangannya ke arah Gayatri dan menatap wanita yang saat ini tengah mengisi hatinya dengan tatapan sendu dan tak rela. pangeran Arga dan Diran melihat tatapan itu menjadi mengerti.
"Apakah kamu juga akan pergi...??" tanya pangeran pandu sambil menatap sorot mata Gayatri yang menurutnya sangat teduh itu. Gayatri menganggukkan kepalanya malu-malu, pasalnya tatapan pangeran pandu sangat lekat dan begitu sendu.
"huft...!! Baiklah kalau begitu. pergilah dan pulang dengan selamat. namun sebelum kalian pergi, bolehkah aku menyampaikan sesuatu. Aku hanya ingin berjaga-jaga agar aku tidak terlambat."ucap pangeran pandu mengutarakan niatnya. Gayatri mengangkat kepalanya dan melihat ke arah pangeran pandu. dari sorot mata dan raut wajah pangeran pandu, sepertinya pangeran pandu sangat serius dengan ucapannya.
"mm... Baiklah pangeran, apa yang ingin pangeran sampaikan kepada hamba..??" tanya Gayatri dengan sedikit menundukkan kepalanya untuk menghormati pangeran pandu. pangeran pandu lagi-lagi menarik nafasnya dengan gusar.
"bolehkah aku menunggumu kembali..?? Aku ingin menjadikanmu permaisuri dalam hidupku."ucap pangeran pandu dengan lancar walaupun sebenarnya dalam hatinya menggebu-gebu dan juga merasa gugup.
Gayatri dan semua orang yang berada di sana terkejut. terlebih adalah pangeran Arga dan Diran. pasalnya beberapa hari yang lalu mereka telah memberikan peringatan kepada pangeran pandu.
Arya, arseno dan arsela juga terkejut mendengar penuturan pangeran pandu. pasalnya mereka tidak menembak, bahwa akan ada saatnya pangeran mereka akan terlihat seperti ini.
Gayatri yang mendapatkan pertanyaan seperti itu, Iya langsung mengarahkan pandangannya ke arah kedua kakaknya yang saat ini tengah berada di samping mereka. Diran dan Arga pun saling menatap satu sama lain, kemudian menatap Gayatri dan menganggukkan kepala mereka. Gayatri yang melihat respon kedua kakaknya hanya mampu menghela nafas saja.
"mohon maaf sebelumnya pangeran.. Saya hanya ingin mengetahui, Apa alasan pangeran mengatakan hal itu kepada hamba."
"karena perlu pangeran diketahui, kami bukanlah orang yang memiliki golongan. kami berasal dari kalangan masyarakat biasa. dan saya pribadi juga, menghindari memiliki hubungan dengan seorang pangeran kalau saya mampu. masalahnya_" penuturan Gayatri langsung terpotong karena pangeran pandu ikut menyela. pangeran pandu sadar arah pembicaraan Gayatri.
"saya tahu, dan kamu tidak perlu khawatir. aku hanya menginginkan satu perempuan saja dalam hidupku. dan kamu bisa percaya itu. namun jika kamu belum percaya denganku, kamu bisa menanyakan semua sifat dan kelakuanku kepada pangeran Arga." tutur pangeran pandu kepada Gayatri. pangeran Arga yang disebut oleh pangeran pandu langsung tersenyum manis ke arah adik dan kakaknya badiran.
"begini saja, untuk meyakinkan diri kita masing-masing, aku hanya ingin kamu menjaga pandangan kamu kepada laki-laki lain, begitu juga aku. Aku akan menunggumu kembali dan menyelesaikan amanah yang kalian emban. Setelah itu kita akan memastikan hati kita masing-masing. Bagaimana adinda Gayatri..??" tanya pangeran pandu kepada Gayatri Rumi.
mendengar penuturan tersebut, lagi-lagi Gayatri melihat kedua kakaknya. Jujur saja, Gayatri sangat merasa gugup. pasalnya saat dia berada di zaman modern, Iya juga adalah seorang perempuan yang tidak terlalu dekat dengan lawan jenisnya. karena itu, Rumi atau Gayatri dijuluki dengan perempuan jomblo yang sudah berkarat. karena belum memiliki pasangan atau pacar.
"saya setuju dengan penuturan pangeran. kalian akan memastikan hati masing-masing, ketika kita kembali nanti. namun untuk sekarang, biarkan kalian dalami hati masing-masing terlebih dahulu." ucap badiran tidak ingin membatasi hubungan adiknya dengan orang lain. walaupun Gayatri tidak bersanding bersama dengan seorang pangeran. Namun sebagai kakak, dia juga harus ikut andil memastikan kebahagiaan adiknya sebelum melepasnya untuk suaminya nanti.
"Baiklah pangeran, Saya rasa penuturan seperti itu juga tidak masalah." ucap Gayatri lagi. pangeran pandu tersenyum simpul mendengar penuturan Gayatri.
walaupun Gayatri belum menerima hubungan mereka, tapi setidaknya ia diberi kesempatan untuk membuktikan, dan terlebih dahulu mendalami perasaannya kepada Gayatri. namun pangeran pandu tidak akan meragukan perasaannya. Iya yakin bahwa, Iya sudah jatuh cinta kepada Gayatri.
***bersambung***