MENJADI GADIS PETANI

MENJADI GADIS PETANI
40. hari keberangkatan


seminggu telah berlalu, kini waktunya ketika bersaudara itu pergi meninggalkan kota raja dan menggembara, mereka akan mencari tempat yang cocok untuk mereka menuntut ilmu.


tampak di salah satu ruangan, Gayatri, Diran dan Arga sedang berpamitan kepada kedua orang tua mereka. di sana juga terlihat, Nyonya diasuwari tidak kuasa menahan Isak tangisnya melepas kepergian anak-anaknya.


"kalian berhati-hatilah nak, Jika rasanya kalian sudah tidak sanggup lagi berpetualang maka segeralah kembali ke kota raja. berjanjilah selama setahun ini kalian akan kembali dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun. ayah dan ibu di sini selalu mendoakan kalian dan mendukung apa yang kalian cita-citakan selama itu adalah perbuatan baik."tutur Tuan Senopati memberikan ayoman terakhir kepada anak-anaknya.


"Baiklah ayah, kami mengerti. kalau begitu Kami bertiga pamit dulu. ayah dan ibu baik-baik di sini." ucap Arga mewakili kedua saudaranya itu. setelah mereka berpamitan, Mereka pun langsung meninggalkan kediaman itu.


***


sebelum mereka melanjutkan perjalanan lebih jauh lagi. tiba-tiba Gayatri bersuara.


"kak, untuk sementara waktu kakak berdua ikut aku. kita harus melatih ilmu Kakak berdua terlebih dahulu. dan Gaya punya cara untuk melakukannya." tutur Gayatri kepada kedua kakaknya. keduanya pun langsung menganggukkan kepala tanda mengerti.


"Baiklah, kami akan ikut apa katamu." ujar keduanya. setelah itu mereka pergi meninggalkan kota raja dengan mengendarai kuda. tujuan Gayatri saat ini adalah hutan kabut di dekat hutan larangan, karena menurut petunjuk dari Rion. hutan itu sangat tepat untuk dijadikan tempat pelatihan ilmu spiritual atau berkutivasi sebelum memasuki ruang dimensi.


cukup lama mereka berada di atas kuda, akhirnya mereka sampai di perbatasan hutan kabut itu. mereka bertiga berhenti sejenak, gaya dan kedua kakaknya pun mengamati hutan kabut itu dan meneliti lebih dalam. setelah Gayatri merasa cukup, dia pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah kedua kakaknya.


(Rumi 300 meter lagi kalian akan bertemu dengan sebuah gua yang dipenuhi dengan kabut. masuklah di dalamnya, entah kenapa aku merasa ada sesuatu di sana." tutur Rion kepada Gayatri.


ternyata benar, setelah mereka berjalan 300 m masuk ke dalam hutan kabut itu, mereka menemukan sebuah mulut gua yang dipenuhi dengan semak-semak.


"dek, di sini ada gua," ujar Arga kepada Gayatri. tanpa pikir panjang, Gayatri pun langsung turun dari atas kudanya dan masuk ke dalam gua. melihat Gayatri turun, kedua kakaknya itu pun tidak tinggal diam. mereka juga ikut turun dan menyusul Gayatri.


"gaya/dek. tunggu.." seru mereka berdua. mereka berdua langsung berlari menghampiri Gayatri yang ternyata sudah masuk ke dalam gua terlebih dahulu.


di dalam, tampak suasana gua begitu menyeramkan. karena dari tampilannya, gua itu memiliki banyak kabut di dalamnya. namun mereka masih melihat, hanya saja itu sangat menyeramkan.


"dek apa yang kita lakukan di sini..?? Apakah di sini akan baik-baik saja..??" seru badiran kepada Gayatri.


"Kakak tenang saja, yang penting jangan jauh-jauh dari gaya dan jangan melakukan apapun tanpa gaya suruh.." tutur Gayatri tanpa menoleh ke arah keduanya. badiran dan Arga pun menganggukkan kepalanya serentak. Setelah itu mereka Langsung memasuki gua lebih dalam.


***bersambung***