
suasana hening kembali tercipta di awal pertemuan itu. Raja Pajajaran berkali-kali menarik nafasnya dengan gusar mendengar ucapan sang ibu. Jujur saja, Iya juga tidak setuju dengan apa yang disampaikan oleh ibunya. dilan sudah kembali mendudukkan tubuhnya setelah menjawab pernyataan dari ibu suri. matanya terus menatap tajam ke arah anggota kerajaan itu.
"kalian semua benar-benar tidak memiliki dan tidak tahu etika di dalam istana ini. kami dari pihak kerajaan sementara kalian hanyalah rakyat jelata..!! berani beraninya kalian mengatakan hal itu kepada kami." tutur Ibu suri tidak terima dengan pernyataan badiran.
kini Tuan Senopati tidak sanggup lagi. Ia pun bangkit berdiri dan memberi hormat terlebih dahulu kepada Raja Majapahit, setelah itu ia juga memberi hormat kepada Raja Pajajaran.
"mohon maaf Yang mulia raja dan yang mulia permaisuri serta yang mulia-yang mulia yang lain. mohon maaf sebelumnya ibu suri, anda tidak perlu mengingatkan strata kami. Kami paham Kami hanyalah rakyat jelata. karena itu, di sini saya juga memutuskan, Saya tidak akan menyerahkan putri saya masuk ke dalam istana yang mulia. melihat penolakan dari ibu suri, Saya khawatir putri saya akan menderita. walaupun Kami hanyalah seorang rakyat jelata tidak memiliki kedudukan, namun saya tetaplah seorang ayah yang tidak ingin melihat anak-anaknya menderita." ucap Tuan Senopati lagi. sementara pangeran pandu sudah merasa sangat takut, takut kalau ia tidak akan mendapatkan Gayatri.
mendengar pernyataan yang dituturkan oleh Tuan Senopati itu. Raja Pajajaran masih bersikap bijaksana kepada mereka. walau bagaimanapun, keputusan terbesar tetap ada di tangan Gayatri, walaupun pada zaman itu, perempuan tidak memiliki hak untuk memutuskan sesuatu dalam hidupnya.
"kami mengerti Tuan Senopati. Tapi tetap saja keputusan terbesar ada di tangan putrimu." ujar Raja Pajajaran lagi. Gayatri yang disinggung langsung menegakkan kepalanya. kemudian langsung memberi hormat.
"hormat kepada yang mulia Raja Pajajaran. maafkan hamba yang mulia, hamba pun sependapat dengan Ayah hamba. dan sebelumnya juga saya sudah mengatakan kepada pangeran pandu, Kalau saya tidak ingin memiliki suami yang mempunyai istri lebih dari satu. walaupun sistem kerajaan memperbolehkan." ucap Gayatri dengan segala hormat. Ibu suri yang tidak suka dengan Gayatri dan keluarganya langsung berdaci.
"ck.. tidak perlu pura-pura kalian. kami juga tidak akan senang menerima kalian menjadi bagian dari keluarga Kerajaan. dan untuk kamu pangeran pandu, sudah cukup barundingnya. Ibu suri tetap tidak akan setuju kamu menikah dengan rakyat jelata seperti mereka." ucap Ibu suri lagi.
pangeran Arga yang mendengar penghinaan itu lagi langsung mengajak keluarganya untuk meninggalkan ruang pertemuan itu.
"ayah ibu. sudah cukup kita berunding masalah ini kepada pihak istana. aku rasa kita memang tidak sebanding dengan mereka, dan tidak ada jalan tengah untuk kita menempuh perundingan ini. alangkah baiknya kita pamit undur diri saja." ucap pangeran Arga kepada ayah ibu dan kedua saudaranya itu. pandu yang melihat hal itu merasa tidak suka dengan tindakan pangeran Arga.
sementara Tuan Senopati yang mendengar penuturan putranya itu, Iya juga setuju dan menganggukkan kepalanya. Iya juga ngelihat istri dan putranya yang lain.mereka semua pun setuju termasuk Gayatri.
Mereka pun langsung memberi hormat kepada Raja Majapahit dan ucapan terima kasih karena sudah mengizinkan mereka untuk berada dalam aula Kerajaan Majapahit ini.
"yang mulia raja, kalau begitu perundingan antara kami dengan keluarga Kerajaan Pajajaran cukup sampai di sini saja. kami mohon maaf telah merepotkan yang mulia. kami pamit undur diri." ucap mereka dengan segala hormat Begitu juga dengan pangeran Arga.
setelah berpamitan dengan Raja Majapahit, keluarga Senopati juga berpamitan dengan keluarga Kerajaan Pajajaran itu.
"mohon maaf Yang mulia atas ketidaksopanan kami. perundingannya cukup sampai di sini saja. mohon maaf atas segala kekurangan dan ketidakmampuan kami." ucap Tuan Senopati mewakili keluarganya mereka semua membungkuk. sementara Raja Pajajaran hanya diam melihat betapa etika itu adalah yang nomor satu.
setelah berpamitan dengan Raja Pajajaran, Tuan Senopati juga melihat ke arah pangeran pandu yang kini menatap putrinya dengan lekat dan perasaan sedih. Iya tahu pangeran pandu mencintai putrinya, namun putrinya telah menolak untuk menjadi permaisuri dari pangeran pandu. Tuan Senopati juga bukanlah orang yang haus dengan kekuasaan sehingga harus mendorong putrinya untuk masuk ke dalam istana.
setelah berpamitan dengan penuh hormat dan tanpa meninggalkan kesan kewibawaan seorang bangsawan, Tuan Senopati dan keluarganya pun langsung meninggalkan ruang pertemuan itu. pangeran pandu melihat keluarga Gayatri menjauh begitu saja, tatapannya menyerahkan kesedihan karena tidak berhasil memiliki perempuan yang telah mencuri hatinya.
namun itulah kesalahan pangeran pandu, walaupun ia adalah seorang pangeran yang kuat dan sudah mencapai tingkat alam semesta. namun ketegasannya itu hanya untuk orang lain, Iya tidak akan pernah tegas ketika berhadapan dengan ayah ibu ataupun keluarga istana. dengan alasan ia mencintai keluarganya, Iya juga sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk membahagiakan mereka. dan beginilah sekarang, Iya bahkan tidak sanggup untuk mempertahankan cintanya kepada perempuan yang telah mencuri hatinya.
sepeninggalan keluarga Tuan Senopati, keluarga Kerajaan Pajajaran langsung menghela nafas mereka dengan kasar. Jujur saja mereka semua cukup kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh ibu suri terlebih oleh pangeran pandu.
tanpa mengucapkan sepatah kata pun, pangeran pandu langsung berpamitan kepada Raja Pajajaran dan juga keluar dari ruangan itu.
***
di sisi lain. keluarga Tuan Senopati langsung meninggalkan tempat itu. saat itu saudara-saudara mereka yang menunggu di luar istana pun ikut bergabung bersama mereka. kini Diran dan Arga di dalam kereta Hanya berdiam diri, suasana di dalam kereta cukup hening dan mencekam akibat aura yang dikeluarkan oleh kedua saudara itu.
sementara di dalam kereta Tuan Senopati dan nyonya diaswari, mereka menatap lekat wajah Gayatri yang tidak menunjukkan ekspresi apapun.
"nak maafkan ayah.. karena ketidakmampuan ayah, kalian semua mendapatkan penghinaan seperti itu."ucap Tuan Senopati dengan perasaan bersalah. Gayatri tersenyum mendengar ucapan ayahnya.
"Ayah kenapa berbicara seperti itu.. Aku sama sekali tidak menyalahkan ayah, justru aku sangat bersyukur Ayah adalah orang tua Gayatri. aku juga menyukai kehidupan sederhana kita, lagi pula orang mati juga tidak akan membawa pangkatnya." ujar Gayatri.
"Ayah tidak perlu pikirkan.. Gayatri sama sekali tidak memperdulikan hal itu. walaupun pangeran pandu telah berjanji sebelumnya, namun aku bukanlah perempuan yang mengharapkan janji itu Ayah. aku mampu berdiri sendiri di atas kakiku, aku juga tidak membutuhkan sokongan. Aku hanya ingin hidup bahagia tanpa ada orang ketiga dalam hidupku atau pernikahanku nanti. cukup Ayah Ibu dan saudara-saudaraku saja yang bersamaku. jadi ayah tidak perlu merasa bersalah seperti itu."tutur Gayatri kepada kedua orang tuanya. Tuan Senopati pun tersenyum mendengar kebijaksanaan putrinya itu. Iya tidak menyangka ternyata anak-anak yang hidup susah dengannya kini telah tumbuh menjadi gadis bijaksana dalam mengambil keputusan.
"terima kasih nak.. terima kasih sudah menjadi anak ayah yang kuat dan tabah. terima kasih kalian sudah hadir dalam hidup ayah." ucap Tuan Senopati dengan perasaan penuh haru.
***
sementara di tempat lain, pangeran pandu langsung meninggalkan istana kerajaan Majapahit itu. ia ingin pergi menyusul Gayatri dan menjelaskan semua kepadanya. Jujur saja perasaannya sangat tidak tenang. rasa bahagia yang dulu pernah ada kini hilang menjadi perasaan takut dan merasa bersalah.
"Aku tidak mau kehilanganmu. Aku sangat mencintaimu, kenapa kamu harus mendengarkan ucapan Ibu suri." ucap pangeran pandu dengan lirih. Iya langsung menaiki kudanya dan memacu menuju kediaman Gayatri. dengan kekuatan yang ia miliki, tidak sulit untuk menemukan kediaman Gayatri di kota Raja ini.
***bersambung***