
mereka terus masuk dan masuk ke dalam gua. semakin dalam mereka di sana, suasana gua itu semakin hangat. bahkan terlihat beberapa bunga-bunga langka yang bisa dijadikan sebagai obat-obatan.
( semua bunga-bunga itu sangat bermanfaat untuk meningkatkan kultivasi dan juga tingkat penyembuhan yang baik.) ucap Rion bertelepati kepada Gayatri.
Gayatri sejenak berdiri ketika mendengar telepati dari Rion, dan mengamati tempat itu. begitu juga dengan kedua kakaknya. aneh nya, kedua kakaknya sama sekali tidak melakukan apapun, padahal mereka tau, bahwa tanaman-tanaman itu adalah herbal yang langka.
( tanaman ini adalah tanaman-tanaman langkah, kalau dijual harga nya pasti sangat mahal.) batin keduanya. ayu berbalik dan menatap kedua kakaknya, ia ingin melihat respon keduanya.
"apa kakak berdua tau, kalau tanaman ini adalah herbal yang langka..??" tanya Gayatri kepada keduanya. mereka menganggukan kepalanya.
"terus,, kenapa kakak berdua diam saja..?? tidak tertarik dengan tumbuhan itu..??" tanya Gayatri lagi, ia berusaha untuk melihat respon kedua kakaknya.
"tertarik.. hanya saja, kakak tidak ingin mempertaruhkan nyawa menjadi incaran para pendekar untuk mendapatkan tumbuhan itu. lagi pula, mungkin tumbuhan itu tidak berguna untuk kita." ucap Diran dan di balas oleh anggukan kepala dari Arga. Gayatri tersenyum. ternyata kedua kakaknya memiliki pemikiran yang jauh dan tidak memiliki sifat tamak.
"baiklah Kak, tapi kita memang akan mengambil tanaman ini untuk membuat pil peningkatan kultivasi, karena itu tolong gaya untuk memanennya.." ucap Gayatri kepada kedua kakaknya. Diran dan Arga pun mengangguk dan langsung membantu adiknya untuk memanen semua herbal yang ada disana.
(Rumi, di gua ini ada aura kekuatan yang besar, coba kamu cari tau sumbernya.) ucap Rion lagi dengan telepatinya. Gayatri pun langsung menyetujui nya. saat sedang mengambil dan memanen herbal-herbal itu, ia juga sesekali mengamati gua itu untuk mencari sumber aura yang dimaksud oleh Rion.
saat mereka sedang memanen herbal herbal itu, dan dengan tidak sengaja Diran menyentuh sebuah batu dengan tidak sengaja. sontak saja, sebuah batu besar langsung bergeser dan membuka sebuah jalan. mereka bertiga pun langsung terkejut dan melihat ke arah batu yang bergeser itu.
"apakah ini adalah jalan rahasia..??" tanya Diran dengan bodoh nya. Arga pun ikut mendekat kearah Diran dan juga mengamati tempat itu, namun mereka berdua tidak berani masuk kedalam.
( cepat masuk Rumi. cari dan temukan harta yang ada di sana..!!) seru Rion dengan bertelepati.?
tanpa menunggu lagi, Gayatri langsung masuk tanpa ragu, sontak kedua lelaki itu langsung membulat kan matanya terkejut.
"gaya..!!!" seru mereka secara bersamaan. tapi Gayatri sama sekali tidak menoleh, keduanya pun langsung menyusul kedalam. saat mereka akan bergerak masuk, tapi tiba-tiba batu itu bergeser kembali dan menutup jalan itu.
"tidak..!!!" teriak mereka, lagi-lagi mereka melakukan itu secara bersamaan, dan tangan Arga terulur untuk mencegah pintu itu tertutup. saat itu juga, muncul satu sosok lelaki tua berjubah putih menghadang mereka.
sring !! lelaki tua itu berdiri tepat di depan mereka. kedua saudara angkat itu terkejut, namun kakek tua itu hanya menampilkan senyum Rama.
terlihat kedua saudara angkat itu sudah membuang herbal-herbal yang tadi mereka petik, karena reflek keterkejutan melihat pintu itu menutup.
"anak-anak muda pemberani.." ucapnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, dan melihat mereka satu persatu.
"siapa anda kakek tua..??" tanya Arga dengan waspada, ia menarik Diran dan menyembunyikan nya di balik nya, ia tau kalau kakak angkatnya itu belum menguasai ilmu beladiri. jadi dia akan melindungi nya. perbuatan Arga sukses membuat badiran tersentuh, begitu juga dengan Kakek tua itu, namun ia hanya menampilkan senyum yang tulus kepada mereka.
"hahaha.. anak muda yang baik. tenang lah, kalian tidak perlu waspada kepada ku. kalian juga tidak akan bisa keluar dari gua maupun hutan ini, karena aku sudah menutup akses."ucapnya semakin membuat kedua saudara angkat itu tambah waspada.
"hohoho... tapi kalian tidak perlu takut, karena kalian berhati bersih dan lurus, kalian tidak akan sia-sia berada disini. aku akan mewarisi semua ilmu bela diri yang Aku miliki." ucapnya lagi.
Kakek tua itu adalah seorang pendekar yang jiwanya telah kekal dan ia tidak tinggal di Dunia lagi, melainkan tinggal di dunia atas. ia ingin mencari penerusnya untuk membangun kembali padepokan yang telah bertahun-tahun ia tinggalkan, semenjak ia meninggalkan padepokan harimau putih itu, murid muridnya selalu mendapatkan hinaan, tak jarang murid murid padepokan pindah ke padepokan lain. walaupun begitu, saat ini padepokan harimau putih masih memiliki sepuluh murid yang setia, tapi mereka memilih untuk menutup diri dari dunia persilatan ini.
mendengar pernyataan Kakek tua itu, lagi-lagi keduanya hanya Memandang satu sama lain.
"apakah, ketika kami mewarisi ilmu bela diri Kakek, apakah kami memiliki misi..??" tanya Diran mencoba bertanya. kakek tua itu langsung mengelus jenggot panjangnya, dan mengangguk-anggukan kepalanya.
"apakah jika aku meminta sesuatu, kalian akan mewujudkan nya...??" tanya Kakek tua itu. kedua saudara angkat itupun kembali memandang, kemudian mereka sama-sama menganggukan kepalanya.
"tergantung dengan apa yang akan kami lakukan, tapi jika seandainya kami disuruh untuk melakukan balas dendam, kami mohon maaf kek, kami tidak bisa melakukannya." ucap badiran dengan bijak. mereka tidak bisa melakukan balas dendam dengan menghilangkan nyawa seseorang, balas dendam mereka adalah membuktikan diri, kalau mereka mampu.
Kakek tua itu kembali tersenyum.
( sungguh, anak-anak yang berbakti dan berpikir jernih, aku yakin anak-anak muda ini adalah pilihan yang tepat.) batinnya.
"kalian tenang saja, Kakek tua ini juga bukanlah seorang pendendam, kakek hanya meminta untuk mencari padepokan harimau putih, dan bimbinglah mereka yang tersisa. padepokan itu adalah milikku, jadi kakek ini, ingin menyerahkan padepokan itu untuk kalian urus. apalagi, diantara kalian, saudari kalian bisa membantu." ucapnya lagi menjelaskan.
mereka berpikir, apakah Kakek tua ini tau mengenai tentang Gayatri.
"baiklah kek, kami setuju." ucap mereka lagi. setelah pembicaraan yang cukup panjang, akhirnya mereka menerima semua itu. menurut mereka, bukanlah masalah besar jika harus memimpin padepokan.
setelah mereka setuju, kakek tua itu langsung menyerahkan dua buah kitab untuk mereka pelajari. Kakek tua itu memberikan kitab itu setelah ia mengetahui tingkat kekuatan mereka dan juga jenis bela diri apa yang cocok untuk mereka.
"ambil dan pelajarilah terlebih dahulu. namun sebelum kalian mempelajari, Kakek tua ini saran kan untuk kalian bermeditasi di tempat ini, unsur energi yang ada disini sangat padat. apakah kalian sudah bisa berkutivasi..??" tanya Kakek tua itu lagi. mereka berdua sontak menggelengkan kepalanya. mereka memang belum bisa berkutivasi, karena itu, mereka hanya mampu mempelajari ilmu dasar saja.
"hahaha... tenanglah anak muda, kakek tua ini dengan senang hati mengajarkan kepada kalian cara memulai kultivasi. maka perhatikanlah..!!" serunya lagi. setelah mengatakan hal itu, kakek tua itu langsung menuliskan bahasa dan tulisan Sansekerta di udara dan langsung melayang kan tulisan itu kearah keduanya, tulisan itu pun langsung masuk kedalam kepala mereka.
"kalian ikuti semua yang tergambar di dalam benak kalian. lakukanlah segera." ucap kakek tua itu lagi, mereka berdua pun langsung memusatkan pikirannya dan memulai kultivasi sesuai dengan yang diajarkan.
***bersambung***