
ternyata, hanya merasakan aura penguasa yang dikeluarkan oleh Gayatri mampu membuat dua makhluk mitologi itu bertekuk lutut di hadapannya. walaupun Gayatri tersenyum, namun dia agak sedikit bingung dengan hal yang terjadi dengannya. namun itu cukup menyenangkan.
"salam kami kepada tuan penguasa..!" seru kedua makhluk itu. Gayatri pun langsung tersenyum melihat kedua makhluk tersebut. ternyata mereka cukup mengenal aura penguasa yang diturunkan oleh kakeknya kepadanya.
"Kenapa kalian berlutut tiba-tiba, hey naga jelek, Apakah kamu tidak jadi bertarung denganku.??" tanya Gayatri kepada naga tersebut. naga itupun menundukkan kepalanya.
( aduh..!! sial, apakah aku sudah menyinggung Tuan ku. mampus dah..) batin naga itu dengan perasaan cemas. tentu saja, Gayatri tidak dapat mendengar suara hati dari naga itu.
( apakah tuan sudah Kembali.?. apakah aku akan bertemu dengannya lagi.. hiks..) harimau putih itu ikut membatin. sorot matanya menggambarkan rasa rindu kepada tuan nya yang sangat dalam. karena, hanya tuan penguasa lah yang begitu melindungi spesies yang sudah mulai punah ini.
"kenapa diam naga jelek.." ucap Gayatri lagi, membuyarkan lamunan mereka. naga itu mengangkat kepalanya. hancur sudah reputasi sang naga di depan gadis itu.
"tuan, jangan terus memanggil ku dengan sebutan itu. tuan membuat reputasi ku hancur di depannya harimau tua itu." ucap naga lagi. harimau putih yang di katakan tua oleh sang naga juga tidak terima.
"kenapa kau mengatai ku tua..!!" seru sang harimau tidak terima. ia menatap kearah sang naga dengan tatapan jengkel.
"kenapa kamu tersinggung. bukankah kamu memang seekor harimau tua. lihat saja tubuh mu yang dipenuhi dengan uban." ucap naga dengan gamblangnya. kata-kata itu sontak membuat gelak tawa dari Gayatri pecah. sementara Rion terus mengawasi dari jauh, sambil berjaga-jaga. tiba-tiba dari sana, Rion langsung bertelepati.
( Rumi, segera amankan kedua mahluk mitologi itu, dan segera kita tinggal kan tempat ini. beberapa para pendekar tingkat tinggi, sedang mengarah ke sini.) ucap Rion. kedua makhluk mitologi itu pun merasakan kehadiran beberapa aura seorang pendekar yang cukup tinggi. sementara Gayatri yang mendengarkan telepati dari Rion langsung menatap kedua makhluk itu yang saat ini tengah menatapnya juga.
"Apakah kalian merasakannya..??" tanya Gayatri kepada keduanya. kedua makhluk itu pun langsung mengganggu.
"kalau begitu, segeralah kontrak kami Tuan penguasa..??" ucap naga kepada Gayatri. Gayatri berpikir sejenak kemudian bertanya.
"kenapa aku harus mengontrak kalian, tidak bisakah kalian Langsung ikut kepadaku saja dan menjadi bagian dari kehidupan ku."; tutur Gayatri sambil memicingkan matanya.
Jujur saja ia tidak ingin membuat perjanjian hidup dan mati dengan hewan-hewan mitologi ini. namun Gayatri juga tidak rela jika hewan-hewan ini dimiliki oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab. Gayatri hanya menginginkan, kedua makhluk mitologi ini mengikutinya Namun bukan sebagai tuan dan bawahan, melainkan sebagai teman atau keluarga.
"tidak bisa tuan, Anda harus mengontrak kami karena kamilah yang ditakdirkan untuk mendampingimu. kita juga harus terhubung tuan, karena itu kami bersedia untuk menjadi hewan kontrakmu." kali ini harimau putih yang menjawab.
tentu saja harimau putih ini menginginkan untuk selalu berada di dekat tuannya. dia tidak ingin kecolongan lagi dengan membiarkan tuannya mengalami hal-hal yang sulit. setidaknya mereka dapat membantu Gayatri dan mendampinginya.
Gayatri berpikir sejenak mendengar penuturan keduanya. Ia berpikir tentang takdirnya, namun Ia juga takut tidak bisa melindungi mereka. Gayatri mengingat kalau kekuatannya masih belum cukup untuk melindungi keduanya. walaupun kedua hewan itu dapat mempertaruhkan hidup untuk melindungi dirinya, namun itu bukanlah prinsip seorang Gayatri.
Rion dan kedua hewan mitologi melihat Gayatri belum melakukan apa-apa langsung menegur.
"cepatlah Rumi.!!! kita harus meninggalkan tempat ini..!!" seru Rion lagi dari jarak yang sudah cukup dekat darinya. Rion juga membuat kedua Kakak Gayatri menjadi kecil agar mudah menggotong mereka.
mendengar teriakan dari Rion, Gayatri langsung tersentak dan melihat kedua hewan tersebut. dua-duanya langsung menganggukkan kepala mereka, karena kondisi yang sangat genting ini, Gayatri langsung meneteskan darahnya di atas luka-luka kedua hewan tersebut dan membuat kontrak.
"tinggallah kalian di dalam ruang dimensi, nanti aku akan datang mengunjungi kalian." ucap Gayatri. setelah itu, Gayatri dan Rion langsung meninggalkan tempat tersebut dengan kedua kakaknya yang berada di genggaman Rion. mereka kembali ke tempat semula, yang memang lumayan jauh dari tempat tersebut.
***
saat ini, Gayatri dan Rion telah sampai di tempat semula. sementara, kedua kakaknya masih berada di dalam genggaman Rion.
sesampainya mereka di sana, Rion pun langsung meletakkan kedua dan mengubah ukuran tubuh mereka seperti semula. disana juga, Gayatri Langsung menebarkan bubuk obat untuk menyadarkan kedua kakaknya. sebelum kedua kakaknya sadar, Gayatri terlebih dahulu sudah memperingatkan Rion agar tidak berbicara macam-macam di depan kedua kakaknya mengenai hal yang membuat mereka berdua pingsan.
Diran dan Arga pun mengerjakan matanya, kemudian mereka bangun dan duduk bersila di atas tanah yang dipenuhi dengan daun-daunan kering. sontak saja kedua mata mereka menatap ke arah Gayatri dan lelaki yang ada bersamanya itu. lagi-lagi tatapan di ran dan Arga memicing dan sangat tajam ke arah Rion. sementara tatapan yang mereka berikan kepada Gayatri adalah tatapan sejuta pertanyaan.
"bangunlah Kak. jangan terus menatap kami seperti itu. aku pasti akan menjelaskannya." ucap Gayatri dengan takut-takut.
mendengar penuturan Gayatri, tanpa menunggu lama keduanya pun langsung bangkit dan berdiri. dan lagi-lagi mereka menuntut Gayatri untuk menjelaskan semuanya.
( aduh benar-benar. mereka ini posesif atau protektif sih..?? tatapan mereka benar-benar membuat nyaliku menciut.) batin Gayatri sambil menghembuskan nafas pasrah.
sementara Rion yang ada di sampingnya hanya mampu berdiri dan menutup mulutnya rapat-rapat. ia akan menjawab ketika ia disinggung atau ditanya nanti.
"jadi..!!" ucap Diran berharap Gayatri peka. Gayatri pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan kakaknya.
"jadi laki-laki di sampingku ini adalah sahabatku Kak. dia adalah teman seperguruanku, kakak tahu kan aku pernah belajar ilmu pengobatan. dan dia inilah saudara seperguruanku." ucap Gayatri berbohong kepada keduanya. tapi kedua kakaknya tidak curiga sama sekali karena Gayatri memang menjelaskannya dengan ekspresi meyakinkan.
"lalu Kenapa ia bisa berada di sini..?" kali ini Arga yang bertanya. Iya berniat ingin mengintrogasi lelaki yang ada di samping Adik angkatnya itu.
"Maaf sebelumnya tuan muda. saya sebenarnya sedang berkelana, dari daerah satu ke daerah lain. tapi dengan tidak sengaja aku merasakan aura dari Gayatri, aku pun berniat ingin mendatang dan menyusulnya. tapi tiba-tiba aku merasakan sesuatu, di mana ada kedua makhluk mitologi yang sedang bertarung. Aku buru-buru ingin bertemu dengan Gayatri Karena aku tahu kalau ia akrab dengan hewan. karena itu aku langsung menyeretnya tuan." ucap Rion ikut berbohong. Iya menunjukkan kepalanya tak berani menatap keduanya.
Diran dan Arga pun mengangguk-anggukkan kepalanya. sebenarnya mereka belum mempercayai cerita dari Rion. namun deretan peristiwa yang tadi ia ceritakan itu membuat mereka percaya walaupun masih ragu-ragu.
"jadi Kamu sengaja mengajak adikku dalam bahaya begitu..??" tanya Arga lagi. Rion menjadi kalang kabut mendengar tuduhan itu. ternyata kebohongannya mampu menciptakan kebohongan lain.
"eh !!! bukan begitu tuan muda. saya_" ucapan Rion terpotong oleh Gayatri.
"sudah Kak, jangan mengintrogasinya seperti itu. kakak tidak lihat kalau ia sedang ketakutan melihat ekspresi Kakak berdua." ucap Gayatri membela Rion. ketiga lelaki itu pun menarik nafas mereka dengan gusar. kedua Kakak Gayatri menarik nafas mereka dengan artian pasrah dengan pembelaan adiknya itu. sementara Rion ia menarik nafas karena lega akibat mendapat bantuan dari Gayatri.
"baiklah baiklah. lain kali kalian jangan seperti itu. kalau begitu Anda hendak ke mana..??" tanya Diran kepada Rion.
***bersambung***