MENJADI GADIS PETANI

MENJADI GADIS PETANI
68. penolakan ibu suri


kini mereka semua tengah berada di aula Kerajaan Majapahit atas permintaan Raja Pajajaran. mereka di sana ingin meluruskan hubungan pangeran pandu dengan Gayatri yang konon kabarnya akan dijadikan permaisuri oleh pangeran pandu.


walaupun semua ini sangat singkat dan sangat rumit serta membingungkan, tapi perundingan ini harus segera dilakukan agar mendapat jalan untuk hubungan itu.


tampak di sana, keluarga dari Gayatri yang terdiri dari Ayah Ibu, dan ketiga kakaknya yang sedang duduk di sisi kiri Raja Majapahit. semua keluarganya tidak ikut masuk ke dalam karena menurut mereka sudah diwakilkan oleh ketiga kakaknya.


sementara keluarga dari pangeran pandu duduk agak sejajar dengan Raja Majapahit itu karena strata mereka sama. di sana mereka mulai berunding mengenai hubungan mereka.


"selamat datang di istana saya. jadi ada apa yang mulia mengumpulkan keluarga dari tuan Senopati..?? Apakah ada yang ingin yang mulia sampaikan." ucap Raja Majapahit itu memulai pembicaraan.


Raja Pajajaran beserta keluarganya langsung mengalihkan pandangannya ke arah pangeran pandu, di mana tatapan pangeran pandu mengarah ke arah Gayatri yang juga menatapnya dengan tatapan sejuta pertanyaan. pangeran pandu melihat sorot mata tajam dari Gayatri itu tidak mengekspresikan apa-apa, namun jika ditatap di waktu yang lama maka tatapan itu akan menyerahkan sebuah pertanyaan.


"sebelumnya terima kasih yang mulia Raja Majapahit sudah memberikan tempat untuk kami berunding di kerajaanmu. kami hanya ingin mengenal keluarga dari calon permaisuri untuk putraku pangeran pandu." ucap Raja Pajajaran itu.


tuan Senopati dan keluarganya yang tidak tau apa-apa langsung membulatkan matanya. kecuali Gayatri Diran dan Arga. begitu juga dengan ibu suri dari kerajaan Pajajaran itu. ia terkejut dan juga tidak suka dengan keluarga Gayatri itu.


"apa..!! jadi ini perempuan yang akan dijadikan permaisuri oleh pangeran pandu..!!" seru Ibu suri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. semua yang ada di sana pun langsung terkejut mendengar teriakan dari ibu suri Kerajaan Pajajaran itu.


"aku tidak setuju perempuan ini menjadi permaisuri untuk cucuku. lagi pula, Apa yang menyebabkan pangeran pandu dan juga kamu menjadikan perempuan miskin ini menjadi permaisuri di kerajaan kita." ucap Ibu suri lagi yang sukses membuat pangeran pandu dan yang lainnya terkejut. secara tidak langsung, Ibu suri telah menghina Gayatri dan keluarganya Dengan mengatakan perempuan miskin.


Gayatri yang mendengar penghinaan secara tidak langsung itu langsung mengepalkan tangannya. Iya paling tidak suka ada yang mengusik keluarganya. karena masih memiliki rasa hormat dan tidak ingin kedua orang tuanya malu, Gayatri diam dan berusaha menahan gejolak dalam hatinya. Begitu juga dengan Diran dan Arga, walaupun Arga adalah saudara sepupu dari pangeran pandu. namun Arga tidak memiliki hubungan dengan ibu suri dari Kerajaan Pajajaran itu.


pangeran Arga langsung melayangkan tatapannya ke arah pangeran pandu. di mana, pangeran pandu hanya menundukkan kepalanya sambil menghela nafasnya dengan berat. dalam hati pangeran Arga sangat kecewa melihat sikap pangeran pandu yang seperti itu.


ya pikir, pangeran pandu adalah laki-laki yang gentlemen, di mana saat pertama kali pangeran pandu mengatakan ketertarikannya kepada Gayatri.


"pangeran pandu.. pangeran tidak ingin mengatakan apa-apa setelah mendengar penghinaan itu..!" ucap pangeran Arga dengan dingin dan juga datar. Diran yang mengerti dengan arti dari suara datar pangeran pandu itu hanya mampu menghela nafas. iya paham saudara angkatnya ini sedang dalam mode bad mood.


pangeran pandu yang merasa terpanggil itu langsung menegakkan kepalanya dan melihat bola mata pangeran Arga yang kini menatapnya dengan tatapan tajam dan sorot mata yang kecewa.


"adakah yang ingin anda jelaskan yang mulia pangeran..??" kali ini Gayatri yang bersuara. dari nada dan intonasi suaranya tidak mengandung emosi atau kekecewaan apapun. pangeran pandu kembali mengarahkan tatapannya ke arah Gayatri kemudian tersenyum.


"Aku ingin menjadikanmu permaisuriku, seperti yang aku janjikan sebelumnya. namun aku minta maaf, karena kamu bukan lagi yang pertama. aku sudah memiliki selir." ucap pangeran pandu dengan perasaan bersalah.


Arga yang mendengar penuturan pangeran pandu langsung merasa marah. Bagaimana tidak marah, pangeran pandu telah berjanji tidak akan menduakan adik angkatnya yang sudah sangat ia sayangi ini. nyatanya janji yang dibuat hanyalah untuk diingkari saja.


"Maaf pangeran pandu, sebelumnya kami sudah memperingatkan kepada pangeran, bahwa kami tidak akan setuju Gayatri menikah dengan laki-laki yang mempunyai lebih dari satu istri.!" tegas pangeran pandu. tatapan matanya sangat datar, ucapannya juga begitu berwibawa.


Tuan Senopati yang mendengar pembelaan Putra angkatnya itu merasa sangat terharu. Bagaimana tidak, semua anak-anak angkatnya begitu peduli dengan Putri semata wayangnya ini.


Gayatri yang mendengar pembelaan harga untuknya langsung tersenyum hangat. Gayatri sempat berpikir bahwa Arga mungkin akan berpihak kepada saudara sepupunya itu. Namun nyatanya, pangeran Arga begitu sangat mencintainya.


"pangeran Arga..!! Saya rasa kamu tidak perlu ikut campur mengenai masalah ini. biarkan mereka yang menyelesaikannya." ucap Raja Pajajaran kepada pangeran Arga keponakan dari istrinya itu. mendengar penuturan seperti itu, Tuan Senopati juga tidak tinggal diam.


"mohon maafkan kelancangan hamba yang mulia. namun pangeran Arga bukanlah orang lain dalam keluarga kami. di sini ia berperan sebagai kakak dari Gayatri bukan sebagai seorang pangeran." ucap Tuan Senopati membela Putra angkatnya itu. menurutnya sesama saudara memang harus saling memperdulikan satu sama lain walaupun darah yang mengalir dalam tubuh mereka adalah darah yang berbeda.


"aku tidak setuju jika perempuan ini menjadi permaisuri untuk pangeran pandu. aku pernah mendengar bahwa Tuan Senopati pernah dikeluarkan dari keluarga chandragupta karena memiliki penyakit yang begitu menular. aku juga tidak ingin penyakit itu menjadi turun-temurun untuk keturunan kerajaan. lagi pulang Tuan Senopati bukan lagi seorang bangsawan. tidak pantas rasanya putrinya diangkat menjadi seorang permaisuri. Lagi pula, Tuan Senopati tidak memiliki sokongan apapun untuk membantu kedudukan pangeran pandu." ujar Ibu suri dengan sinis. Iya bener-bener menunjukkan penolakannya kepada keluarga Gayatri. sementara Raja Pajajaran itu hanya mampu menyimak dan tidak ingin ikut campur. Iya hanya akan menjadi penengah untuk kedua keluarga ini.


dilan yang mendengarkan penghinaan Ibu suri yang ditunjukkan kepada ayahnya itu juga tidak terima. refleks Iya langsung berdiri.


"mohon maafkan atas kelancangan hamba Ibu suri yang terhormat. jika Ibu suri memang menolak adikku untuk menjadi permaisuri di kerajaanmu, cukup kamu tolak saja dengan perkataan yang baik. kami bukanlah orang yang gila dengan harta dan kekuasaan. kami juga bukan orang bodoh yang tidak bisa menafsirkan sesuatu yang terjadi. kami juga bukan orang yang linglung yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. jika Ibu suri mengatakan seperti itu kepada keluargaku, secara tidak langsung yang mulia Ibu suri yang terhormat telah merendahkan ayah dan ibuku. Jujur saja kepada yang mulia, kami sama sekali tidak mengharapkan adik kami menjadi seorang permaisuri.!!" tekan Diran di akhir kalimatnya. mereka yang ada di sana merasa merinding dengan melihat kewibawaan serta kebijaksanaan yang diran tuturkan. Begitu juga dengan yang mulia Raja Pajajaran.


aura yang dikeluarkan diran benar-benar tidak asing baginya. namun tetap saja rak yang mulia Raja Pajajaran hanya mampu mengganggu-anggukkan kepalanya melihat kebijaksanaan putra dan putri dari Tuan Senopati.


***bersambung***