
setelah mereka selesai makan malam. kini mereka telah kembali ke penginapan yang sederhana itu. dari tadi mereka sudah berunding, bahwa mereka akan berdiskusi kepada pemilik penginapan untuk menyewa kamar penginapan selama satu bulan. setelah mereka hitung-hitung, uang yang mereka miliki cukup untuk menyewa penginapan itu. lagi pula penginapan tersebut bisa dikatakan sangatlah murah.
setelah mendapatkan kesepakatan bersama, kedua saudara itu pun langsung menemui pemilik penginapan.
"permisi nek, Apakah boleh kami berdiskusi sebentar dengan nenek...??" tanya Diran kepada nenek tua itu. nenek itu memandang kedua pemuda ini dan menganggukkan kepalanya.
"tentu saja, apa yang ingin kalian bicarakan kepada nenek." ucap nenek tua itu sambil berjalan menuju ke sebuah meja yang ada di ruangan itu dan diikuti oleh Diran serta Gayatri. sesampainya mereka di kursi tersebut, nenek itu langsung mempersilahkan keduanya untuk duduk bersamanya.
"silakan duduk.." ucap nenek tersebut dengan sopan kepada tamunya ini. pasalnya nenek ini memang tidak membeda-bedakan Siapa saja yang datang ke penginapannya. lagi pula penginapannya tidak pernah didatangi oleh para kaum bangsawan, yang datang ke penginapannya adalah orang-orang dari kalangan menengah ke bawah.
"baiklah, apa yang ingin tuan dan Nona sampaikan kepada nenek..??" Tanya nenek tersebut. nenek itu memandangi keduanya satu persatu.
"begini Nek. kami berencana akan tinggal satu bulan di penginapan ini. Jadi kami ingin menyewa kamar tersebut selama satu bulan. Apakah boleh kami melakukan hal itu..??" ucap Diran. nenek tersebut tersenyum.
"tentu saja boleh, silakan Jika kalian ingin tinggal lebih lama. lagi pula penginapan ini memang jarang disinggahi, jadi tuan dan Nona tidak perlu sungkan seperti itu." ucap nenek tua tersebut. Diran dan Gayatri tersenyum, mereka kira akan sangat sulit bernegosiasi dengan pemilik penginapan.
"terima kasih kalau begitu Nek..?" ucap Diran. Biran kemudian mengeluarkan kantong uangnya dari bajunya, kemudian ia menyerahkan semuanya kepada sang nenek. di dalamnya memang tidaklah banyak, tapi sudah sangat berlebih untuk membayar rumah penginapan itu. nenek yang menerima uang itu pun terkejut, Iya langsung menghitung-hitung uang dan mengambil apa yang menjadi haknya saja. kemudian menyerahkannya lagi kepada Diran dan Gayatri.
"ambillah nak, nenek tahu hidup di kota raja ini tidaklah mudah. jadi tuan dan nona jangan terlalu berbaik hati dan berboros." ucap nenek tersebut.
"nggak papa nek, nenek ambil saja. itu semua punya nenek, itu juga sebagai salah satu ucapan terima kasih karena nenek sudah mau berdosa hati menampung kami selama satu bulan di sini." ucap Gayatri kepada nenek tersebut. nenek itu pun tersenyum. tapi tiba-tiba nenek itu berkata lagi.
"kalau begitu, terimalah gedung penginapan yang tidak seberapa ini. sebenarnya nenek ingin menjualnya, nenek sudah tua dan sudah rentah seperti ini, sebenarnya nenek sudah tidak sanggup lagi mengurus gedung ini. hanya saja tak ada seorangpun yang mau membeli gedung bobrok saya ini. jadi sudilah kiranya, tuan dan Nona menambahkan sedikit agar penginapan bobrok ini menjadi milik tuan dan Nona seutuhnya." ucap nenek tersebut. mendengar penuturan itu, Diran terkejut, bukannya tidak ingin membeli penginapan bobrok ini, hanya saja memang mereka tidak memiliki uang untuk membeli penginapan ini.
"Baiklah nek saya setuju." ucap Gayatri. sontak saja Diran terkejut karena adiknya lagi-lagi membeli gedung. bukannya ia tidak setuju, Ini semua karena perihal uang yang mereka miliki itu tidak ada.
"dek.. kamu yakin ingin membeli penginapan ini..?" tanya Diran kepada Gayatri, Gayatri pun hanya menganggukkan kepalanya tanda yang ditanyakan kakaknya itu benar adanya.
Diran sejenak menarik nafasnya mendengar keputusan sang adik. namun ia tidak bertanya lebih jauh lagi, Diran yakin pasti adiknya memang memiliki uang lebih. namun yang menjadi pertanyaannya sekarang..?? dari mana ia mendapatkan uang yang lebih untuk membeli kedua gedung ini, pertama adalah toko untuk membuka rumah makan dan yang kedua adalah penginapan.
"terima kasih Tuan dan Nona sudah mau membeli penginapan saya ini. harganya tidak terlalu mahal. tapi saya juga tidak akan mengatakan berapa banyak yang akan Nona dan Tuan berikan. tuan dan Nona mau menambahkan berapa terserah." ucap nenek tersebut. tanpa banyak bicara, Gayatri langsung mengeluarkan satu tail emas dari balik bajunya dan menyerahkannya kepada sang nenek.
"kalau begitu nenek ambillah.." ucap Gayatri kepada nenek itu. nenek itu pun dengan senang hati menerima uang satu tail dari Gayatri.
"terima kasih nona.." ucap nenek tersebut dengan senyum sumringai, Iya sangat senang Akhirnya ada yang mau membeli penginapan bobrok ini sehingga ia bisa menghabiskan masa tuanya di rumah.
***bersambung***