Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Hukum Adat


Sean kaget ketika melihat pria tua tersebut marah-marah di depan semua orang yang hadir di sana.


"Berani-beraninya kau membawa kabur calon pengantin ku!" Cecar lelaki tersebut kembali.


Degan tenang Sean menghampiri pria tua tersebut. Pria itu sedikit kaget melihat mobil yang digunakan Sean, yakni Ferari 414 fista. Seketika mata pria tua itu melotot. Ia baru menyadari jika Sean bukan orang sembarangan.


"Siapa yang merebut calon istrimu? " tanya Sean sambil mencekak pinggangnya ke hadapan pria tersebut.


Beberapa bodyguard Kakek Toni mengadang Sean, tapi Sean tak gentar.


"Kau yang telah merebutnya dan membawanya kabur. Kau bisa kena hukum adat di sini. Karena Hesti itu calon istri ku, orang tuanya sendiri sudah setuju dengan pernikahan ini. "


Kakek tua itu bicara lantang, Namun, saat itu ia berada di belakang para pengawalnya, menyembunyikan wajahnya.


Sean menyimak tuduhan yang dilanyangkan kepadanya dengan santai. Kemudian ia menyilang kedua lengannya di dada.


Sejenak suasana hening, orang tua tersebut seperti tak mendapat perlawanan dari Sean.


"Jika aku membawanya kabur ,emangnya kenapa? apa masalah mu? " tanya Sean dengan tatapan tajam, menantang kearah pria tua tersebut.


"Bearti kau harus membayar denda, karena melanggar aturan kampung kami. Jika tidak kau tak akan bisa lolos hidup-hidup di sini!. "


Para pemuda mulai berdatangan menghampiri Sean, jika harus berduel satu lawan satu, tentu mereka tak akan berani. Tapi karena mereka beramai-ramai maka mereka yakin bisa menghabisi Sean dengan menggukumnya secara masal.


Ketua kampung tiba-tiba datang menghampiri Sean melewati blokade para pemuda kampung yang sudah siap dengan senjatanya.


"Ada apa ini? " tanya Kepala kampung kepada mereka semua.


"Dia telah membawa kabur salah satu gadis di kampung kita Pak! Dan dia tak mau membayar denda, malah sok jago! " cecar salah seorang pemuda, seperti para pemuda itu sudah di persiapkan sebelumnya oleh kakek Toni. Karena dua orang suruhan pak Toni yang melihat Hesti pergi bersama pemuda asing. Mereka sengaja memprovokasi warga yang memang mudah untuk di provokasi untuk menghabisi Sean, dengan dalil hukum adat.


***


"Apa benar yang di tuduhkan itu? " tanya kepala kampung kepada Sean.


"Tidak benar! " Jawab Sean santai.


"Baiklah sebaiknya kita bicarakan baik-baik, mungkin anda belum terlalu paham dengan aturan kampung kami. " Pak Kepala kampung.


Sean di persilahkan masuk, begitupun Hesti.


Hesti kembali berkumpul dengan keluarganya.


Ayah dan ibunya terlihat senang karena Hesti telah kembali, dan pernikahannya dengan kakek Toni akan tetap berlangsung, dengan demikian keluarga mereka bisa terbebas dari jerat hutang.


"Dari mana saja kamu Hesti, Ibu khawatir. Jika kamu tak datang dan membatalkan pernikahan ini, kita di paksa menyerahkan sertifikat tanah dan malam ini pula kita harus keluar dari rumah ini, hiks. "


"Hesti ngak mau nikah Bu. Ada Om Sean yang akan membantu melunasi hutang-hutang bapak, hiks " Hesti.


"Tapi kita sudah terikat perjanjian dengan pak Toni, Nak. "


"Ibu tenang saja, Biar Om Sean yang akan mengurusnya. " Hesti.


"Hesti kamu yakin sekali, dia itu orang asing. Apa dia iklas membantu kita? atau ada sesuatu yang dia harapkan. "


"Tenang saja Bu, Om Sean itu orang baik Bu. " ucap Hesti seraya mengusap pundak ibunya yang terlihat begitu cemas.


***


Sean, kepala kampung, bapak Hesti dan juga kakek tua itu duduk di ruang tamu keluarga Hesti yang sempit tersebut.


Para tamu yang hadir menyingkir dari ruang tamu, tapi mereka tak pulang, mereka penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Selain itu , para gadis kampung juga tak bosan-bosannya melihat wajah tampan Sean. Mereka terpesona karena bisa melihat secara langsung pria tampan yang biasanya cuma bisa mereka lihat di dalam serial Televisi.


"Kami mendapatkan laporan jika anda telah membawa kabur, calon istri dari Pak Toni, apa benar? " tanya kepala kampung.


"Tidak benar Pak! Saya justru ingin menyelamatkan Hesti. Dia kabur dan tak ingin menikah dengan laki-laki tua tersebut, " jawab Sean seraya melirik kearah pria tua yang memang tak sadar diri tersebut.


"Apa pun masalahnya, saya tidak Terima, calon istri saya di bawa kabur hingga pulang sudah malam seperti ini. Jangan-jangan si Hesti sudah di apa-apa kan oleh dia ," tunjuk pak Toni.


Pak Toni sengaja menfitnah Sean dengan berbagai cara agar warga sekitar jadi tersulut emosi, dan melakukan tindakan brutal terhadap Sean.


"Lalu apa yang bapak inginkan? "tanya Sean.


Pria tersebut membelalakan matanya.Karena kesal.


"Dua puluh juta. " Kakek Toni.


"Hah! tapi saya cuma pinjam sepuluh juta Pak! " Sanggah dengan nada protes,Pak Damar orang tua Hesti.


"Hey! hutang itu sudah dua tahun, kau pikir tak ada bunganya apa?! " dengus Toni.


Baiklah, Sean menarik tas ranselnya kemudian mengeluarkan segepok uang yang di tariknya di ATM . Sean menghitung uang pecahan seratus ribu tersebut dan mengambilnya lima puluh lembar, sisanya ia serahkan kepada pak Toni.


"Lunas pak! " Sean.


"Alhamdulillah. " Pak Damar dan ibunda Hesti bersujud syukur, mereka punerasa lega.


Pak Toni menghitung uang merah-merah tersebut, setelah selesai ia memasukkannya ke dalam tas pinggangnya. Tampak kecewaan pada raut wajahnya


"Karena hutang keluarga Hesti lunas saya minta jangan ganggu Hesti dan keluarganya lagi, dan saya juga permisi kalau begitu. " Sean.


"Hesti ayo keluarkan belanjaan kamu dari mobil ! " Sean.


"Baik Om. "


Sean pikir semuanya akan selesai begitu saja jika ia sudah melunasi hutang keluarga Hesti dengan pak tua Toni.


Tapi menurut orang-orang kampung, kebaikan Sean tersebut karena ada maksud tertentu. Mereka berfikir jika Hesti telah menjual dirinya kepada Sean hingga beredar rumor seketika itu juga jika Hesti telah jadi pe*lacur demi membayar hutang ayahnya.


"Tidak secepat itu anak muda! Anda telah bersama dengan Hesti lebih dari dua belas jam. Dan kami tak tahu apa yang telah terjadi pada kalian berdua saat itu. Dan kenapa anda secara suka rela membayar hutang keluarga Hesti dengan jumlah yang tak sedikit. Pasti ada transaksi haram yang telah kalian sepakati," tuduh Pak kepala kampung.


"Maksudnya Pak? " tanya Sean. Sebenarnya Sean mengerti maksud mereka, hanya saja ia ingin memperjelas.


"Anda tak boleh keluar dari kampung ini sebelum membayar hutang dari hukum adat. " Pak kepala kampung.


Sean menelan salivanya.


"Hukum adat? "


"Iya, di desa kami, Jika ada seorang pria yang membawa kabur, atau pergi bersama dengan salah satu gadis di kampung ini, mereka harus membayar hukum adat. "


"Tapi saya tidak melakukan apapun pada Hesti! " Sean.


"Alah pencuri mana ada yang mau ngaku! " sahut salah seorang warga. Keadaan pun semakin ricuh.


Mereka mendesak Sean untuk mengakui perbuatan yang tak di lakukannya, ada oknum tertentu yang semakin memanasi warga untuk mencelakai Sean.


"Tenang! Tenang! "Pak kepala kampung mengangkat tangannya untuk menenangkan warga yang sudah ingin menyerbu Sean.


Karena perintah kepala kampung, akhirnya mereka menahan diri untuk tak berbuat anarkis terhadap Sean.


"Tenang saudara-saudara! Tidak baik kita bertindak anarkis, demi nama baik kampung kita sendiri, sebaiknya kita pilih jalan damai, siapa tahu tamu kita mau bertanggung jawab. " kepala Kampung.


"Tapi Pak! Dia telah mencemari kampung kita, pasti ia telah menodai Hesti kemudian sengaja mengembalikan Hesti yang sudah berbuat nista itu, kembali ke kampung kita, supaya kampung kita terkena sial dari dampak perbuatan mereka. Hesti juga harus keluar dari kampung ini! " cecar salah seorang warga yang sengaja memprovokasi.


Baiklah Pak, kita bisaselesaikan dengan nak


"Justru karena itu, kita minta saudara ini untuk menikahi Hesti, kemudian membawa Hesti keluar dari kampung ini, agar tak menjadi aib bagi kita semua! " Pak kepala kampung.


Mendengar hal itu, Sean benar-benar syok.


Begitupun Hesti dan keluarganya yang menangis histeris.


Sean menelan salivanya.


'Apa? Menikah? ' batin Sean.


Bersambung..,besok lagi ya. Tenang saja seminggu ini author crazy up kok,doakan saja agar author nya ngak crazy duluan ya he he .


Terima kasih yang sudah memberikan dukungan kepada author baik berupa,like vote, komentar dan ada juga yang memberi tips. Terima kasih banyak ya. jumpa lagi esok, insha Allah


Assalamu'alaikum wr. wb.