Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Kembar


Mayang dan Andre masuk ke dalam mobil mereka, sedangkan para bodyguard menggunakan mobil lainnya. Satu mobil membawa Doggie si anjing pelacak dan pawangnya . Sementara satu mobil lagi untuk para bodyguard yang bertugas mengawal sang istri.


Sebelum ke kantor Andre menyempatkan diri mengantar Mayang.


Di dalam mobil Andre tampak masih khawatir dan ragu.


"Mas kenapa sih, kamu diam saja? " tanya Mayang.


"Ngak, aku khawatir saja melepaskan mu sendiri. "


Andre mengusap kepala Mayang dengan wajah yang fokus ke arah depan.


"Ngak usah khawatir lah. Lagi pula ngak ada yang tahu juga kan, jika aku ini istri dari tuan Andre yang di takuti karena menghantui tujuh lautan, he he. "canda Mayang.


Andre tersenyum seraya mencubit mesra pipi sang istri.


"Memangnya aku ini playing ducthman apa? menghantui tujuh lautan. "


"Ehm, Habisnya sampai segitunya sih. Kesannya jadi lebay gitu. "


"Biar saja orang bilang lebay, mereka saja ngak tahu, betapa aku takut kehilangan dirimu. " Andre.


"Hm kamu kok jadi makin sweet gini sih Mas. Tapi aku janji bakalan Hati-hati. "


Mayang menyandarkan kepalanya ke bahu.


"Iya, kamu harus Hati-hati. "Andre.


"Ehm, gitu dong. Aku cuma ke Mall Mas, bukan ke medan perang. " Mayang.


"Hm, kita ngak pernah tahu Sayang, bahaya bisa mengintai kita dimana saja kita berada. "


***


Tak berapa lama kemudian mobil mereka berhenti di depan loby sebuah mall.


"Sudah sampai! " seru Mayang, ia langsung membuka pintu mobil.


"Sayang kamu yakin tak mau aku temani?! "tanya Andre yang mulai tak yakin.


Mayang hanya menyunggingkan senyum tipis." Jadi istri mantan mafia itu harus berani Sayang, " ucapnya sambil mengedipkan mata kearah Andre.


"Baiklah, kalau gitu jaga dirimu. Hubungi aku jika terjadi sesuatu. " Andre mengeluarkan kartu sakti unlimited. Dengan kartu tersebut Mayang bisa belanja sekaligus menarik uang tunai.


"Oke. " Mayang mengecup bibir suami sebagai salam perpisahan.


Mayang turun dari mobil, rasanya ia sudah tak sabar ingin menginjakkan kaki di pusat perbelanjaan yang terbesardi kotanya tersebut, sebelumnya ia hanya bisa melihat-melihat barang-barang di sana saja tanpa terpikir bisa membelinya.


Dua orang pengawal menjaga jarak mereka, agar tak terlalu kentara jika Mayang sedang di awasi.


Langkah Mayang mantap menuju sebuah toko pakaian.


Sebagai seorang wanita, tentunya dirinya juga memiliki hasrat belanja. Apalagi sejak kecil ia tak pernah di perkenankan membeli pakaiannya sendiri. Semua tersedia dari panti, begitupun ayahnya juga tak pernah membawanya Jalan-jalan ke tempat wisata atau sekedar cuci mata ataupun membelikan mainan.


Mayang masuk ke sebuah toko yang menjual lingerie dan pakaian dalam.


"Aku beli lingerie dan pakaian dalam di sini saja, sudah pada sempit semua pakaian ku. "


Mayang masuk dan mulai memilih beberapa pakaian yang ia butuhkan setelah membayar, Kemudian ia kembali berjalan dan memasuki sebuah toko yang pakaian yang cukup ramai di kunjungi. Ia pun masuk dengan melenggang kedalam toko tersebut. Rasanya ia mulai menikmati hidup sebagai istri Sultan.


Mayang kembali berburu beberapa pakaian yang ada di toko tersebut , puas memilih-milih ia pun mencoba men fitting pakaian yang sudah ia pilih di kamar pas.


Meski berbelanja sendiri. Namun, Mayang tampak asik, sementara dua bodyguard nya selalu mengawasinya dari jarak jauh.


Setelah keluar dari kamar pass Mayang membawa pakaian tersebut ke kasir,kebetulan ia melihat Andre yang juga tengah mencari-cari sesuatu di tempat tersebut.


"Ehm, Mas Andre pasti lagi mencari ku, aku kerjain ah."


Mayang jalan mengendap-ngendap mendekati Andre kemudian ia memeluknya dari belakang.


"Lagi cari aku ya Mas? " Mayang.


Lelaki tersebut pun menoleh ke arah Mayang, kemudian menatap Mayang heran.


Mayang membelalakan matanya dengan setengah sadar ia melepaskan pelukannya.


Mayang menatap lekat pria yang begitu mirip dengan suaminya tersebut. Ia pun coba mengendus mencium aroma tubuh sang pria. Benar saja, pria tersebut memang memiliki wajah yang mirip sekali dengan suaminya, tapi tidak dengan aroma tubuhnya.


"Maaf aku salah orang. " Mayang.


Pria tersebut menatapnya dengan tajam kemudian berlalu begitu saja darinya.


Mayang masih terbungkam, ia masih tak percaya jika ada orang yang begitu mirip dengan suaminya tapi bukan Andre.


"Mbak, pakaian jadi? " tanya seorang pelayanan toko kepada Mayang, seketika lamunan Mayang terhenti, ia langsung tersadar.


"Iya Mbak jadi. "


"Biar saya bantu Mbak, "ucap pelayanan tersebut ketika melihat Mayang yang kerepotan membawa beberapa pakaian yang telah ia pilih.


Mayang lupa pada kejadian barusan, langsung saja ia menghampiri kasir untuk membayar. Setelah itu ia pun keluar dengan membawa beberapa paper bag.


"Biar kami yang bawa Nyonya."Seorang dari bodyguard pun menawarkan diri untuk membantu Mayang.


"Ehm, boleh."Mayang menyodorkan belanjaannya yang cukup bayak dan berat tersebut kepada bodyguard nya.Selain pakaian, ia juga membeli sepatu dan tas.


Baru beberapa langkah perutnya berbunyi.


Kreak...


"Si kembar ku sudah lapar rupanya, "guman Mayang sambil mengelus perutnya.


Tiba-tiba langkahnya terhenti ketika ia menyebut si kembar.


"Kembar? Bukannya Mas Andre punya saudara kembar. " guman Mayang.


"Ops!" Mayang menutup mulutnya. "Ya ampun kenapa aku bisa lupa seperti ini sih. " Mayang meraih smartphonenya kemudian mencari kontak Andre.


Beberapa saat menunggumu, akhirnya Andre mengangkat telpon tersebut.


"Hallo Sayang, ada apa? " tanya Andre.


"Mas aku baru saja melihat laki-laki yang memiliki kemiripan seperti kamu Mas. " Mayang.


"Apa mirip dengan ku? "


"Iya Mas mirip banget! saking mirip nya aku sampai memeluknya dari belakang. Karena aku pikir itu kamu Mas. "


Andre terdiam beberapa saat,


'Andreas? ' guman Andre. Sejenak hening tanpa suara.


"Mas kamu masih di sana? "tanya Mayang.


"Iya sayang, kamu tunggu di sana, sebentar lagi aku jemput kamu. "


Andre menutup telponnya kemudian , kembali menelpon seseorang.


"Kalian cari laki-laki yang mirip dengan ku! Sekarang juga di sekitar mall tersebut! " titah Andre.


"Baik Tuan. "


Andre menyimpan ponsel pintar nya kedalam saku jas, kemudian ia menghampiri para peserta rapat.


"Maaf, Rapat hari ini saya tutup. Karena saya ada urusan yang mendadak, besok kita lanjutkan kembali. " Andre.


Setelah itu Andre segera menuju mobil menuju mall di mana Mayang berada di sana.


Jika Andreas masih hidup dan berada di sekitar mereka, bearti musuh ayahnya juga ada di sini. Andre takut terjadi sesuatu pada Mayang. Jika musuh besar mereka tahu siapa Mayang, bukan tak mungkin mereka akan menghabisi keluarganya.


Andre menelpon para bodyguardnya untuk memperketat pengawalan terhadap Mayang. Ia sendiri langsung meluncur untuk menjemput sang istri.


'Mereka telah kembali, sayangnya sampai saat ini aku belum tahu secara pasti, siapa yang menjadi musuh abadi keluarga ku. ' batin Andre.


Bersambung. Insha Allah satu bab lagi