Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Penyerangan


Setelah satu hampir satu hari di rawat, Mayang belum juga sadar. 


Andre mengusap wajah dengan kasarnya, dengan kelopak mata yang basah melihat ke arah istrinya yang masih tak sadarkan diri. 


Dirabanya kembali wajah Mayang yang terlihat pucat. 


" Aku tak akan biarkan orang yang menyakitimu itu bebas, Sayang. "


Mayang pernah meminta suaminya untuk berjanji, agar tidak menghabisi nyawa orang lain, karena ingat dengan janji tersebutlah Andre masih menahan dirinya. 


Suara getaran smartphone terdengar di atas nakas. 


Tanpa melihat siapa yang menelpon Andre langsung mengangkat telepon tersebut. 


" Hallo, Assalamualaikum Daddy, " sapa Raya dengan lidah cadelnya. 


" Waalaikumsalam, Sayang," ucap Andre dengan suara parau menahan kesedihan. 


Ia sama sekali belum memberitahu keluarga tentang keadaan Mayang saat itu. 


" Daddy, Dimana mommy? " tanya Raya dengan nada suara manjanya. 


Tubuh Andre kembali bergetar,dengan bulir bening yang menetes di pipinya. Bagaimana ia bisa mengatakan pada gadis kecil itu, jika mommy nya dalam keadaan kritis. 


Raya mendengar suara tarikan nafas Andre yang terasa berat. 


" Are you okay, Daddy? "tanya Raya. 


" Yes dear, daddy is fine. " 


Andre memijat pelipisnya, 


"Then, where is Mommy? I really miss he. "


" Mommy, ehm.. " 


" Mommy is in the bathroom." tukas Andre. 


" Oh, daddy dan mommy pulang hari ini juga kan? " tanya Raya lagi. Seperti ia memang merindukan kedua orang tua. 


" Rencananya hari ini Sayang, tapi karena urusan daddy belum selesai, mungkin besok atau lusa. " 


Andre sengaja berbohong, ia tak ingin  membuat gadis kecil dan pangeran tampannya bersedih. 


" Dimana Rayyan? " 


" Rayyan, ada di kamar daddy. Sudah dua hari ini ia gak mau keluar kamarnya. Katanya, ia ingin cepat pulang ke rumah."


Andre kembali menghempaskan nafas panjangnya. 


" Iya Sayang, secepatnya daddy dan mommy akan pulang. " Andre. 


" Okay daddy, cepat pulang ya, Muah. "


"Iya Sayang, Raya bujuk Rayyan ya. Bilang saja padanya, jika daddy dan mommy akan pulang secepatnya setelah urusan kami selesai. " Andre. 


" Oke Daddy! Assalamu'alaikum."


" Waalaikumsalam. " Keduanya menutup telepon. 


Setelah menutup telepon tersebut ia kembali menghubungi ayah mertuanya. 


Beberapa saat kemudian telepon tersambung. 


" Hallo Andre. "


" Iya Ayah mertua, aku ingin mengabarkan berita duka. "


" Berita apa Ndre? " Adiaksa tersentak kaget.


" Mayang tertembak di Las Vegas. "


Adhyaksa syok mendengar berita tersebut. 


"Tertembak! Lalu bagaimana dengan keadaannya? " tanya Adiaksa dengan cemas. 


" Masih kritis. "


" Okey Andre, saat ini juga ayah akan berangkat ke Las Vegas. " 


" Iya, Yah. Gunakan saja jet pribadi milik perusahaan Adam Williams, nanti biar aku konfirmasi pada Sean. "


" Baiklah kalau begitu, ayah segera kesana. "


***


Setelah menutup telponnya, Andre menghubungi Mr Chan. 


" Hello Mr Andre. Pasti ada hal penting jika anda menelpon saya. "


" Tentu Mr, Chan.Salah satu anggota Red Eyes telah menyerangku. Namun, mereka salah sasaran, istriku lah yang jadi korban salah sasaran mereka. "


Andre menjelaskan secara singkat kronologi penembakan Mayang, kepada Mr Chan. 


" Baiklah kalau begitu, apa yang anda inginkan Tuan? "


Red Eyes kembali membangunkan singa tidur. 


" Serangan markas Red Eyes! Nyatakan perang kepada mereka! "


" Baik Tuan! Segera laksanakan perintah. 


"


Steve berada di markas utama Red Eyes di kota New York bersama dengan anggota petinggi Red Eyes termasuk Black.


Saat itu ia sedang mengatur strategi penyerangan kelompok Blue dragon.


Selama lima tahun ini, Red Eyes dan Blue Dragon memang  perang Dingin. 


Steve tak sempat melanjutkan kata-katanya karena dari luar terdengar suara  granat berdaya ledak sedang yang meledak. 


Duar… 


Markas Red Eyes pun terguncang dengan kaca-kaca  yang ikut bergetar. 


Semua anggota Red Eyes di buat kaget. 


" Ada apa ini?! tanya mereka semua. Beberapa saat kemudian, alarm sistem pengamanan pun berbunyi. 


Membuat mereka semakin tegang,anggota Red Eyes segera berhamburan mencari persenjataan mereka masing-masing. 


***


Di lantai bawah, Sekumpulan orang berbaju hitam dengan atribut anti peluru mencoba menerobos markas Red eyes. 


Pasukan hitam tersebut membawa senjata api laras panjang dan juga pistol di pinggang mereka, juga tameng anti peluru dengan diameter lima puluh cm . 


Pasukan Red Eyes dan Black Eyes sebelumnya memang sudah menandatangani kesepakatan damai. 


Diantara kesepakatan tersebut, ada sebuah point yang menyatakan jika mereka tak diperbolehkan melakukan penyerangan kepada  salah seorang anggota Red Eyes maupun Black Eyes, atau orang yang berkepentingan dalam kelompok tersebut, seperti Andre.Jika hal terjadi, maka secara otomatis perang akan pecah. Pihak yang diserang berhak menuntut balas. 


Duor! Duor. Anggota Red Eyes yang sedang melakukan tugasnya dikagetkan dengan kedatangan sekelompok orang yang bersenjata lengkap, datang menerobos markas mereka. 


Tak tinggal diam mereka pun melakukan perlawanan. 


Dor… dor… dor… 


Semua sistem pengamanan di markas Red Eyes tersebut di lumpuhkan. Termasuk pintu-pintu yang memiliki pengamanan ekstra. 


Setiap sudut ruangan terdengar suara kebisingan alarm dari sistem pengamanan. 


Antara anggota Red Eyes dan Black. Eyes mereka saling menyerang satu sama lain. Di saat kekacauan terjadi seorang anggota Black Eyes yang bertugas sebagai hacker mengambil alih sebuah komputer kemudian meretas jaringan kelompok Red Eyes. Ia mengunci seluruh komputer yang sedang beroperasi di kantor tersebut, kemudian hacker tersebut menanam virus yang nantinya akan merusak seluruh data-data penting Red Eyes di seluruh dunia. 


Tak hanya berduel dengan senjata, baik anggota Red Eyes maupun Black Eyes, mereka adalah orang-orang yang memiliki ilmu bela diri tinggi. 


Saling menjatuhkan , saling melawan, begitulah kekacauan yang terjadi di lantai dasar markas Red Eyes. 


Karena alarm sistem pengamanan berbunyi, anggota lainnya yang menyebar di beberapa lantai turun ke bawah. 


Anggota Red Eyes yang berada di lantai yang berbeda  tak lagi bisa melihat rekaman CCTV di setiap sudut ruangan di lantai pertama. Karena semua CCTV di lantai satu sudah dirusak oleh pasukan Black Eyes, jadi untuk melihat apa yang terjadi mereka harus turun ke lantai bawah.


Markas Red Eyes di buat kacau balau karena alarm yang terus menyala. 


Apalagi semua jaringan komputer mereka mati. Untuk memastikan apa yang terjadi, mereka pun turun ke lantai bawah dengan menggunakan tangga darurat. 


Masing-masing mereka membawa senjata untuk melindungi diri. 


Sementara satu persatu anggota Red Eyes yang menuruni tangga dilumpuhkan dengan menggunakan peluru hampa. 


Dor.. Letupan demi letupan berhasil melumpuhkan anggota Red Eyes yang turun. 


Beberapa orang sudah tergeletak di lantai, mereka mengalami luka tembak parah. 


Steve dan juga petinggi Red Eyes lainnya ikut turun, semua listrik di dalam gedung tersebut mati. 


Semua sistem dalam keadaan lumpuh,mereka tak bisa meminta pertolongan kepada anggota Red Eyes lainnya. 


Mau tak mau, petinggi Red Eyes turun ke lantai dasar untuk melihat siapa yang menyerang mereka. 


Sepuluh pemimpin markas Red Eyes dari sepuluh kota di Amerika Serikat turun dengan menggunakan tangga darurat.


Saat itu juga mereka dikepung dari berbagai arah. 


"Angkat tangan! "  Seru Jackson pemimpin Black Eyes. 


Berbagai senjata menodong mereka ketika mereka berkumpul di lantai dasar. 


Setelah mereka semua terkepung, barulah lampu penerangan yang ada di lantai dasar tersebut kembali menyala. 


Alangkah kagetnya Steve ketika melihat seluruh anggota Red Eyes ditawan dalam keadaan luka tembak. 


" Ada apa ini?! "  tanya Steve sambil mengangkat tangannya ke atas. 


Dua puluh orang menodongkan senjata ke arah sepuluh petinggi Red Eyes tersebut. sedikit saja mereka bergerak maka empat puluh senjata akan meledak pada saat yang bersamaan. 


" Tanda tangani surat kekalahan Red Eyes ini! , " ucap Jackson seraya menyodorkan selembar surat.


" Kenapa aku harus menandatangani ini? " Steve membaca beberapa point point penting di surat tersebut. 


Salah pointya adalah, Red Eyes mengakui kekalahannya terhadap Black Eyes, tak hanya itu organisasi Red Eyes harus dibubarkan.


" Dibubarkan?! " Steve melirik ke arah Jackson. 


" Semua informasi data, informasi Red Eyes di seluruh dunia sudah diretas dan dimusnahkan , Red Eyes dinyatakan kalah telak sebelum berperang.


"Kau sebagai pemimpin Red Eyes harus setuju dengan keputusan ini. Kalau tidak semua anggota Red Eyes akan akan di habisi. "


Jackson kemudian memutar video yang menunjukkan penyerangan Black eyes di berbagai kota di dunia. 


Steve semakin syok. Beberapa pistol kembali mengarahkan ke arahnya. 


" Apa masalah Black Eyes terhadap kami?! " tanya Steve bernada protes. 


" Kata kuncinya adalah Black, pimpinan Red Eyes di kota Las Vegas. Silahkan tanya sendiri apa yang dilakukan kepada tuan Andre Williams Adam. "


Steve melirik ke arah Black yang kebetulan berada di sana. 


Sementara Black begitu syok ketika namanya disebut. 


Bersambung dulu gengs, sambil nunggu author up yuk mampir di novel author yang lainya. Dengan judul : Kenapa harus menikah dengan mu.


Bagaimana ya, jika dua playboy campus jatuh cinta pada gadis yang menjadi taruhannya. Sementara gadis tersebut notabene adalah mantan pasien rumah sakit jiwa, lihat saja keseruan tiga playboy ini menemukan cinta sejatinya.


Dengan konflik ringan dan komedi yang menghibur