Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Terkuak


Sean sudah mendapatkan indentitasnya dan mengetahui secara pasti Jika Andre adalah saudaranya. Tapi ia masih ingin tahu kenapa mereka bisa terpisah. Dan kenapa John Hendrik sendiri menginginkan kehancuran Andre.


Meski ia begitu ingin bertemu Andre, tapi ia harus menahan diri agar ia bisa mengetahui secara pasti, apa rencana john Hendrik terhadap saudaranya. Meski mereka berada di dua kubu berbeda, bagi Sean darah tetap lebih kental dari pada air. Dan untuk mengetahui rencana tersebut, ia harus mengikuti semua rencana John Hendrik.Sean tak akan pernah membiarkan sesuatu yang jahat menimpa saudara kembarnya.


Sean tiba di rumahnya, kebetulan saat itu John Hendrik sudah menunggunya.


"Darimana saja kau Sean? " tanya John seraya mengamati gerak-gerik John.


Sebagai orang yang ahli dalam bidang mata-mata. Sean begitu pandai merekayasa mimik wajahnya, bahkan John Hendrik sendiri menganggap jika ia telah berhasil mencuci otak Sean dan menanamkan bibit kebencian terhadap musuh-musuhnya. Padahal sejak masuk dalam organisasi Red Eyes Sean menjadi lebih peka, ia bisa membaca ekspresi dari wajah seseorang, apakah orang tersebut berbohong atau bicara jujur. Dan sejak saat itu, Sean tahu jika apa yang di katakan oleh John semuanya adalah kebohongan.


"Aku men-print sidik jari yang ku temukan di kantor Andre kemudian membuat sarung tangan palsu dengan menggunakan sidik jarinya. "


"Ha ha ha, bagus Sean. Kau pintar sekali, kalau begitu mana sarung tangan yang kau maksud? " tanya John seraya menadahkan tangan.


Sean dengan berat hati menyerahkan sarung tangan tersebut. Namun, Untuk menghindari kecurigaan terhadap musuh, ia pun memberikan sarung tangan itu kepada John Hendrik.


"Terimakasih buah hati ku sayang.Sekarang beristirahatlah Nak.


Nanti akan ku beri tahu rencana berikutnya. " John Hendrik tersenyum puas sambil menepuk pundak Sean.


"Rencana apa? "tanya Sean.


"Ha ha nanti juga kau tahu. " John Hendrik berlalu.


Sementara Sean menatap lekaki tua tersebut dengan tatapan hampa.


***


John Hendrik kembali ke markasnya.


Di sana ia sudah di sambut beberapa orang pemimpin Blue Eyes lainya.


"Bagaimana John? Apa anak angkat mu itu bisa menyelesaikan misinya? "tanya Banest.


"Ha ha tentu saja, aku bisa memanfaatkannya. Bahkan ia tidak tahu jika aku ingin menghancurkan saudara kembarnya itu sampai ke akar-akarnya. Akan ku gunakan sarung tangan yang memiliki rumus sidik jari Andre tersebut untuk menyerang dan membantai anggota markas Red Eyes yang ada di kota ini, tak ada satu pun jejak yang tersisa kecuali sidik jari milik Andre, Dengan demikian anggota Red Eyes lainnya akan membalaskan dendam mereka pada Andre dan keluarganya. Ha ha ha," cetus John dengan tawa menyeringai.


"Lalu akan kau apakan Sean? " Banest.


"Aku apakan? Ha ha.. Sudah ku bilang akan ku habis anggota Red Eyes yang bertugas di sini, aku basmi dan babat habis, termasuk Sean. Aku tak ingin ada saksi mata apalagi pengkhianat! Andre akan lebih menderita ketika yang kedua kalinya ia melihat kematian saudara kembarnya. Ha ha. " John dengan tawa jahatnya.


"Ha ha ha. Semoga saja, misi kita memecah Red Eyes dan Black Eyes segera terlaksana. Saat keduanya saling membantai, kita manfaatkan situasi ini untuk mengembangkan sayap Blue Eyes untuk menguasai perdagangan gelap di dunia ini. " John.


"Ha ha ha . Kita tunjukkan jika orang-orang cacat seperti kita juga bisa melakukan di luar kemampuan orang-orang normal lainnya. " Banest.


" Rajesh! Sekarang perbanyak sarung tangan ini. "John melemparkan sarung tangan tersebut.


"Scan kembali sidik jari pada sarung tangan tersebut perbanyak dan cetak kembali sarung tangan tersebut sebanyak-banyaknya. Segera laksanakan sebelum Sean curiga! " John.


Alarm sinar infa red berbunyi saat pen scan-an Sarung tangan tersebut.


John dan Banest pun menghampiri Rajesh yang sedang melakukan tugasnya.


"Ada apa?! " tanya John.


"Sepertinya sarung tangan ini di tanam micro chip yang akan menghasilkan gelombang radio tuan." Rajesh


"Apa?! Maksud mu ada yang menyadap pembicaraan kita?! " tanya John dengan geram.


"Sepertinya begitu. Sean sengaja menanam micro chip di sarung tangan ini untuk mengubah getaran suara menjadi gelombang radio yang akan di Terima oleh Sean, dengan demikian ia bisa mendengar apa yang kita bicarakan. Dia juga sudah mengubah pola rumus sidik jari ini. Sepertinya ini bukan sidik jari manusia. Tapi sidik jari koala yang memang memiliki sidik jari paling mirip dengan manusia " Rajesh


John melebarkan pupilnya, dengan rahang yang mengeras. Ia pun menggenggam tangannya dengan kuat.


"Kurang ajar Sean! Berani sekali ia menyadap pembicaraan ku! "


Banest dan pemimpin yang lain juga ikut menggeram, karena bisa-bisanya mereka terperangkap oleh jebakan mereka sendiri.


"Pasukan Blue Eyes! " Teriak John.


Beberapa puluh orang datang menghampiri John.


"Ada apa Tuan?! "


"Cari dan habisi Sean! "


"Yang lainnya cepat bergegas. Jika informasi ini di bocorkan Sean ke Red Eyes maupun Black Eyes. Maka kita semua akan punah. Kita tak mungkin mampu melawan salah satu dari mereka, apalagi kau keduanya menyerang sekaligus! " teriak John.


"Baik Tuan! segera laksanakan. "


"Yang terpenting habisi Sean dulu. Saat ini ia pasti sedang mencari keberadaan saudaranya! "


"Periksa semua akses jalan menuju kantor dan rumah Andre. Bergerak secepatnya! " John mulai merasakan panik.


"Siap Tuan! "


Beberapa anggota geng Blue Eyes pun bergerak menuju titik yang yang mereka duga Sean akan pergi menemui Andre.


Sementara John dan pemimpin Blue Eyes lainnya bersiap melarikan diri dengan helikopter mereka.


Bersambung, mau sambungan lagi? berikan dukungannya ya, dengan like, vote dan hadiah, saran dan komentar juga jangan lupa. He he author banyak maunya ya 😊😊.


Selamat pagi dan selamat beraktivitas, semua kita semua di beri kesehatan dan keselamatan sepanjang hari Aamiin.