
Adiaksa meringkuk di dalam jeruji besi, tatapan matanya kosong, ia sendiri tak menyangka jika emosi tersebut berakibat fatal.
Adelia dan Resti datang menghampiri Adiaksa yang seperti orang stress duduk melamun dengan rambut yang di acak-acak.
"Papi! " seru Adelia. Tapi Adiaksa juga tak menoleh.
"Papi! Papi! " teriak Adelia berkali-kali.
Barulah Adiaksa menoleh."Melihat sang istri barulah Adiaksa menghampiri mereka. "Mami bebaskan aku Mami! papi ngak mau di penjara Mami! "
"Tenang Papi, besok Mami akan menghubungi pengacara kita Papi, kita minta bantuan pengacara kita untuk membebaskan Papi dengan uang jaminan. " Adelia.
Sekarang Papi istirahat saja biar Mami yang membereskan semuanya.
"Tapi Mami jika sampai rekan bisnis Papi tahu jika Papi di penjara karena kasus penganiayaan, bisa-bisa mereka menolak bermitra bersama kita Papi, bisnis kita bisa hancur, apalagi pak Bondan juga salah satu pengusaha sukses yang punya banyak relasi, nama baik Papi akan hancur Mami! "
"Papi tenang saja Papi, untuk apa kita punya menantu yang berkuasa kalau bisa tidak bisa kita manfaatkan. " Adelia.
Adiaksa mendelik, "Apa maksud kamu Mami? " tanya Adiaksa.
"Yah minta tolong sama Andre lah, siapa lagi. " Adelia
"Aduh Mami, kamu jangan buat harga diri Papi jatuh di mata Andre. Jangan main-main dengan Andre Mami. Papi ngak ingin Mayang yang kembali jadi korban. Kita tak pernah tahu apakah Andre benar-benar mencintai Mayang atau itu hanya gimiknya agar Mayang berada di dalam kekuasaannya. " Adiaksa.
"Papi! yang papi pikirkan itu Mayang. Mayang terus, apa Papi ngak pikirkan Masib Resti bagaimana? " tanya Adelia.
"Pokoknya Mami juga harus menyelamatkan nasib Resti, terserah Papi setuju atau tidak! "
Adelia langsung berpaling dan meninggalkan Adiaksa.
"Ayo Resti! Papi mu susah di atur makanya hidupnya selalu sial! "
"Mami! Mami! tunggu Mami, Jangan ganggu Mayang lagi Mami, kasihan Mayang Mami! Sudah cukup Mayang menderita Mami!" Adiaksa berteriak sambil mencoba mendobrak jeruji besi tapi tak di gubris oleh Adelia.
Adiaksa hanya bisa berlutut dan terpuruk, keadaan akan semakin runyam jika ia tak secepatnya keluar dari penjara.
***
Setelah menikmati makan malam romantis,Andre membawa Mayang berkeliling di rumah mereka.
Agar Mayang tak lagi sungkan di rumah yang kini sudah jadi miliknya tersebut. Selain menunjukkan taman bunga , Andre juga menunjukkan koleksi anjing-anjing galak yang biasanya di tugaskan untuk menjalankan beberapa misinya.
Mereka menuju sebuah bangunan seperti Aula di Belakang bangunan utama rumah Andre, ternyata di sana lah Andre memelihara anjing-anjing kesayangannya.
Anjing-anjing tersebut terus melolong dan menggonggong, sebelum Andre masuk, hingga penjaga mereka kewalahan mendiamkan mereka. Namun, ketika Andre masuk dan Anjing-anjing itu melihat Andre, seketika mereka menjadi jinak, semuanya pun terdiam seolah mengikuti satu komando.
Ada juga yang menggonggong sekali kearah Andre, untuk mencari perhatian.
Mayang ketakutan melihat Anjing-anjing yang terlihat garang dan menakutkan tersebut. Ia pun memeluk lengan Andre.
"Mas aku takut." Mayang.
"Hah, apa mereka mengerti? " tanya Mayang.
Ehm, Andre menghentakkan kakinya, seketika anjing-anjing tersebut memperhatikan dan fokus ke arah Andre, lalu Andre merangkul dan mencium pipi Mayang dengan lekat di hadapan anjing-anjing tersebut.
Andre membelai-belai Mayang dengan penuh kasih sayang.
Anjing-anjing tersebut memperhatikan Andre dan Mayang, sementara Mayang jadi ketakutan ketika anjing-anjing tersebut melirik ke arah mereka.
"Mas kenapa sih, pamer kemesraan di depan anjing? aneh deh" bisik Mayang sembari menyembunyikan tubuhnya di belakang Andre karena masih takut.
Andre hanya tersenyum, "Sekarang ikut aku."
Andre pun menghampiri seekor anjing berjenis Belgian malinois.
"Dia Doggie, Anjing-anjing ini biasa aku gunakan untuk melacak para musuh-musuh ku, biasanya sebulan atau dua bulan sekali aku melatih insting mereka dengan cara berburu di hutan," Papar andre sambil mengusap punggung anjing tersebut.
Anjing-anjing itu terlihat patuh kepada Andre.
"Jika aku mencium dan memelukmu di hadapan para anjing-anjing ini, mereka akan mengenali mu sebagai orang yang aku sayang. Mereka akan melindungi mu, jika kau hilang atau kau kabur, maka aku akan mudah mencari mu dengan bantuan mereka. " Andre.
Mayang syok, sampai melototkan bola matanya.
"Uih menyeramkan, seperti aku akan terjebak selamanya di sini," ucap Mayang seraya memutar bola matanya.
Andre tersenyum, "Siapa suruh lari dari ku, Sekali masuk, kau tak akan pernah keluar. lagi Sayang, " ucap Andre kemudian mencium pipi Mayang.
"Kau tenang saja Sayang, semua ini aku lakukan untuk menjaga mu. Setelah ini, kemana kau pergi, kau bisa di lacak oleh anjing-anjing ini. Jika ada berniat jahat pada mu, aku dengan mudah menemukan dengan cepat. "
"Anjing-anjing ini sudah terlatih. Mereka begitu patuh dan setia. "
"Jadi, jika aku pergi, Anjing-anjing itu ikut bersama ku?! " tanyanya dengan nada keberatsn
"Jika kau pergi, akan ada satu mobil lagi yang juga ikut bersama mu, mobil tersebut adalah mobil bodyguard lengkap dengan senjata dan anjing-anjing perburuan. Anjing akan tetap berada di dalam mobil, kecuali kau butuh bantuan,nanti aku beri fluit khusus untuk memanggil mereka,Kau akan aman sayang. " Andre pun tersenyum.
"Kalau begitu ,sekarang aku bisa bebas dong berkeliaran tanpa masker Jalan-jalan ke luar? " tanya Mayang.
Andre menggangguk. Ia pun merangkul Mayang menunjukkan pada anjing tersebut jika Mayang adalah orang yang begitu Andre sayang, jadi secara otomatis tugas Anjing-anjing tersebut adalah melindungi Mayang.
"Ayo kita dekati anjing-anjing ini satu persatu biarkan dia mendengus dan mencium aroma tubuhmu, biarkan mereka mengenali mu. Suatu saat kau pasti butuh bantuan mereka. " Andre.
Mayang berhenti sejenak. Ia memperhatikan Andre beberapa saat.
'Aku tak tahu pria seperti apa yang aku nikahi. Andre terlihat biasa saja, tapi kenapa ia melakukan perlindungan untuk seperti ini. Apa semua ini karena Andre mantan bos mafia, tapi kenapa sampai saat ini dia masih terlihat berkuasa. ' batin Mayang.
"Ayo Sayang, setelah ini aku masih punya sesuatu yang akan aku tunjukkan pada mu. " Andre.
Mayang pun mengikuti kemana arah Andre membawanya.
Bersambung dulu gengs, jangan lupa dukungan u author ya, like komen rate 5 vote dan hadiah. tekan ikon love maka kalian bisa mendapatkan notifikasi updatenya, trima kasih