
Mendengar ucapan Pak Bondan, tak ayal lagi Adiaksa yang sudah kehilangan kesabaran tersebut mendorong kuat tubuh Pak Bondan hingga beliau terlentang.
"Kurang ajar! " Buk.. Satu pukulan mendarat di pipi Pak Bondan.
Pak Bondan tak tinggal diam, ia berusaha untuk melawan, tapi tenaga Adiaksa terlalu kuat.
"Buk," pukulan menghantam bagian pipi kiri.
"Papi!"Mona mencoba menolong dengan menarik kemeja Adiaksa. Tapi Tangannya di tarik oleh Adelia.
"Mau ngapain kamu hah? ! "
Resti hanya bengong, kejadian tersebut sunguh tak di sangka-sangka. "Sudah Papi! sudah!hiks hiks," Resti ketakutan.
"Lepaskan?! " Mona coba memberontak, ia coba melepaskan cengraman Adelia, tapi Sia- sia.
Adiaksa masih memimpin pergulatan. Saat ini pak Bondan hanya mampu menahan dan menangkis serangan dari Adiaksa.
Pergulatan semakin sengit saja, Adiaksa benar-benar emosi kala itu, berkali-kali ia coba untuk menyerang wajah pak Bondan.
"Mami tolong Mami! " teriak Bondan karena merasa terdesak, tubuhnya terasa sakit semua, karena pukulan mendarat tak hanya di wajah tapi juga di bagian perut
"Papi! Papi! "Mona coba melepaskan cengraman Adelia untuk menolong suaminya, Namun Sia- sia.
Adelia terus menggenggam erat tangan Mona, hingga wanita tersebut tak berhasil melepaskan diri.
Buk, Buk .
Tanpa ampun Adiaksa langsung menyerang wajah pak Bondan. Tak sampai di situ, ia pun langsung duduk di atas perut buncit pak Bondan hingga pak Bondan semakin terdesak.
Dengan brutal ia menyerang secara bertubi-tubi pada bagian tubuh yang tak terlindungi.
"Kurang ajar! Berani-beraninya kau bicara seperti itu pada kami! "
Buk.. buk.'. seperti di atas angin,Adiaksa mendaratkan pukulan tersebut secara membabi buta.
Kejadian begitu cepat, hingga pak Bondan tak sempat menghindar
"Tolong! tolong! " Mona berusaha melerai, tapi Adelia menahan tubuhnya dan menutup mulut Mona,sementara Resti menangis ketakutan.
"Papi! sudah papi, hiks hiks. jangan bikin kacau papi hiks hiks," tangis Resti pecah, ia pun berlutut menangis karena tubuhnya yang gemetar.
"Hajar terus pi! hajar terus! " Adelia semakin menyemangati.
Asisten rumah tangga langsung menghampiri mereka karena mendengar suara ribut-ribut.
" Ada apa Nya?" tanya mereka.
"Panggil pak Satpam dan laporkan mereka Bik! " perintah Mona.
"Baik Nya."
"lepaskan," Mona coba memberontak kembali melepaskan diri dari gengaman Adelia.
Pak Bondan yang bertubuh gempal memang kesulitan bergerak . Ia hanya bisa pasrah menunggu pertolongan.
Beberapa saat kemudian dua orang satpam datang menghampiri mereka.
"Berhenti! " teriak Satpam tersebut.
Salah satunya menarik kemeja yang Adiaksa kenakan. Hingga tubuh Adiaksa terangkat dan terpaksa melepaskan serangannya.
"Anda tidak sopan! Anda bisa di penjara karena melakukan penyerangan pada tuan rumah. "Satpam.
Tubuh Adiaksa jadi gemetar. Melihat perbuatannya yang hampir membunuh pak Bondan.
Mona menjerit melihat suaminya yang babak belur dengan hidung dan bibir yang berdarah.
Pak Bondan sudah tak berdaya, ia pun pingsan.
"Hiks hiks hiks, Papi.. " Mona menangis memeluk Adiaksa.
"Kalian semua akan saya laporkan ke polisi hikss.. hiks. Tunggu saja pembalasan dari saya!" ancaman Mona.
"Panggil ambulan! " Teriak Mona lagi.
"Hiks Papi. " Mona mengangkat kepala pak Bondan agar suaminya bisa bernapas dengan lega.
Satpam tersebut memborgol tangan Adiaksa agar tak meronta.
Melihat pak Bondan yang tak sadarkan diri ia pun khawatir.
Adiaksa mengatur napasnya, ia juga khilaf tak menyangka pukulan membuat pak Bondan hampir mati.
"Rasain kamu! mampus kalian! ha ha. "
Adelia kegirangan melihat Mona menangisi suaminya.
"Jangan bergerak! " seru polisi.
Suara tersebut mengagetkan mereka, mereka pun menoleh ke asal polisi yang berlari kecil menghampiri mereka
"Hah polisi? " Adelia kaget dan panik begitupun Adiaksa .
"Tangkap mereka pak! " seru Mona,
Polisi langsung mengamankan Adiaksa yang sudah di borgol oleh satpam.
"Ikut kami ke kantor polisi! "
"Tidak bisa Pak! Suami saya tidak bersalah mereka yang menghina-hina putri saya. "
Cegah Adelia seraya menahan suaminya agar tak dibawa.
"Tidak pak,!merekalah yang membuat onar di rumah kami! tangkap saja pak," sahut Mona.
"Ayo ikut ke kantor polisi, biar Anda jelaskan di sana saja. "
"Tapi pak, suami saya tidak bersalah. " Adelia.
"Anda juga ikut kami, nanti saja biar tim penyidikan yang memutuskan bersalah atau tidaknya. "
"Tidak mau Pak, saya tak mau ikut.Saya tidak bersalah! " Adelia terus memberontak.
"Dia juga Pak! bawa juga perempuan itu! " Mona menunjuk Adelia.
"Ayo Nyonya, Anda di periksa sebagai saksi, tolong ikuti saja kami, sebelum kami bertindak lebih tegas lagi. " polisi.
Adelia tak bisa lagi mengelak, ia pun terpaksa ikut, sementara Resti menangis tersedu-sedu, ia tak menyangka tak jika keadaan bertambah buruk saja.
Polisi menarik tangan Adiaksa yang sudah di borgol. Membawanya ke mobil.
Sementara Mona juga membawa Pak Bondan menuju rumah sakit.
Resti terpaksa ikut di dalam mobil polisi bersama kedua orang tuanya.
Bersambung, jika memungkinkan author up satu lagi. 😘😍😍