Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Rencana


Setelah beberapa hari keadaan Sean semakin membaik.


Andre dan Mayang membereskan barang-barang mereka untuk di bawa pulang. Setelah semua siapa ketiga keluar dari ruangan perawatan tersebut, masih dengan pengawalan ketat.


Mereka pun tiba di lobby dan langsung masuk kedalam mobil.Beberaa saat kemudian mereka pun tiba di mention Andre.


Setelah tiba tempat di depan pintu, Andre turun duluan untuk membantu sang istri yang kesulitan keluar dari mobil karena perutnya yang besar.


Sean keluar dari mobil, ia pun mengamati keadaan sekitar rumah tersebut. Menang ia merasa tak asing dengan keadaan rumah tersebut, tapi tetap saja ia tak bisa mengingat apa yang terjadi padanya di masa lalu.


"Ayo Sean Masuk! " seru Andre ketika melihat Sean yang tengah mengamatinya bagian luar rumah mereka.


Sean menggangguk kemudian ikut masuk dalam rumah tersebut.


Seperti biasanya asisten rumah tangga mereka akan berbaris menyambut kedatangan sang tuan dan nyonya rumah. Tapi saat ini mereka begitu kaget ketika melihat kehadiran seseorang yang menyerupai tuan rumah. Namun, tak ada yang berani bertanya tentang Sean.


"Selamat siang tuan dan nyonya. " Asisten.


"Siang. Saya ingin kalian melayani kebutuhan saudara saya di rumah ini. Seperti kalian melayani saya dan istri saya. " Andre.


"Baik Tuan. "


"Ya sudah, kembali ke tugas kalian Masing-masing! " titah Andre.


"Baik permisi Tuan. " Para Asisten pun membubarkan diri.


"Mas aku ke kamar ya. Mau ganti baju, dan beristirahat sebentar. " Mayang.


"Iya, istirahatlah. Aku akan mengantar Sean ke kamarnya. Kami ingin bernostalgia beberapa saat. " Andre.


"Ehm. Selamat bernostalgia. " Mayang.


Mayang langsung menuju lantai atas kamarnya. Sementara Andre mengantar Andreas menuju kamar utama di rumah tersebut yang ada di lantai satu.


"Ayo Sean, aku antar kau untuk beristirahat. " Andre


Sean mengikuti kemana saudaranya tersebut membawanya.


Sesampainya di kamar ,Andre membuka kamar tersebut. Baru saja pintu kamar terbuka, Mata Sean terkunci pada foto keluarga yang terpampang di dinding.


Sean langsung mendekat kearah foto tersebut. Kemudian ia menatapnya dengan seksama. Bulir benih perlahan menetes mengalir di pipinya. Sean tak tahu siapa Orang-orang di foto tersebut. Namun, entah kenapa ada debaran aneh ketika ia menyentuh permukaan foto tersebut.


Andre mendekat kemudian menepuk pundak Sean." Kau ingat Sean, itu keluarga kita Sean. Dulu kita hidup begitu damai dan bahagia. Sampai seseorang merusak kebahagiaan kita sekeluarga. Seseorang menculik mu. Saat itu Daddy berusaha mencari keberadaan mu hingga ia menghabiskan waktu untuk berkeliling dunia dan meninggalkan aku dan mommy. Ketika usia remaja aku sudah mengikuti pelatih bela diri untuk anggota Black Eyes. Dan Mommy tinggal sendiri dirumah. Mungkin saja saat itu mommy kesepian hingga ia khilaf, Mommy berselingkuh bersama asisten Daddy, dan... "


Andre menjedah Kata-katanya. Membuat Sean semakin penasaran.


"Malam itu aku dan Daddy pulang ke rumah. Karena hari sudah larut malam, aku pun memutuskan untuk tidur. Setelah Berbulan-bulan tak pulang, Daddy bermaksud memberi kejutan untuk mommy. Tanpa di duga justru Daddylah yang mendapatkan kejutan. Malam itu aku mendengar tiga tembakan di ruang bawah. Aku yang baru saja menyimpan tas ransel, langsung berlari menghampiri kamar tersebut. Dan Kali ini aku yang kaget. Ketika melihat tiga orang tergeletak dengan kepala yang bocor akibat tertembus timah panas. Darah mengalir membasahi lantai kamar ini. Tubuh ku bergetar ketika itu. Namun, aku berusaha untuk menutupi tubuh mommy yang tergeletak tanpa busana sehelai pun hiks. Tak ada pesan dari kedua orang kita sebelum mereka pergi, mereka meninggal aku sendiri dalam keadaan trauma yang mendalam. "


Sean melihat kesedihan di wajah Andre. Andre pun melanjutkan penuturannya.


"Namun , hasil penyelidikan mengungkapkan motif dari tragedi tersebut adalah perselingkuhan yang mengakibatkan Daddy membunuhmu kedua orang tersebut, kemudian menembak dirinya sendiri. Saat itu aku hancur sehancur hancurnya. Aku begitu dendam dengan orang yang telah merampas kebahagiaan kita. " Andre kembali menitikan air matanya.


Sean menatap Andre. "Aku tahu siapa yang menyebabkan keluarga kita terpisah. " Sean.


Andre beralih menatap Sean, seolah bertanya siapa orang tersebut.


"Dia adalah John Hendrik, Dan aku tahu seluk beluk tempat persembunyiannya. "


"John Hendrik?! sudah kuduga. "


"Hm, Kalau kau mau kita bisa bawa pasukan kita untuk memburu mereka. " Sean.


Andre menatap Sean sekilas.


"Tapi aku tak ingin istriku sampai tahu hal ini. " Andre.


"Ha ha, kau tenang saja biar aku yang melakukannya.Ini sudah jadi tugas ku," ucap Sean sambil membuka kemejanya.


Andre kaget melihat beberapa bekas luka dalam dan luka bakar di tubuh Sean.


"Lihatlah beberapa luka bakar ini. Aku rasa ini adalah perbuatan John Hendrik. Karena sejak kecil aku hidup bersamanya.Dan dia mengaku sebagai ayah kandung ku. Kurasa dialah yang menculik dan menyiksa ku,hingga aku mengalami geger otak" Sean menatap lurus dengan nanar.


Andre ikut geram. Begitu inginya dia menghabisi John.


"Tapi kau masih butuh perawatan. Nanti saja jika keadaan mu sudah membaik. " Andre.


"Tenang saja. Aku salah satu pasukan elit dari Red Eyes. Luka seperti ini tak membuatku lemah. Siapkan helikopter. Besok aku akan berangkat."


"Hm. kau yakin? Aku juga ingin melihat orang yang telah mencelakai mu. Aku ingin ikut. " Andre.


"Sudahlah, turuti saja istri mu. Kalau kau ikut, dia pasti khawatir. Dan dalam pencarian ku kali ini kita tak tahu memakan waktu berapa lama. Belum lagi resikonya. Kasihan istrimu, dia tengah mengandung, kau jaga saja dia. " Sean.


"Baiklah. Tapi setelah tugas mu selesai. kau harus segera pulang. " Andre.


Sean menepuk pundak Andre." Tenang saja, aku pasti pulang. Aku masih ingin menghabiskan waktu bersama mu. "


Andre tersenyum. "Aku menunggu mu. " Andre.


Bersambung satu lagi guys. Jangan lupa likenya ya.