
Baru saja, berada di dalam mobil, Mayang sudah mendapat panggilan masuk dari ayahnya.
Melihat di layar handphone tersebut dari ayahnya, Mayang segera mengangkat panggilan masuk itu.
Mobil pun terus melaju meninggalkan halaman parkir dari rumah mereka.
"Hallo Yah. "
"Mayang, adik kamu Raga sekarang berada di rumah sakit Nak. Keadaannya begitu memprihatinkankan hiks. " terdengar vibra kesedihan dari nada bicara Adiaksa.
"Memangnya Raga kenapa Yah? "
"Raga over dosis, penyalahgunaan narkoba, hiks. Ayah jadi sedih Mayang," ucap Adiaksa seperti ingin menangis.
Mendengar hal tersebut, Mayang juga sedih, karena ia begitu menyayangi sang ayah.
"Oh iya Yah, kebetulan Mayang sekeluarga ingin bertemu dengan kakeknya mas Andre. Nanti Mayang akan singgah di rumah sakit ."
"Iya Nak. Kehadiran mu sedikit bisa mengobati kesedihan ayah saat ini. " Adiaksa.
Setelah berbincang sejenak, keduanya memutus sambungan.
Mayang tak seberapa kaget, ia sendiri tak terlalu peduli dengan adiknya.Resti dan Raga tak pernah menganggap Mayang sebagai saudara, begitupun Mayang. Raga dan Resti seperti orang asing. Karena mereka tak pernah bicara meski hanya berbasa-basi atau saling tegur sapa. Hanya saja agar sang ayah tak sedih.
"Mas kita singgah ke rumah sakit Mawar ya Mas. "
"Ada apa? " tanya Andre yang tak terlalu mendengar obrolan Mayang, karena saat itu ia juga sedang ngobrol bersama Sean.
"Raga overdosis Mas. " Mayang.
"Raga? Raga siapa?! " tanya Andre seraya melirik curiga ke arah Mayang.
"Raga itu adik ku Mas! " Sahut Mayang seraya melotot karena melihat tatapan curiga dari Andre. Emangnya kamu ngak dengar apa yang nelpon barusan itu ayah. "
"Kok aku baru tahu kamu punya saudara laki-laki Yank. Kamu juga ngak pernah cerita."
"Apa yang mau aku ceritakan pada kamu, Bukannya selama delapan belas tahun aku tinggal di panti asuhan. Kapan adik ku itu lahir , aku juga ngak pernah tahu. Dan setelah delapan belas tahun, barulah aku di jemput oleh ayah. Baru beberapa hari di rumah mereka aku sudah tinggal di rumah kamu sebagai barang jaminan. keluar dari rumah kamu aku juga tinggal di kostan. Jadi aku sendiri ngak tahu terlalu banyak tentang keluarga ku. " Mayang.
Andre sendiri kaget, Baru kali ini Mayang bercerita, selama hampir dua bulan bersama, Mayang tak pernah bercerita tentang keluarganya. Hanya Andre saja yang sering berkeluh kesah kepada sang istri.
"Kok bisa sih ayah kamu bersikap ngak adil sama kamu?! "tanya Andre sedikit terpancing emosi.
"Bisalah. Menurut Ibu panti asuhan yang mengasuh ibu ku,Katanya ibuku itu ngak di terima kakek dari ayahku. Kata mereka ibu ku itu pembawa sial, karena setelah kelahiran ibu ku, kedua orang tua ibuku juga meninggal. Selain itu, di bawah telinga ibu ada tahilalat, yang menurut kepercayaan kakek ku, konon katanya perempuan seperti itu hanya akan membawa sial bagi keluarganya. Begitupun anak yang di lahirkannya. "
"Awalnya ayahku tak percaya, karena ia begitu mencintai ibu, mereka tetap melanjutkan pernikahan meski tak di restui. Hingga ibuku hamil dan melahirkan ku, Dan hal yang sama terjadi lagi. Setelah melahirkan ku, ibu ku meninggal di meja operasi. Di tambah lagi dengan usaha ayah yang bangkrut setelah aku lahir Dan hal itu semakin menguatkan, jika aku ini anak pembawa sial. Mereka pun mengasingkan ku di panti asuhan yang sama dengan ibuku. "
"Ibu panti sendiri bercerita, menurut kakek ku, jika ayah terhindar dari kesialan, ayah harus segera menikah lagi.Jadi ayah pun menuruti permintaan ayahnya, Dan selama delapan belas tahun,aku tak pernah bertemu dengan kakek ku sekali pun. Itu karena ia tak pernah sudi bertemu dengan diriku, cucunya yang dianggap hanya membawa petaka dalam keluarganya, hiks " bulir bening perlahan menetes di pipi Mayang yang terlihat begitu sedih.
Melihat sang istri yang terlihat sedih, Andre pun merangkul dan memeluknya, kemudian ia mendaratkan beberapa kecupan pada pucuk kepala Mayang.
"Biar saja mereka beranggapan seperti apapun terhadap mu, karena bagiku kau adalah dewi keberuntungan ku. Buktinya sebentar lagi kita akan punya dua malaikat kecil sekaligus, dan aku tak pernah merasa beruntung seperti ini ," ucap Andre sambil memeluk Mayang semakin erat.
Mayang menyembunyikan wajah sedihnya di balik dada bidang sang suami.
Sementara Sean juga merasa miris dengan penuturan Mayang. Mereka punya kemiripan kisah.
Bedanya Sean di pisahkan dari keluarganya karena kasus penculikan dan balas dendam, sementara Mayang justru di pisahkan dari keluarganya karena hal yang tak realistis.
Beberapa saat mereka pun tiba di rumah sakit.
Andre dan Sean yang melewati koridor rumah sakit mendadak jadi pusat perhatian orang-orang yang berjalan melewati mereka.
Selain bentuk tubuh mereka yang proposional dengan wajah yang tampan, keduanya tampak begitu mirip, bak pindah di belah dua.
Mereka pun tiba di ruang perawatan Raga dan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Permisi, Assalamu'alaikum. " Mayang.
"Waalaikum sallam. " Adiaksa.
Melihat Mayang hadir dengan dua pria tampan di kedua sisinya, Adelia sempat heran kenapa tiba-tiba saja Andre berubah menjadi dua, padahal saat itu dirinya mengkhawatirkan keadaan Raga yang tak kunjung sadar. Adelia mengira semua karena halusinasi nya saja karena terlalu tertekan dan terlalu banyak menangis. Untuk memastikan hal tersebut, Beberapa kali Adelia mengucek matanya, dan tetap saja sama, si Andre tetap jadi dua. "
Mayang menghampiri sang ayah yang terlihat sedih dan putus asa.
"Ayah," sapa Mayang lembut.
Melihat Mayang, Adiaksa langsung memeluk putrinya tersebut.
"Mayang hiks hiks," Adiaksa seolah-olah meluapkan kesedihannya di pelukan Mayang. Sejujurnya dalam hati Adiaksa ia merasakan jika semua yang menimpa keluarga dan anak-anaknya beberapa waktu ini, karena perbuatannya yang bersikap tak adil terhadap Mayang. Adiaksa pun menangis.
"Maafkan ayah Mayang mungkin ini karma karena ayah sudah menelantarkan kamu sejak kecil, hiks hiks. " Adiaksa menangis pilu dengan menyesali dirinya sendiri.
"Sudahlah yah, ngak usah sedih lagi. Anggap saja ini cobaan untuk ayah dan keluarga," ucap Mayang sambil mengusap punggung sang ayah. Mereka berdua pun berbincang-bincang. Andre dan Sean memilih duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
Adelia yang duduk di samping Raga, melirik kearah dua pria tampan tersebut.
'Ehm, ternyata mereka kembar, pantes saja Mayang bisa hamil anak kembar. ' batin Adelia.
Matanya kembali melirik kearah Sean.
'Andai si Resti bisa menikahi dengan saudaranya Andre, pasti hidup Resti akan seperti Mayang. ' batin Adelia kembali sembari sesekali melirik ke arah Sean yang tengah ngobrol bersama Andre.
Beberapa saat berikutnya, Resti kembali ke kamar dengan wajah yang di Teluk tujuh belas lipatan.
"Ih kesel banget sama si Ferdi, di hubungi tapi ngak pernah di angkat, padahal lagi online nih, " dengus Resti seraya menggutak-katik handphonenya.
Adelia bersungut-sungut. " Terang saja ngak di angkat, orang suami kamu itu ngak pernah peduli dengan keluarga kita, palingan dua lagi senang-senang dengan teman-temannya.kamu saja yang bodoh ."
"Mami apaan sih, kenapa sih mami selalu negatif thinking terhadap Ferdi. Ferdi itu sayang mi sama aku! Kalau ngak dia pasti ngak mau bertanggung jawab atas anak yang ku kandung, " sahut Resti dengan nada sedikit berbisik.
"Belain saja terus, pokoknya seret kamu melahirkan kamu harus bercerai dengan Ferdi, mami akan pilihkan jodoh yang terbaik untuk kamu. " Adelia.
"Ih ngatur saja! Ngak mau! " dengus Resti, karena kesal ia pun menjauhi Adelia, dan berjalan menuju sofa, Resti tetap menatap layar smartphone nya hingga tak menyadari jika Andre dan Seanjuga duduk di sofa yang sama.
Karena kaget akan kehadiran Resti yang duduk di sampingnya, Sean pun menoleh, begitupun Resti yang sempat kaget melihat Andre yang berubah jadi dua orang.
Namun, karena Resti oranya cuek, dia abaikan saja, kemudian ia kembali melakukan sambungan telepon kepada Ferdi.
Begitupun Sean yang kembali berbincang bersama Andre, Namun perbincangan mereka tidak lagi menyakut hal pribadi seperti sebelumnya.
Melihat Sean dan Resti yang bersebelahan, Mulai timbul niat jahat Adelia kembali.
'Ehm Sepertinya Resti cocok sekali dengan saudaranya Andre tersebut. bagaimana kalau setelah melahirkan nanti aku suruh Ferdi menceraikan Resti, Setelah itu aku coba mendekati saudaranya si Andre agar dia mau menikahi Resti, dengan demikian hidupku dan putriku akan selalu berada dalam kesenangan. Dan kami bisa menjatuhkan perusahaan si Bondan itu, 'batin Adelia dengan senyuman menyeringai nya.
Bersambung.
Masih satu bab lagi untuk hari ini ya reade, please mumpung senin bagi votenya dong.