Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Kamar Bayi


Andre dan Mayang berada di sebuah ruangan yang telah selesai di renovasi.


Ruang tersebut berada di sebelah kamar mereka, yang akan di gunakan sebagai kamar bayi mereka nantinya.


Ada satu tempat tidur king size di ruangan tersebut, ada pula dua box bayi yang sudah di siapkan. Ada pula lemari pakaian yang bergambar karakter dari Spiderman dan Iron man, ada pula bathtub khusus untuk bayi yang baru lahir. Dengan wallpaper dari karakter salah satu action figure dari tokoh marvel.


"Bagaimana sayang dengan dekorasinya? " tanya Andre, pada Mayang.


"Bagus Mas, aku suka banget!Tapi kalau anak kita lahir perempuan, gimana? " Meski begitu Mayang terlihat puas


"Aku renovasi lagi. Apa sih yang ngak untuk kamu dan putra kita. " Andre.


"Ehm, ngak perlu juga. Mereka juga belum ngerti kan, masih bayi. Lagian kalau anak kita cewek, aku ingin dia tomboy saja. Ngak cengeng. "


"Seperti kamu? " Andre.


"Iya seperti kamu juga, kan anak kita berdua," ucap Mayang sambil mencolek hidung Andre.


"Harus itu, "ucap Andre sambil merangkul Mayang untuk masuk ke dalam kamar tersebut.


"Wah, ngak sia-sia aku habiskan waktu berjam-jam bersama Arsitek untuk mendisain ruangan ini. " Mayang kagum dengan hasil kerja arsitek yang Andre bawa langsung dari swiss


Selain keduanya, Sean dan Hesti juga ada di kamar tersebut. Untuk melihat kamar calon keponakan mereka.


"Wah. keren sekali kamar ini Ya,. Sayang, nanti anak kita lahir, kita juga buat ruangan seperti ini Ya. " Hesti.


Sean tersenyum.


"Iya, kalau rumah kita sudah jadi! "Sean.


"Semoga setelah aku melahirkan rumah kita sudah Jadi ya, sayang. Karena nanti setelah lahiran semua keluarga aku mau datang kerumah kita.Ada Ibu aku, adik-adik aku, paman dan bibi aku dan masih banyak lagi keluarga ku yang ingin datang melihat anak kita. Boleh kan Sayang? " tanya Hesti dengan senyum nyengirnya


Sean mengkerutkan dahinya menghitung jumlah keluarga Hesti yang pasti tak bisa di hitung dengan jari.


" Boleh, . Bawa sekampung juga boleh," jawab Sean dengan senyum nyengir juga.


"Ngak Ah. Aku masih dendam dengan orang kampung. " Hesti.


"Ngak usah dendam. Mungkin itu cara Tuhan mempertemukan kita. " Sean.


"He he, kamu benar juga, kalau bukan karena orang kampung yang menuduh aku, pasti sekarang bukan mengandung anak kamu, tapi si tua bangka itu," dengus Hesti.


"Mungkin jika bukan karena orang kampung sampai sekarang aku belum punya istri. "


Keduanya pun masuk dan melihat-lihat ruangan tersebut.


***


Mayang mendekat kearah dua box bayi.


"Aduh Mas udah ngak sabar, ingin lihat putra-putra kita lahir di dunia ini,"ucap Mayang sambil mengusap permukaan box.


Andre memeluk Mayang dari belakang.


" Bener sayang, Aku juga ngak sabar untuk main-main bersama putra-putra kita. Mereka pasti lucu-lucu. " Andre.


"Hm, masa' sih, aku menyebalkan. "


"Nyebelin banget Mas, " sahut Mayang.


" Biar nyebelin, Tapi kamu sayang dan cinta kan sama aku? tanya Andre sambil mendaratkan kecupan pada ceruk leher Mayang. Ia pun semakin mempererat pelukannya.


Mayang tersenyum seraya, memutar tubuhnya kemudian mencium pipi Andre.


"Sayang banget, malah," ucap Mayang seraya meraba wajah tampan sangat suami dan menatapnya dengan penuh cinta.


Andre meraih telapak Mayang, kemudian menciumnya.


"I love you so much. "Andre.


"Me too. "


Keduanya saling menatap penuh cinta. Kemudian mereka berdua menyatukan keningnya.


Mayang melingkarkan pergelangan tangannya pada leher Andre.


"Kamu tahu ngak Yank. Setelah sekian lamanya baru kali ini aku benar-benar merasa bahagia. Aku seperti jadi lelaki sejati, punya anak dan istri. Punya keluarga yang utuh.


"Aku juga Mas, baru kali ini aku merasakan indahnya memiliki keluarga. Ada kamu, Ada Hesti dan juga Sean, Dan sebentar lagi kita akan memiliki dua anak dan keponakan yang akan menambah hangatnya keluarga kita." Mayang.


"Rumah yang biasanya sepi sekarang jadi rame. Aku juga berencana membawa kakek di sini. Aku ingin mengurus kakek, semoga saja dia mau. "


"Iya Mas, aku juga maunya seperti itu, karena seumur hidup aku ngak pernah lihat kakek ku. "Bola mata Mayang berkaca-kaca saat mengatakan hal yang demikian. Teringat akan masa lalunya.


"Tenang saja, sebagai kepala keluarga aku akan jaga keutuhan rumah tangga kita. " Andre.


Ha ha, Mayang memeluk erat suaminya.


"Itu yang aku suka dari kamu Mas. Kita belajar dari kesalahan di masa lalu, untuk jadi pelajaran agar tak mengulangi kembali." Mayang.


Hesti dan Sean ikut bahagia melihat kebahagiaan saudaranya. Sean memeluk Hesti dari belakang. Seraya mengusap perut Hesti yang sudah membuncit.


"Sebentar lagi kita juga akan merasakan hal yang sama dengan mereka. "


"Ehm, Hesti tersenyum seraya mengusap perutnya. Aku juga ingin punya anak kembar. "


"Aku juga. " Sean.


"Kembali ke kamar yuk, jangan ganggu mereka. " Sean.


"Alah bilang saja kamu mau minta jatahkan? " Hesti.


"Tau saja. "


Keduanya pun saling melemparkan senyum, keluar dari ruang tersebut, meninggalkan Andre dan Sean.


Bersambung. ada satu bab lagi.