
Adelia dan Resti pulang dengan hati yang dongkol.
"Berani sekali si Mayang itu mengusir kita dari rumahnya! Dia pikir karena suaminya itu berkuasa dia bisa seenaknya. Lihat saja nanti akan ku buat dia menyesali kata-katanya, Semoga saja setelah melahirkan si Andre itu melemparkan Mayang kembali ke jalanan. Setelah itu, jika dia ingin kembali ke rumah kita lagi, Mami akan usir dia lagi sama seperti dia mengusir kita ."
Resti semakin kesal mendengar ocehan mami nya.
"Huaa hua Mami dari tadi ngoceh terus. Sekarang pikiran bagai nasib ku Mi!Aku kan ngak bisa balas pengkhianatan Ferdi, apalagi aku ngak bisa melanjutkan sekolah lagi. Pokoknya aku mau keluar negri mau melahirkan di sana saja! Setelah itu aku mau kembali sekolah. Dan balas dendam ke Ferdi! Hua hua. " Resti kembali menangis, tapi kali ini bukan akting.
"Kamu bisa diam ngak sih! kamu pikir tinggal di luar negeri itu murah apa?! Apalagi keadaan perusahaan papi belum stabil. Dan sekarang Papi di penjara! Mami pusing Resti! Mana adik kamu si Raga ngak perduli sedikitpun dengan keadaan kita saat ini. Keluyuran ngak pulang-pulang! "
Adelia semakin stress karena memikirkan kedua anaknya, belum lagi sang suami yang masuk ke penjara yang bisa berdampak pada perekonomian mereka.
Resti masih menangis tersedu-sedu.
"Hiks hik, Terus bagaimana dengan nasib aku. Aku ngak mau keluar rumah kalau begini. hiks hik" Tangis Resti sambil terisak-isak.
Adelia mengacak-ngacak rambutnya karena bising mendengar tangisan Resti.
"Diam Resti!" Bentak Adelia.
Resti pun menghentikan tangisan karena di bentak oleh sang Mami.
"Kalau kamu nangis terus bagaimana mami bisa berpikir jernih! Kamu pikir mami ngak malu sama Teman-teman sosialita Mami! sudah sekarang Mami antar kamu pulang kerumah, sebaiknya kamu tak keluar dari rumah dengan perut buncit! Biar nanti Mami pikiran cara lainya. "Adelia.
Resti tak punya cara lain kecuali menurut saja.Ia coba untuk diam dengan menahan isak tangisannya.
Beberapa menit kemudian mereka pun tiba di rumah. Resti kaget ketika melihat sebuah mobil yang tak asing lagi.
'Ferdi? ' Resti berguman dalam hati kemudian berhenti menangis.
Di teras depan rumah mereka, Adelia melihat Ferdi yang masih menggunakan seragam sekolahnya.
Tanpa menunggu lagi, setelah memarkirkan mobilnya, Adelia langsung menghampiri Ferdi. Begitu pun Resti yang ikut emosi melihat kehadiran Ferdi.
"Hey Ferdi ngapain kamu kemari?! " tanya Adelia dengan nada membentak.
"Ehm, saya mencari Resti di sekolah Tante, tapi ternyata Resti tak sekolah," Jawab Ferdi santai , seolah-olah tak ada masalah.
"Eh gimana Resti bisa sekolah jika perutnya sudah kamu buncitin! Mana kamu ngak tanggung Jawab lagi! " cecar Adelia.
Resti menghampiri Ferdi dengan memasang mode marah.
"Itu dia Tante , kenapa saya datang kemari. Saya ingin bertanggung jawab kepada Resti. Ya meskipun orang tua saya tak merestui nya. Tapi saya cinta sama Resti Tante. Karena itu saya bersedia bertanggung jawab."
Mendengar Kata-kata cinta dari mulut Ferdi, Resti yang awalnya marah dan dendam perlahan melunak.
"Jangan harap kamu bisa nikahin si Resti! Saya sudah punya calon mantu terbaik untuknya! Ngak kayak kamu! " ucap Adelia berbohong.
"Calon menantu?! Tapi saya mencintai Resti Tante, biar saja kami menikah. " Ferdi.
"Ngak bisa! Karena orang tua kamu itu! papinya Resti sekarang di penjara. Kalau kamu cinta sama Resti buktiin dulu! Kamu suruh orang tua kamu cabut tuntutan mereka! Barulah saya setuju."
"Hah? Tapi Tente itu urusan kedua orang tua saya dan tante sendiri. Saya ingin bertanggung jawab karena saya sangat mencintai Resti, saya juga tak peduli dengan apa yang terjadi diantara kalian, saya hanya peduli pada Resti dan calon anak kami! "
Adelia menatap wajah Ferdi yang terlihat berbicara dengan serius.
Mendengar ungkapan cinta dari Ferdi ,Resti semakin terharu dan semakin luluh.
"Iya Mami restui saja pernikahan kami! Biar saja Ferdi yang bertanggung jawab. " Resti.
"Tidak bisa! Saya akan Terima kamu sebagai menantu! tapi keluarga kamu harus minta maaf kepada kami terlebih dahulu dan mencabut tuntutan mereka titik." ancam Adelia.
"Tapi Tante perut Resti akan membesar? apa tante ngak malu?! Punya anak yang hamil di luar nikah! saya sudah berniat baik ingin bertanggung jawab tapi Tante justru menolak! Saya tak bisa meminta orang tua saya untuk mencabut tuntutan tersebut karena apa yang om lakukan terhadap Papi saya sudah kelewatan! Papi saya hampir mati! " Ferdi.
"Sudahlah jika Tante tak mau juga ngak apa-apa toh yang rugi juga tante dan Resti!Kalau gitu saya permisi ! " Lanjut Ferdi.
Ferdi pun berlalu meninggalkan mereka.
Ferdi menahan langkanya.
Sementara Adelia membelalak matanya, melihat Resti yang menahan kepergian Ferdi.
"Resti apa-apan kamu?! jangan mau sama dia! Biar saja dia pergi, emangnya laki-laki di dunia ini cuma dia saja. " dengus Adelia sambil menarik tangan Resti.
Mendengar hal tersebut Ferdi langsung menoleh ke arah Resti
"Mungkin Mami kamu benar Resti! kamu jaga saja anak kita, semoga ada laki-laki yang mencintai kamu, seperti aku mencintai kamu,"ucap Ferdi dengan wajah sedihnya. Ferdi pun ingin beranjak tapi kembali tangannya di tarik oleh Resti.
"Ngak Ferdi, aku cuma mau nikah sama kamu, hiks. "Resti kembali menangis.
Sebenarnya Resti memang begitu mencintai Ferdi, hingga ia sanggup melakukan apa saja demi Ferdi.
Melihat hal itu, Adelia menjadi galau.
Rasanya sulit menerima Ferdi sebagai menantu, tapi jika tidak Ferdi, siapa lagi yang mau bertanggung jawab terhadap anak yang di kandung Resti.
Resti menarik tangan Ferdi kemudian mereka menghampiri Adelia.
"Please Mami biarkan kami menikah, Kami saling mencintai. Apa Mami tega membiarkan Resti melahirkan tanpa suami hiks hiks. "tutur Resti dengan sedikit mengiba.
"Iya Tante, saya akan bertanggung jawab pada Resti, saya akan bekerja cari uang sendiri untuk rumah tangga kami nantinya. " sambung Ferdi.
Adelia membelakaan matanya menatap ke arah Ferdi. Adelia takut ini hanya rencana Ferdi dan keluarganya, karena itu ia masih ragu.
"Ehm, saya tak bisa membuat keputusan saat ini, akan saya bicarakan sama Papinya Resti terlebih dahulu. "Adelia.
Keduanya pun merasa sedikit lega.
"Iya Tante tak apa, Yang penting masih ada harapan bagi saya untuk bersama Resti dan calon anak kami. "Ferdi.
"Iya Mami, Resti yakin kok, Papi pasti setuju," ucap Resti dengan bahagia.
"Baiklah sekarang kamu pulang saja! Tunggu saja kabar selanjutnya. " Adelia sedikit melunak.
Keduanya pun tampak bahagia, Ferdi langsung mencium punggung tangan Adelia.
"Terima kasih Tante. "Ferdi
Sementara Adelia menepis tangannya kemudian ia berlalu dari mereka berdua dengan wajah yang sinis.
Resti merasa lega, akhirnya ia bisa bersama dengan pria yang ia cinta, tak masalah seperti apapun Ferdi sebelumnya.
Ferdi membalikkan badannya menghadap Resti.
"Sayang kamu harus bisa yakinkan keluarga kamu agar kita bisa menikah. " Ferdi.
"Tentu saja sayang."
Keduanya pun saling melemparkan senyum kemudian saling memeluk
"I love you sayang," ucapnya sambil tersenyum menyeringai.
"I love you too sayang, "ucap Resti seraya tersenyum bahagia.
Bersambung dulu ya reader.
sambil nunggu author up mampir di karya author lainnya yang ngak kalah seru.
Dengan judul, Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat.