Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Tangisan Kencang


Setelah membantu persalinan, dokter dan kedua perawat tersebut bermaksud untuk ijin pamit.


"Tuan karena semua urusan saya sudah selesai, saya bermaksud undur diri "


"Oh iya terima kasih, Berikan nomor rekening anda, saat ini juga saya transfer. " Andre.


Ketiga orang tersebut memberi nomor rekening mereka. Dan saat itu juga Andre mentransfer sejumlah uang langsung dengan nominal sepuluh kali dari gaji mereka selama sebulan.


Dua orang suster menatap layar handphone dengan bola mata yang Bling-bling. Bak mendapatkan rejeki nomplok.


Setelah berbasa-basi sebentar ketiga orang tersebut memutuskan untuk pamit dan meninggalkan kedua suami istri dan sepasang anak kembar itu. Sepasang suami-istri tersebut terlihat begitu bahagia ketika menimang kedua bayi kembar mereka.


***


Hanya Bi Inah yang tahu, jika saat itu Nyonya mereka telah melakukan persalinan. Bi inahlah yang membantu menyiapkan air hangat untuk membersihkan bayi Andre.


Dari mulut bi Inahlah, para Asisten rumah tangga tahu, jika sang majikan melahirkan.


***


Waktu menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Sean dan Hesti baru masuk ke dalam rumah setelah mereka melakukan rutinitas jalan pagi.


Setelah melakukan pendinginan suhu tubuh, keduanya menghampiri meja makan.


"Loh Kok sepi sih?biasanya jam segini kakak ipar udah ada di meja makan untuk sarapan. " Sean.


Bi inah yang mendengar itu, langsung menyahut.


"Nyonya sudah melahirkan Tuan. Tadi pukul lima pagi. "


"Sudah lahiran? Lahiran dimana Bi? " tanya kedua suami istri tersebut secara serempak.


"Di ruang persalinan pribadi yang ada di lantai atas. " Bi inah.


"Hah? kok ngak ngasih tahu saya sih Bi? " Hesti.


"Lupa Nya. Abis Bibi juga panik, Tuan Andre lebih panik lagi, karena saat dokter datang, Nyonya sudah melahirkan putri pertama mereka. "


"Hah, anak mereka ternyata perempuan?! " Sean dan Hesti.


"Kembar sepasang Tuan. Lucu-lucu banget! " Bi inah.


"Wah penasaran nih. Pantesan saja si Andre ngak keluar-keluar. "Sean.


"Yuk Beb, kita lihat si kembar. " Hesti.


Keduanya pun membatalkan sarapan mereka karena penasaran dengan baby Twins keponakan mereka.


***


Di dalam kamar, tak henti-hentinya kedua pasangan suami istri tersebut menimang bayi mereka secara bergantian.


"Lihatlah sayang ,yang cewek mirip banget sama kamu ya, mana suaranya lebih nyaring kalau nangis. pasti nanti galak dan bawell nya sama seperti kamu." Andre.


"Ha ha, Iya Mas, " sahut Mayang sambil menyusui baby boy.


Oek oek Bayi perempuan tersebut langsung bangun dan menangis,padahal saat itu ia sudah tidur nyenyak.


"Hah mas, begitu di gibahin bangun kan anak kamu. Cepat di gendong saja Mas! nanti adiknya bangun karena mendengar suara kakaknya yang nyaring itu! " Mayang.


"Iya Sayang, suara tangisannya kan nyaring sekali. "


Andre meraih bayi perempuannya, Kemudian menggendongnya.


"Sayang anak Daddy. Tau aja lagi di omongin ya, cup cup cup, Jangan nangis ya. Kalau nangis Daddy cium-cium nih," kata Andre pada bayi perempuannya, sambil menggesek-gesekan kumis tipis yang bikin bayinya semakin menangis.


Oek Oek, bayi tersebut semakin menangis.


"Tuh kan jadi tambah nangis. Sini kakak sama mommy aja ya, biar dedek sama daddy." Mayang .


Andre pun menyodorkan sang putri pada Mayang. Ketika dalam pelukan Mayang, si bayi cantik itu kembali tenang.


eak oek


"Cup cup Sayang anak mommy. Musuhan ya sama Daddy. Kenapa kena brewoknya daddy ya sayang? " tanya Mayang pada bayinya.


Eak eak, Bayi tersebut seperti merespon.


Andre memeluk sang istri dari belakang. "Terima kasih ya Sayang. Kamu memang wanita hebat, kamu sudah melahirkan dua malakai kecil untuk ku. Aku pernah mendapatkan keuntungan bernilai triliunan, tapi saat itu aku tak sebahagia seperti hari ini. "


"Ehm, aku juga bahagia Mas, rasa sakit saat persalinan seperti terbayar lunas ketika melihat kedua baby twins kita yang lucu dan menggemaskan ini. "


"Lihatlah betapa lucunya mereka,mas.Apalagi yang laki-laki ini, mirip sekali sama kamu," Mayang.


"Kalau ngak mirip aku, protes dong aku. "


"Ehm, Ini baru anak daddy di gendong ngak nangis, " Andre.


Saat yang bersamaan Sean dan Hesti mendatangi kamar mereka.


Pintu kamar di gedor kencang.


Tok tok tok.


Andre segera beranjak membuka pintu dengan menggendong baby boynya.


"Taraa! "Hesti.


"Eh ada aunty. "


"Ah kakak ipar, lahiran kok ngak bilang-bilang sih. " Hesti menghampiri Mayang.


"Aduh ini pasti si cantik ya. " Hesti Kemudian ia meraih bayi tersebut kemudian menggendongnya.


Sementara Sean menggedong bayi laki-laki.


Berkali-kali, ia mencium bayi tersebut.


"Sayang Kira-kira jenis kelamin anak kita apa ya."


"Ehm, Moga saja kita seberuntung seperti mereka, memiliki sepasang anak kembar yang lucu dan menggemaskan ini. "


Hesti dan Sean ikut bahagia, ketika menimang dua bayi tersebut secara bergantian.


"Ih genesnya lihat kalian berdua. " Hesti.


Tak bosan-bosannya mereka mencium kedua bayi itu.


"Lihat sayang, Mereka saja bahagia menimang baby twins. " Andre.


"Biar saja, kita ngak usah pakai jasa babysitter, uncle dan aunty bisa di ajak gantian jaga mereka berdua. " Mayang.


"Ha ha, iya juga Ya. " Andre.


Saat tengah bercanda bersama baby twins dua orang datang menghampiri kamar mereka.


"Assalamu'alaikum. " Adiaksa.


"Waalaikum sallam, " Sahut mereka semua ketika melihat kehadiran Adiaksa.


"Eh, Opa sudah datang! " Mayang.


"Iya, Mana cucu-cucu opa yang cantik dan ganteng ini? " Adiaksa.


"Tuh sama uncle dan Aunty nya. " Mayang.


Di samping Adiaksa ada Adelia yang menatap aneh kearah Hesti.


'Siapa perempuan ini? apa dia istrinya saudara Andre? ' batin Adelia.


"Oh sini cucu Opa, Mana yang perempuan, mana yang laki-laki ini? Opa ngak bisa bedain loh. "


Adiaksa menimang salah satu dari bayi tersebut. Bayi itu tampak tenang di peluk Adiaksa.


"Siapa nama anak kalian ini? " tanya Adiaksa.


"Belum Opa, Kami menunggu kakek. Sebentar lagi Sean yang akan menjemput kakek dengan helikopter. " Andre.


Sekedar berbasa-basi, Adelia coba meraih baby girl dari tangan Hesti.


"Sini sama Oma. " Adelia.


Ketika berada di tangan Adelia baby girl terbangun, ia pun menangis sekencang-kencangnya seperti di cubit. Adelia sempat kaget.


"Cup cup jangan nangis, sama Oma ya? "


Oek Oek Oek. Bukannya diam baby girl malah menangis semakin kencang.


Hingga membuat perhatian orang-orang yang berada di sana.


Adelia panik, Ia buru-buru menyerahkan baby girl ke tangan Hesti. Seketika bayi tersebut tenang kembali ketika berada di tangan Hesti.


Adelia jadi tak enak hati ketika semua orang menatapnya dengan aneh.


'Huh, dasar bayi aneh, di gendong malah nangis. ' Batin Adelia.


Andre dan Mayang pun tersenyum, ingin rasanya mereka tertawa meliat baby girl yang tak mau di sentuh oleh Adelia. Hingga membuat wajah Adelia cemberut dan mengkerucut


Bersambung dulu ya reader. Maaf upnya dikit-dikit, karena sibuk di real.