
Mayang merasakan lelah di sekujur tubuhnya.
Ketika melihat Resti tertidur ia juga ikut berbaring di atas sofa dengan paha Andre sebagai bantal.
"Kamu pasti cape ya? " tanya Andre sambil membelai rambut panjang Mayang.
"Iya Mas. Aku sekarang mudah lelah. "
"Kalau gitu tidur saja. " Andre.
"Ngak bisa tidur Mas, kepikiran ayah. "
"Kenapa kepikiran ayah? "
"Kasihan ayah Mas, Resti dan Raga, sedang mengalami musibah. Ayah pasti kepikiran menghadapi semua ini. " Mayang.
"Klau masalah Raga, aku sarankan setelah Raga pulih, sebaiknya ia di titipkan di pesantren Kakek. Di sana ada rukiyah yang membuat perasaan jadi tenang, banyak kok mantan pecandu narkoba yang mondok di sana, awalnya mereka menolak dan ngak betah, ada yang sempat kabur malah. Tapi seiring berjalannya waktu mereka bisa jadi insani yang lebih beriman. " Andre.
"Ehm, kalau di pesantren emang bisanya seperti itu, kenapa otak kamu ngak di warasin di tempat itu aja Mas. " celetuk Mayang.
He he.
"Iya sih, tapi aku bukan pecandu narkoba, sayang. " Andre.
"Trus candu apa? "
Tangan Andre merayap pada bagian vital Mayang.
"Aku kecanduan ini, makanya ngak bisa di ruqiyah di pesantren. He he. "
"Hus dasar otak meesum kamu! "
Plak
Mayang menampar pipi Andre,
"Sakit Yang. "
"Biar ngak candu lagi," dengus Mayang.
Mayang bangkit kemudian mengambil posisi duduk.
"Jadi jika aku melahirkan nanti, kamu bisa tahan ngak Mas, sampai empat puluh hari?"
"Tahan Yank. Yang ngak tahan itu kalau jauh dari kamu, " ucap Andre sambil menarik Mayang dalam pelukannya kembali, kemudian mencium-ciumnya beberapa kali.
"Ehm, so sweet deh kamu Mas, sini aku kasi Kiss. "
Mayang mendaratkan bibirnya pada bibir Andre.
Mereka pun bcrbumbu selama beberapa saat kalau itu. Dengan mesra Andre memeluk seraya mengusap perut Mayang yang sudah sangat buncit tersebut.
Sebenarnya mereka tak bermaksud pamer kemesraan, Seperti itulah mereka jika bersama. Kesibukan Andre membuat waktu nya bersama istri semakin singkat, apalagi Andre berencana akan ambil cuti full sebelum dan sesudah Mayang melahirkan karena itulah saat-saat seperti ini adalah quality time mereka.
Resti tanpa sengaja melihat kemesraan Mayang. Hati nya semakin terasa sedih. Apalagi mengingat pengorbanan yang ia lakukan untuk Ferdi, tapi di balas perselingkuhan olehnya.
Resti kembali menangis.
"Resti, kenapa kamu menangis? " tanya Mayang.
Resti tak membalas pertanyaan Mayang, ia masih saja menangis.
Saat yang bersamaan Adelia menghampiri kamar Resti.
Melihat kedatangan sang ibunda, Resti semakin jadi menangis.
"Resti "Adelia menghampiri Resti. mengusap kepala Resti yang terlihat menangis sedih.
"Mami, hiks anak ku tak bisa di selamatkan Mi," ucap Resti seraya menangis memeluk Adelia.
"Iya Resti, Mami dengar semua dari papi. Kamu jangan bersedih hati, Mami juga, sedih. Tapi mungkin Tuhan punya rencana lain untuk masa depan kamu yang masih panjang. " Adelia.
"Hiks Ferdi tega Mi ,mengkhianati aku! Aku mau perempuan yang telah mendorong ku masuk penjara Mi! Dialah yang menyebabkan anak ku sampai meninggal, Hiks" Resti kembali menangis dalam pelukan Adelia.
"Iya Nak, Mami akan melaporkan perempuan tersebut, begitupun dengan Ferdi yang telah menyakiti kamu. " Adelia.
"Iya Mi, aku benci Ferdi. Aku ngak mau melihat dia lagi. " Resti.
Adelia tersenyum mendengar ujaran kebencian Resti terhadap Ferdi.
"Iya Resti, sudah kamu jangan nangis lagi. Sekarang kamu lanjutkan sekolah kamu saja, demi masa depan kamu, atau kamu mau Mami jodoh dengan seseorang, agar kamu bisa membalas Ferdi " Adelia.
Resti tak merespon apa-apa ia hanya menangis memeluk Adelia.
Melihat Resti yang lebih nyaman bersama Adelia. Andre dan Mayang pun bermaksud pamit undur diri.
Mayang meraih tas slempangnya.
"Bu, Mayang pamit pulang. " ucap Mayang.
"Iya, Terima kasih. " Adelia masih bersikap judes terhadap Mayang.
"Resti aku pulang dulu. " Mayang.
"Iya Terima kasih Mayang. " Resti.
"Iya Sama-sama. "
Mayang dan Andre keluar dari ruangan tersebut.Sementara Resti masih bersandar pada tubuh hangat Adelia.
'Bagus jika Resti membenci Ferdi, dengan demikian aku bisa menjodohkan dengan saudara kandung Andre, lihatlah Ferdi. Jika putri ku bisa menikahi saudaranya Andre, akan ku buat perusahaan ayahmu hancur. ' batin Adelia.
Bersambung, ada episode lagi setelah ini.
Eh autor punya rekomendasi novel keren😎
Dengan judul Anak Sultan milik ceo.
Cek yuk.