Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Usil


Mayang terbangun dan langsung melirik jam dinding yang kala itu berada pada pukul setengah empat pagi.


Setelah meregangkan otot-ototnya Mayang mengguncang tubuh Andre.


"Mas bangun Mas, bentar lagi mau sholat subuh nih. "


Ehm, Andre kembali membalikkan tubuhnya memeluk pinggang istrinya.


"Nanti dulu ya sayang, yuk kita main kuda-kudaan lagi," ajak Andre dengan mata yang tertutup.


"Ih kamu ini, aku ini lagi hamil Mas, nanti kalau keseringan bisa bahaya tau! " Mayang menepis tangan Andre, Naeun Andre kembali merangkulnya.


"Ayolah Yank, satu ronde lagi ya. Kita kan sekarang sudah jarang banget mainnya," Bujuk Andre.


"Ih, sebentar lagi kakek pasti datang bangunin kita untuk sholat shubuh. Malu Mas Sudah setua ini, setiap subuh di bangunin, " ucap Mayang sambil menepis tangan Andre, ia pun bangkit dan langsung menuju tempat tidur.


"Ehm dasar pelit !"dengus Andre seraya melirik ke Mayang yang meninggalnya begitu saja.


Tiba-tiba Andre teringat dengan pasangan pengantin baru tersebut.


"Eh bagaimana dengan Sean ya. Akh intip dulu ah. " Andre.


Secepatnya Andre bangkit kemudian memakai celana boxer nya.


Kemudian ia keluar kamar untuk mencari tahu, bagaimana pengantin baru tersebut melalui malam pertamanya.


Baru melewati kamar Sean, Andre mendengar suara berisik, suara orang yang melengkuh- lengkuh terdengar begitu lirih. Namun, cukup jelas.


"Wah lagi hot..hotnya nih. Duh sayang istriku lagi hamil, kalau ngak, sudah ku gencar habis habisan."


Andre tertawa sendiri ketika telinganya menempel pada daun pintu.Ia mencuri dengar segala sesuatu yang terjadi di balik pintu sambil sesekali tersenyum sendiri seperti orang gila sampai yang di dalam kabar telah menyelesaikan permainannya karena terdengar lengkuhan panjang di telinga Andre.


"He he sudah selesai juga. Kerjain ah. "


Andre memandangi area di sekitar ruangan tersebut. Setelah di rasa tak ada orang, Andre menggedor pintu itu dengan kencang terus dan terus tanpa jeda sampai Sean membukakan pintu untuknya


Tok tok tok...


Beberapa saat kemudian Sean terlihat di depan pintu.


Seulas senyum menyapa Sean ketika ia membuka pintu.


"Kau ternyata! "dengus Sean.


Andre tersenyum kearah Sean ketika melihat tubuh Sean di banjiri keringat dengan lilitan handuk asal-asalan.


"Ada apa? Bikin kaget saja! " gerutu Sean.


"He he, wah...wah sudah terlaksana rupanya, he he. "


Sean menatap sinis ke arah Andre, dengan muka yang masam. Baru kali ini ia melihat Sean terlihat marah padanya sehingga tak menjawab pertanyaan nya.


'Waduh, Sean bisa juga marah ya, he he. ' batin Andre seraya tersenyum nyengir.


"Mau apa sih? " dengus Sean lagi karena Andre juga tak beranjak dari tempat tersebut.


"Ngak ada apa-apa, aku kesini mau survei saja. Kalau gitu silakan di lanjutkan. Maaf mengganggu," ucap Andre seraya menakup kedua telapak tangannya, diiringi senyum yang seolah-olah mengejek Sean.


Sean tak menjawab, langsung saja ia menutup pintu Kamarnya.


"Hih da-ada saja, "dengus Sean.


"Siapa Om? " tanya Hesti.


"Biasalah orang iseng," sahut Sean.


"Ehm pasti abang ipar ya? " terka Hesti.


"Siapa lagi, gangguin saja. Maksudnya apa itu seperti ngak pernah coba saja," dengus Sean.


Beberapa saat kemudian ketika Sean baru saja mendaratkan bokongnya, pintu kamar kembali di gedor oleh seseorang.


"Ada apalagi sih Andre, iseng banget dia! " dengus Sean.


Mendengar suara pintu yang kembali di gedor, Hesti pun kembali menutupi tubuhnya dengan selimut.


Dengan sedikit kesal Sean turun dari atas ranjang. Ia pun berjalan menuju pintu kemudian membuka pintu tersebut.


"Kenapa la.." Sean kaget karena kali ini bukan Andre tapi sang kakek.


"Eh Kakek, Sean tersipu-sipu karena sang Kakek memperhatikan nya dari atas sampai bawah.


"Kakek, ada apa Kek. "


"Sebentar lagi azan, kamu harus Siap-siap karena pesantren kita akan kedatangan Kyia dari pengasuh pondok pesantren yang terbesar yang ada di Jawa Tengah. " Kakek.


"Iya Kek, baiklah. "


"Ya sudah.Kakek tunggu. Nanti kita, Sama-sama menemui beliau. "


"Iya Kek. " Sean.


***


Setelah sang kakek pergi Sean kembali menutup pintu kamarnya.


Tak ingin mengganggu sang istri, Sean langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


***


Mayang sudah selesai dengan rutinitas mandinya, ia pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.


Mayang mengedarkan pandangan kesegala arah mencari keberadaan suaminya.


Tapi tetap saja ia tak mendapati suaminya tersebut berada, di kamar.


"Kemana perginya tuh orang ya, subuh-subuh gini sudah pergi kemana? Giliran di suruh bangun, susah banget. Setelah bangun entah pergi kemana," dengus Mayang sambil merapikan tempat tidur mereka yang sedikit berantakan akibat bermain perang-perangan semalam.


Kreak ...


terdengar suara handle pintu, Mayang menoleh dan memergoki Andre senyum-senyum sendiri.


"Darimana saja Mas?! " tanya Mayang.


"Dari kamar Sean," Sahut Andre seraya meraih handuknya kemudian langsung menuju kamar mandi.


"Ngapain kesana?! pasti kamu mau gangguin mereka ya? dasar usil! " sergah Mayang.


"Ngak Yank, cuma mau bangunin mereka sholat subuh kok. "


"Alah alasan saja kamu Mas! Kamu ngintip Ya?! "


"He, ngaklah Yank! ngapain ngintip." kilah Andre.


"Awas loh! kalau ngintip nanti mata mu bintitan Mas! "


"Aduh Yank, jangan di sumpah gitu dong. Iya aku cuma nguping, ngak ngintip," tutur Andre, ia terpaksa mengaku karena tak ingin di sumpahi istrinya lagi. Karena beberapa kali sumpah Mayang terbukti kabul.


"Ih norak banget kamu Mas! Ngapain sih nguping-nguping, kayak kurang kerjaan aja. Kayak ngak pernah di kasih jatah saja! " dengus Mayang.


"Di kasih jatah sih, tapi cuma dikit gitu, seminggu cuma tiga kali. Kalau sehari tiga kali baru ngak penasaran lagi. "


"Hah, minum obat kali sehari tiga kali, dasar hyper! Sudah mandi sana! Bentar lagi Kakek pasti datang untuk gedor pintu." Mayang.


Benar saja, baru di omongin terdengar suara ketikan pintu di kamar mereka.


Tok ..tok ...


"Andre! bangun Ndre! " seru Kakek dari luar.


"Iya Kek, kami sudah bangun. Mayang lagi ganti baju Kek! " sahut Mayang dari dalam.


"Oya sudah! " Kakek pun pergi.


Ketika Mayang berbalik arah suaminya tersebut sudah melarikan diri ke kamar mandi, Andre tak ingin mendengar Mayang melanjutkan omelannya.


***


Sean baru keluar dari kamar mandi. Dilihatnya masih tertidur pulas.


Sean duduk menghampiri Hesti, sambil mengusap kepala sang istri, seketika Hesti tersadar.


"Om, kenapa? " tanya Hesti.


"Bangun dulu Yuk. Kakek sudah menunggu kita. " Sean.


Ehm, Hesti mengangguk. Meski merasa lelah dan ngantuk, tapi ia berusaha bangkit menuju tempat tidur.


Hesti bersemangat menjalani harinya, setelah merasakan kebahagiaan menjadi seorang istri.


Setelah keluar dari kamar mandi Hesti menuju meja rias, ia mengeluarkan pakaian baru yang di belinya bersama Sean kemudian memakainya.Busana Syar'i itu begitu indah dan elegan di tubuhnya. Hesti memutar tubuhnya di depan cermin. Ia merasa begitu bahagia, semua seperti mimpi, sesuatu yang sebelumnya tak mungkin ia beli kini bisa ia dapatkan dengan mudah.Selain itu, kini ia memiliki sosok pendamping yang nyaris sempurna.


Setelah berbusana lengkap, Sean dan Hesti keluar dari kamar mereka, keduanya tampak begitu mesra.Bahkan lebih mesra dari Andre dan Mayang.


Kebetulan saat itu Andre dan Mayang juga baru keluar dari kamar mereka.


Melihat kemesraan keduanya Andre mulai sirik lagi


"Mandi basah tuh! " Serunya bermaksud menggoda keduanya.


" Hus bukannya kamu mandi basah juga s " dengus Mayang.


"Andre, kenapa sih kamu selalu usil sama adek mu? ! " sahut kakek.


Sean menoleh kearah belakang.


"Rasain di tegur sama kakek! " Sean.


"Biarin! " Andre.


"Andre kamu memang ngak pernah berubah, dari kecil, selalu saja usil terhadap adik mu. " Kakek.


Sang Kakek tersenyum, kehadiran cucunya seolah-olah membangkitkan masa-masa bahagia nya ketika kedu cucunya itu masih bocah.


Karena itulah meski keduanya dewasa, sang Kakek tetap membangun mereka sebelum sholat subuh di mulai. Sama halnya ketika mereka masih kecil dulu.


'Lihatlah Anak-anak mu Adam, mereka sudah dewasa, dan mereka begitu mirip dengan kamu. Semoga saja cucu-cucu ku ini, tak memilih jalan yang salah sama seperti ayahnya,' batin Kakek.


Bersambung. masih satu part lagi untuk hari ini guys