Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Tiga Bayi


Andre langsung masuk ke ruangan tersebut karena merasa ada sesuatu yang tak beres.


"Apa yang terjadi?! " tanya Andre.


"Pasien mengalami pendapatan, akibat tekanan darah tinggi! " dokter Wina.


"Kenapa bisa dokter? umurnya saja masih muda?! "


"Umur tak menapik adanya penyakit hipertensi Tuan! biasanya dari faktor genetik, maupun fisik dari pasien sendiri. Mungkin pasien sedang banyak pikiran atau merasakan kekhawatiran yang berlebihan, " Jawab dokter Wina sambil menyuntikkan sesuatu pada bagian paha Hesti.


Andre langsung menyambut bayi laki-laki yang menangis tersebut. Sementara Sean, ia terus berusaha menyadarkan Hesti dengan menepuk-nepuk pelan pipi Hesti seraya memanggilnya.


Andre menghadap ke arah kiblat, untuk meng-azankan bayi laki-laki tersebut.


"Beib bangun Beib, sadarlah, anak kita membutuhkan kamu! " ucap Sean sambil menepuk-nepuk pipi Hesti kembali.


Dokter Wina terus berusaha menghentikan pendarahannya. Sementara suster yang lain kembali memeriksa tekanan darah Hesti.


"Berapa tekanan darah pasien? "tanya dokter Wina.


"150/ 80 dokter! " suster.


"Tak ada cara lain, kita harus bawa dia kerumah sakit. Di sana peralatan lebih canggih dan lengkap! "


Mendengar hal itu Sean semakin gelisah.


Ia terus menyadarkan Hesti, dengan menepuk-nepuk pipi Hesti, kemudian ia mencium-ciumnya sambil memanggil manggil nama Hesti. Tapi Hesti tak juga sadar.


"Tuan! pasien harus segera di larikan kerumah sakit! " dokter Wina.


"Sean persiapan istri mu! bawa dia kerumah sakit! Biar aku yang mengurusi anak mu! " Andre.


Andre menelpon orang suruhannya. Untuk menyiapkan ambulan. Andre memiliki ambulan sendiri. Ambulan tersebut beroperasi untuk masyarakat yang kurang mampu. Atas permintaan sang istri.


Andre juga telah membangun sebuah lift yang bisa di gunakan dalam keadaan darurat.


Setelah persiapan singkat, Hesti langsung di bawa menuju rumah sakit.


Sementara Andre masih menggendong bayi tersebut.


Andre begitu binggung, Bayi tersebut tak berhenti menangis.


"Cup cup sayang! kamu mau apa sih, Uncle binggung nih? ! "


Beberapa kali Andre bujuk, bayi tersebut tetap menangis.


"Oh mungkin dia lapar, Aku minta Mayang untuk menyusui nya. "Andre.


Oek... baru berada di depan pintu, Mayang sudah mendengar suara tangisan tersebut.


Ia meraba bayinya yang tertidur di kedua sisi-Nya.


Oek Oek tangisan bayi tersebut semakin kencang.


Mayang langsung membuka matanya, ia heran melihat Andre berada di sampingnya.


"Anak siapa Mas? " tanya Mayang sambil menerjab-nerjabkan matanya.


"Hesti mengalami pendarahan dan saat ini sudah di bawa ke rumah sakit."


"Sepertinya dia haus. "


"Oh sini Mas, Biar aku yang menyusui nya. "


Andre menyodorkan bayi tersebut. Mayang pun membuka kancing piyama nya untuk menyusui bayi laki-laki itu.


Bayi tersebut langsung berhenti menangis, ia segera ******* pada Mayang.


"Hm ternyata kamu haus ya? " Andre.


Sambil menyusui Mayang mengusap bayi tersebut sesekali di ciumnya bayi sebagai ungkapan sayangnya.


Bayi tersebut pun kembali tenang, Mayang meletakkan bayi tersebut di salah satu sisinya.


"Yah, kalau semuanya tidur di sini, Daddy mau tidur dimana? " tanya Andre ketika melihat tempat tidurnya tersebut telah penuh terisi.


"Resiko punya tiga anak Daddy, " sahut Mayang.


Mayang melihat ketiga bayi lucu tersebut, "Rasanya seperti memiliki kembar tiga ya Mas? "


"Iya, Semoga saja, tak terjadi sesuatu pada Hesti. "


"Iya Mas, semoga Hesti cepat sembuh, dan berkumpul kembali bersama kita. " Mayang.


"Iya Sayang. "


"Aku telpon telpon anak buah ku lebih dahulu. Sean tak boleh sendiri di rumah sakit! "


Andre meraih handphone kemudian melakukan panggilan terhadap seseorang.


Bersambung, ada satu bab lagi


🙏