
Setelah pemeriksaan ,Mayang lansung di bawa keruanga super VIP.
Andre juga menyuruh beberapa orang bodyguard untuk menjaga ruang perawatan sang istri.
Seorang suster datang membawa makanan untuk Mayang, selain itu beberapa buahan impor dan segar sudah tersedia di atas nakas Mayang.
"Yang makan dulu ya, " ucap Andre sambil membuka Rantang nasi dari rumah sakit.
Sejak hamil Mayang memang selalu merasa lapar. Biasanya di kost-an, ia memetik beberapa buah dan sayuran untuk di jadi pengganjal perut. Maklum saja menu utamanya hanya nasi putih dan telur. Selain murah meriah, telur sangat gampang di olah, cocok untuk Mayang yang sibuk bekerja.
Di sini semua tersedia, Mayang tak perlu bersusah payah lagi menjolok jambu atau rambutan milik pak Ilyas.
Andre menghampiri Mayang dengan nasi dan beberapa lauk yang enak dan bergizi.Ada opor ayam, capchai bakso dan udang dengan brokoli dan wortel, ada telur tebus dan perkedel jagung. Semua makan tersebut tersedia karena kamar yang Mayang tempati ada ruangan paling ekslusif di rumah sakit ini. Ruangannya pun di buat senyaman kamar hotel bintang lima, dengan tempat tidur yang besar hingga bisa di tempati berdua.
Andre memutar bagian tempat tidur yang membuat posisi Mayang lebih tinggi pada bagian punggung ke atas, hingga memudahkan Mayang untuk makan.
Mayang masih sungkan dengan Andre. Ia masih tak percaya dengan perubahan Andre tersebut.
Mungkin Andre memang berubah baik terhadapnya, tapi bukan karena dirinya, tapi karena Andre menginginkan anak mereka.
Sesendok nasi sudah berada di tepi bibir nya, karena Andre yang menyuapi nya.
Mayang pun membuka mulut, menerima suapan demi suapan Andre.
Sambil makan Mayang terus menatap aneh ke arah Andre yang tersenyum kepadanya.
Tanpa sadar sepiring nasi yang di sediakan rumah sakit habis tanpa tersisa oleh Mayang yang memang sudah lapar.
"Sudah habis, mau tambah lagi? atau kamu mau makan yang lain? " tanya Andre seraya menyimpan piring yang sudah kosong.
Ehm Mayang merasa jengah, ternyata nasi sebanyak itu bisa ia habiskan sendiri.
Mayang pun menggeleng, padahal perut masih belum terisi penuh. Maklum saja Mayang kini memasuki trimester kedua kehamilannya. Janinnya akan tumbuh pesat selama tiga bulan kedepan. Jadi ia akan terus membutuhkan nutrisi yang cukup, apalagi yang ia mengandung dua janin sekaligus.
Kerena makan makanan yang lengkap dan bergizi, metabolisme tubuh Mayang pun berkerja secara optima, hingga Mayang berkeringat.
Andre meraih tisue dan mengelap setiap tetesan keringat yang mengucur di kening dan hidung Mayang.
"Kamu mau mandi Yang? biar aku yang mandiin. " Andre.
Mayang langsung melotot le arah Andre.
'Apa mandi sama dia?! Huh ngak banget! 'batin Mayang menggerutu.
Mayang langsung menggeleng kepalanya.
"Kenapa ngak mau ? " tanya Andre.
Mayang menggeleng kan kepalanya lagi sambil menatap aneh ke Andre.
"Kamu malu ya? Akukan suami kamu Yang, dan hanya aku yang paling berhak melihat dan memiliki tubuh kamu. " Andre.
Mayang sendiri sadar jika Andre adalah suaminya, tapi tetap saja Andre adalah orang asing yang baru ia temui , Dan Mayang bisa sangat malu, jika Andre melihat lekuk tubuhnya, walapun Andre sudah pernah melihatnya.
"Ya sudah kalau ngak mau mandi, aku seka saja. "
'Apa? Seka?! tetap saja ia bisanya melihat tubuh ku. ' batin Mayang berontak.
Andre menuju kamar mandi kemudian menyiapkan air hangat untuk membersihkan tubuh Mayang.
Setelah beberapa saat ia pun menyiapkan handuk dan baju ganti lengkap dengan segitiga pengamannya. Andre membeli secara online baju-baju tersebut dan langsung minta di antar ke ruangan Mayang.
Setelah semua siap. Andre kembali menghampiri Mayang.
Tanpa permisi ia membuka kancing kemeja yang Mayang kenakan.
Tapi Mayang menahan tangannya.
"Jangan Tuan! "Mayang menggenggam kancing kemejanya.
"Mayang tubuh kamu harus di bersihkan, seharian kamu kerja berkutat dengan debu dan keringat, nanti bisa berpengaruh pada kesehatan janin kamu ,"ucap Andre tegas.
Ia pun menepis tangan Mayang.
Andre kembali membuka kancing baju tersebut hingga menampakan dua bukit kembar yang raum dan menggemaskan.Seketika si junior yang sudah lebih dari sebulan berpuasa berdiri tegak, seperti pedang yang terhunus siap menyerang musuhnya. Andre menelan salivanya mencoba untuk menahan hasratnya. Bisa sangat berbahaya jika ia melampiaskan hasratnya saat itu juga.
Setelah melepas kemeja Mayang ia pun beralih melepaskan celana kulot yang Mayang kenakan.
Lagi-lagi Mayang keberatan.
"Jangan yang itu Tuan. Biar saya ganti sendiri! " cegahnya lagi.
Tapi tanpa permisi lagi Andre langsung menarik celana kulot Mayang lengkap dengan segitiga pengaman.
Mayang replek, tak sengaja ia menendang dada Andre.
"Akh! " Andre pun mundur beberapa langkah.
Mayang pun segera menutupinya dengan handuk.
"Mayang! sampai kapan kau akan menghindar. " Andre pun kembali menghampiri Mayang.
Setelah membersihkan tubuh Mayang, Andre pun menuju kamar mandi untuk menuntaskan permainan solonya, sekalian ia juga mandi.
Setelah kenyang dan merasakan tubuhnya bersih, Mayang pun terlelap.
Andre menjaga Mayang yang terlelap di atas tempat tidur.
Tak ada yang boleh menemui sang istri, terkecuali dokter, perawat dan dirinya sendiri.
***
Reza yang merasa penasaran dengan sosok Mayang, mencoba untuk berpura-pura membawakan buah-buahan agar bisa melihat wanita yang di cari si bos hingga bos nya tesebut hampir gila.
Reza membawa parsel buah yang berisi buah-buahan import.
Ketika akan masuk ke ruangan Mayang Reza langsung di cekal.
"Maaf tuan Reza anda tak di ijinkan untuk masuk ke kamar nyonya. " Bodyguard.
"Hah, kenapa tidak boleh? saya hanya ingin menjenguk nyonya bos saja. " Reza.
"Baiklah sebentar saya ijin dengan bos."
Bodyguard mengetuk pintu kamar, beberapa saat kemudian Andre keluar.
"Ada apa?! "tanya Andre dengan nada tak bersahabat.
"Tuan Reza meminta ijin untuk menjenguk nyonya Tuan. "
Andre pun menoleh ke arah Reza.
Reza tersenyum dengan menyodorkan parsel buah tersebut. "Saya ingin memberikan ini untuk nyonya Tuan. "
"Iya Terima kasih, "Jawab Andre jutek, setelah meraih parsel tersebut ia langsung menutup pintu.
Buk..
Reza tersentak kaget.
Seseorang menepuk pundak Reza dari belakang.
"Percuma Za, Tuan lagi tak ingin di ganggu. Yuk kita cabut. " Alex.
Dengan kecewa, Reza pun mundur, dari ruangan tersebut. Ia dan Alex berjalan beriringan.
"Loh ngapain di sini Lex? "tanya Reza.
" Ha ha ha, sepertinya modus kita sama Za. "
"Maksud loh? "
"Loh kesini karena penasaran lihat nyonya bos yang bernama Mayang itu kan? "
"Kok luh tahu sih? bokap loh cenayang ya? " cetus Reza.
"Sembarangan loh, gue kan anak yatim piatu.Mana gue tahu bokap dan nyokap gue, " Alex.
"Abisnya kok loh tahu? "dengus Reza yang masih kesal.
"Ya tahu lah kan modus kita sama, Pura-pura mau jenguk istri Tuan Bos, padahal kita penasarankan dengan sosok nyonya bos. "
"Iye, loh juga gitu ya? " Reza.
"Iyalah, gue penasaran ama nyonya bos, udah keluar modal besar buat beli buah-buahan itu, Eh malah ngak di bolehin masuk lagi," dengus Alex
"Iye, gue juga gitu. " Reza.
"Ya Udhlah suatu saat pasti di ijinkan untuk melihat nyonya bos. " Alex.
"Si bos mungkin ngak mau di ganggu kali. " Reza.
"So pasti, pasti si bos lagi kangen-kangenan sama istrinya. Jadi pingin ngintip gue. " Alex.
"Coba aja intip, kalau loh udah ngak sayang nyawaloh lagi," Reza.
Mereka pun tertawa kecil.
***
Mayang tidur dengan tenang di atas tempat tidurnya. Andre pun naik ke atas tempat, dan berbaring di samping Mayang.
Dengan lembut ia mengusap kepala sang istri kemudian mencium- cium pipi hingga ceruk leher Mayang.
Andre pun mulai memejamkan matanya, kini ia bisa merasakan ketenangan karena istri tercinta sudah ada dalam pelukannya.
Bersambung dulu ya guys. Jangan lupa dukung author dengan like, komen, vote dah hadiahnya 😘😘😘🙈
Terima kasih