
Andre memeluk Mayang seraya menggelap keringat yang membasahi tubuh sang istri.
Kelopak mata Mayang terlihat cekung kerena lelah, kemudian ia mendaratkan kecupan pada pucuk kepala Mayang, dan memeluknya.
"Gimana Sayang nikmat kan? "tanya Andre.
"Nikmat apanya, capek tau, " ujar Mayang sedikit berbohong.
"Ehm, pakai ngeles lagi, kelihatan bohongnya, tadi yang mendesaah-desah itu suapa? " tanya Andre seraya menggigit pelan daun telinga Mayang.
Wajah Mayang mulai merona karena malu,
"Ihs apa sih Mas," ucapnya sambil memukul-mukul dada Andre dengan manja.
"Nikmat ya nikmat saja, ngak usah berbohong nanti hidung kamu panjang loh seperti lPinokio, " ucap Andre sambil menarik hidung Mayang.
"Aku ngak ngak bohong, hidung ku ngak panjang, yang suka bohong itukan Mas sendiri, lihat saja tuh sampai panjang begitu itu,"cetus Mayang sambil menunjuk belalai Andre yang panjang. Ia pun tersenyum geli.
Andre melirik ke arah belalainya", Ih kamu ada-ada saja Ya, ha ha," tawa Andre sambil memeluk Mayang kembali.
"Ini bukan karena suka berbohong, emang dari sononya sudah panjang. "
"Nanti kalau ngak panjang, kamu ngak suka lagi," cetus Andre sambil menarik hidung Mayang.
Mereka pun tertawa kecil, suasana kamu yang terjadi sebelum diantara mereka sedikit bisa mencair.
Karena merasakan lelah, Mayang pun menguap. Ia sudah begitu ngantuk, tapi tubuhnya merasa gerah.
Mayang melepaskan pelukan Andre.
"Mau kemana? " tanya Andre.
"Mandi. "
"Eh Kamu tunggu di sini saja, biar aku siapin air hangat untuk kamu. "
Andre segera turun, sementara Mayang kembali berbaring.
Pertarungan sengit itu membuat tenaganya terkuras.Mayang pun semakin mengantuk.
Andre menuju Bak mandi kemudian menyalakan water Heater dan mengisi bathtub untuk mereka berendam.
Beberapa saat kemudian ia kembali ke kamar dan melihat Mayang yang sudah tertidur dengan pulas.
Andre tersenyum kemudian menutupi tubuh sang istri dengan selimut, sebelumnya ia membersihkan beberapa kotoran yang masih menempel pada tubuh Mayang mengelap nya handuk hangat dan bersih.
Andre tersenyum sendiri melihat wajah sang istri yang begitu polos saat tidur. "Tidurlah Sayang," ucapnya sambil membelai rambut Mayang.
Andre kembali menuju kamar mandi dan Mandi sendiri.
***
Setelah mengenakan pakaiannya, ia menghubungi koki untuk memasak hidangan istimewa untuk ia dan istrinya nanti malam.
Andre menelpon toko bunga untuk mempersiapkan beberapa hiasan dan dekorasi bunga segar untuk acara makan malamnya bersama sang istri, ia sendiri yang akan mengatur kejutan romantis untuk Mayang.
***
Mayang tersadar menjelang Magrib.
Matanya menerjab-nerjab melihat kearah sekeliling yang terlihat berbeda.
"Oh iya aku di kamar Andre, "gumamnya.
Setelah cukup mengumpulkan tenaga dan kesadaran penuh kembali, Mayang menyibak selimut yang menutupi tubuhnya, kemudian ia menuju kamar Mandi, dan langsung melakukan rutinitasnya.
Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dan tenaga yang penuh kembali.
Mayang membongkar kopernya mencari baju hamil pemberian dokter Radit.
Baju dengan model baby doll tersebut terlihat pas di tubuhnya yang mungil dengan perut yang sedikit buncit.
Setelah menyisir dan memoles wajahnya dengan make up tipis, Mayang merapikan tempat tidur.
Hingga magrib tiba dan ia sudah menunaikan ibadah magribnya, Mayang juga tak mendapi Andre kembali dari kamar tersebut.
"Aduh si Andre kemana ya, aku sudah lapar sekali, mau turun ke bawah dan makan, rasanya aku masih sungkan. " Mayang.
Kreak... kreakk, perut Mayang sudah berbunyi. Namun ia masih menunggu.
Setelah selepas isya. Andre juga belum menemuinya.
Baru saja membuka pintu, Andre sudah berada di depan pintu seraya tersenyum.
"Wah cantiknya istri ku," puji Andre.
Mayang memang terlihat lebih cantik dan segar dengan rambut yang sedikit basah tergerai apalagi baju hamil berwarna hitam berbahan satin tersebut membuat semakin tampak anggun.
Mayang mengerucutkan bibirnya.
"Dari mana saja? aku sudah lapar. "
"Tenang saja Sayang sebentar lagi kita akan makan malam, aku sudah persiapan yang spesial untuk mu. "
Andre menuntun Mayang menuju kolam renang .Mayang sedikit heran dan bertanya dalam hatinya, Ia sudah begitu lapar bukannua di bawa Andre ke meja makan tapi justru di bawa menuju belakang rumah mereka.
Tinggal beberapa meter lagi, mereka akan tiba di kolam renang.
"Sayang kamu pasti kaget melihat yang satu ini. " Andre.
"Emangnya ada apa? "tanya Mayang.
"Ada deh, sesuatu yang spesial untuk kamu. "
Mereka pun tiba.
Memang benar alangkah kagetnya Mayang ketika melihat sebuah meja makan berada di atas kolam renang. Apalagi di sekitar kolam tersebut di hiasi dengan rangkaian bunga serba putih.
Lampu di area tersebut di buat remang-remang dan hanya ada sebuah lilin serta cahaya rembulan yang jadi penerang karena tempat tersebut adalah tempat terbuka.
"Hah, kok bisa meja makan berada di atas air? " tanya Mayang takjub.
"Bisa dong Sayang, untuk kamu apa sih yang tak bisa. "Andre
Andre menarik pelan tangan Mayang kemudian membawanya berjalan melewati lantai kaca yang di bawahnya adalah kolam berenang dengan ukuran 7*6 meter persegi.
Kaki mereka pun melangkah diatas kaca tersebut, Mayang semakin takjub karena dirinya seperti berjalan diatas air.
Ia terus memandangi kearah bawah, karena takut terjatuh.
Mereka pun tiba di meja makan.
"Sini sayangku duduk dan nikmati hari pertama mu sebagai ratu di rumah ini." Andre.
Mayang duduk dengan tenang sementara beberapa pelayanan menyuguhinya beberapa hidangan.
"Mas apa kaca ini kuat menahan beban kita? " tanya Mayang ragu.
"Ha ha. ini bukan kaca biasa sayang.tenang saja. Duduk lah yang manis. "
Mayang duduk dengan tenang, coba menikmati suasana yang terasa berbeda.
Andre mengaut nasi kemudian menyendoknya pada piring Mayang.
Kemudian ia mengupas udang dan membuka cangkang kepiting dan menyuapi istrinya.
"Makanlah Sayang, makan seafood seperti ini baik untuk pertumbuhan janin kita. "
Mayang membuka mulutnya menerima suapan dari Andre. Sambil makan mereka menikmati suasana romantis dan hangat tersebut.
"Kamu ngak makan Mas? "tanya Mayang, karena dari tadi Andre hanya menyuapi dirinya.
"Melihat kamu makan aku sudah kenyang kok. " Andre.
"Jangan gitu Mas. Daddy twins juga harus makan, biar sehat, " ucap Mayang sambil menyuapi Andre.
Dengan senang hati, Andre menerima suapan Mayang. Ia pun membuka mulutnya kemudian mengunyah makanan tersebut.
"Terima kasih mommy twins. Senang kalau kamu peduli sama aku." Andre.
"Ya pedulilah, Bagaimana pun juga kamu itukan ayah dari anak-anak ku. " Mayang
"Ehm manisnya, "ucap Andre seraya mencium pipi Mayang.
Keduanya pun saling melemparkan senyum.
Selesai makan keduanya adu tos gelas sloky. Sambil menikmati suasana malam yang romantis dan hangat di hari pertama mereka hidup bersama sebagai pasangan suami istri.
Bersambung guys, ih pagi-pagi author kasi yang romantis, ada tokek di kejar kingkong, bagi votenya dong 😍😘😘