Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Mulai Dari Awal


Setelah beberapa puluh menit mereka pun tiba di kediaman Andre yang super mewah tersebut.


Untuk mengurus rumah tersebut Andre sampai memperkerjakan puluhan asisten rumah tangga. Rumah yang luas namun Andre jarang mendiaminya. Mobil berhenti tepat di depan teras rumah.


Seluruh asisten rumah tangga pun berkumpul untuk menyambut kedatangan nyonya mereka untuk yang pertama kalinya.


Andre turun terlebih dahulu, kemudian ia membantu sang istri untuk turun dari mobil.


Asisten rumah tangga pun berbaris menyapa Nyonya dan tuan Andre.


Saat itu Mayang masih mengekan maskernya. Hingga tak di kenali.


"Selamat siang dan selamat datang tuan dan nyonya," ucap para Asisten secara serempak.


Mayang membuka maskernya, betapa kagetnya mereka ketika melihat sang ratu dari rumah tersebut ternyata pernah menjadi babu di rumah itu.


"Mayang, " guman mereka lirih.


Tak ada yang menyangka jika Andre menikahi Mayang dan menjadikan nyonya di rumah tersebut.


"Ayo Sayang masuk. " Andre merangkul bahu Mayang.


Mayang melihat keadaan sekelilingnya, keadaan rumah tersebut masih sama seperti yang terakhir ia tinggalkan.


"Ehm Tuan, Nyonya. Apakah ingin di masakan sesuatu? " tanya juru masak.


Andre melirik ke arah Mayang." Sayang kamu mau makan apa? Nanti juru masak di sini yang akan masak semua yang kamu inginkan. "


Para Asisten rumah tangga tersebut kaget melihat Andre yang bertutur kata lembut terhadap Mayang.


"Terserah, aku belum mau makan, ingin istirahat dulu. "Mayang.


Andre tersenyum. Ia mengira jika itu kode-kode dari Mayang, padahal Mayang memang ingin beristirahat setelah lelah berberes di kost.


"Masak saja hidangan yang paling istimewa, istri ku ingin beristirahat, jadi jika tak ada yang terlalu penting, jangan coba-coba mengganggu kami!" Andre.


"Baik Tuan. "


"Ayo sayang kita ke kamar pengantin kita," ucap Andre seraya menuntun Mayang menuju kamarnya.


Jantung Andre berdetak kencang, ia sudah tak sabar untuk mencicipi gua sempit milik sang istri.


Hal yang sama terjadi pada Mayang, seperti hidupnya tak akan tenang jika kemauan Andre tak terpenuhi.


Andre membuka pintu kamarnya. Kamar tersebut terlihat berbeda dari sebelumnya.


Andre memang merubah seluruh arsitektur ruangan tersebut, dari cat dinding, wallpaper dan beberapa furnitur semua di ganti yang baru, termasuk ranjang pengantin mereka. Andre sengaja melakukan itu semua agar Mayang tak mengingat masa kelamnya di tempat itu.


Mayang berhenti melangkah, bulir bening pun menetes perlahan di pipnya.


Andre memeluk Mayang dari arah belang.


"Aku tahu Yang, kamu tak bisa lupa tempat ini, aku sudah berusaha mengubahnya. Sebenarnya aku bisa saja membeli rumah baru untuk kita, atau kita pindah saja dari kamar ini agar kau tak mengingat kenangan buram itu.Tapi aku sengaja melakukan ini, agar kau ingat dan bisa membandingkan diri ku yang dulu dan diriku yang sekarang. Lihatlah Mayang ketulusan ku saat ini, aku bersungguh-sungguh ingin membina rumah tangga bersama mu, jadi kau tak perlu menghindari masa lalu itu. Harusnya kita sadar, jika saja peristiwa malam itu tak terjadi ,mungkin saat ini kita tak akan pernah menikah dan segera memiliki anak. "


Mayang menitikan air matanya. menatap dengan hampa.


Beberapa saat keduanya terdiam. Andre semakin erat memeluk Mayang sesekali ia menciumi pipi Mayang.


"Yang, Apa kau pernah merasa melakukan kesalahan? " tanya Andre.


Mayang menggangguk lirih.


"Apa kau pernah menyesali perbuatanmu sendiri pada seseorang dan berharap orang tersebut memaafkan dan melupakan kesalahan mu? " tanya Andre masih memeluk Mayang dari belakang.


Mayang mendengarkan semua penuturan Andre. Ia pun mengangguk lirih kembali.


"Seperti itulah aku yang ku rasakan saat ini Yang. Aku berharap kau memaafkan ku dan melupakan semua kesalahan ku, agar rumah tangga kita bisa sakina , demi Anak-anak kita yang akan lahir nantinya. Lupakan lah dendam mu itu Yang. Maafkan aku Yang. .,Maafkan aku," ucap Andre dengan bulir bening menetes perlahan di pipinya, ia pun mencium lekat pipi Mayang.


Mayang menangis dengan tubuh terguncang, ia sendiri masih galau untuk menerima Andre.


Andre membalikkan tubuh Mayang hingga wajah mereka saling berhadapan.


"Yang kau mau kan memulai semua ini dari awal, anggaplah hari ini hari pernikahan kita, kita mulai dari awal Yang, buanglah yang keruh, kita ambil yang jernih saja demi kebaikan kita berdua. "


Andre menatap wajah Mayang yang basah oleh air mata.


"Aku tahu kau keras kepala Yang, tapi aku Yakin hati mu tak sekeras batu, kau mau kan Yang menerima ku? " tanya Andre menatap penuh harap kepada Mayang.


Bibir Mayang gemetar karena ragu, selama ini tak pernah percaya pada siapapun termasuk ayahnya.


"Yang, kau mau kan menerima aku? " tanya Andre yang melihat masih ada keraguan di hatinya.


Andre menatap Mayang berharap sang istri mau menerimanya.


Mayang memberanikan diri menatap manik mata Andre, beberapa saat kemudian Mayang menganggu lirih.


"Andre tersenyum, ia pun memeluk Mayang. Terima kasih Sayang," ucapnya sambil mencium pucuk kepala sang istri.


Andre mengusap bahu Mayang menenangkan istrinya yang menangis dalam dekapannya.


Setelah cukup tenang dan tak terdengar lagi isak tangis sang istri. Andre langsung mengangkat tubuh Mayang membawanya ke atas ranjang cinta mereka.


Satu part lagi, jika berkenan beri kan votenya ya 😘😘