Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
John


Sean mengejar John hingga masuk kedalam hutan. Sementara tiga rekannya yang lain ikut memburu Banest dan Louis.


Sean terus mengamati pergerakan John melalui gadgetnya. Ia berjalan dengan Hati-hati menyusuri hutan. Saat itu ,John terlihat menetap di suatu tempat. Tanpa menunggu, ia langsung memasuki wilayah hutan tersebut untuk menemukan keberadaan John.


John mencoba untuk bergerak karena harimau tersebut mengaung, hingga membuatnya semakin ketakutan. Kemudian ia bersembunyi di balik sebuah batu-batu besar.


Harimau melangkahkan kakinya dengan waspada. Sambil mengendus kearah John.


Jantung John seperti mau pecah hingga tubuh dan kakinya gemetaran sesekali ia mengintip kearah harimau yang semakin dekat dengannya.


Harimau tersebut pun mengaum kembali.


***


Auman harimau terdengar sampai di telinga Sean. Sean pun berhenti untuk semakin mewaspadai dirinya.


"Kawasan hutan lindung. Ada banyak binatang buas di sini. " guman Sean seraya menatap keadaan sekelilingnya.


Bintang buas seperti harimau atau singa. Mampu mencium aroma tubuh manusia. Untuk mengalihkan penciuman sang harimau, Sean mengambil lumpur kemudian ia melumuri lumpur tersebut pada seluruh tubuhnya. Kemudian ia mencari beberapa pohon yang memiliki aroma khas dan menempelkan daun tersebut pada tubuhnya. Bau lumpur jika mengering akan menyengat, hingga dapat menyamarkan bau manusia, apalagi jika di tambah dengan dedaunan yang mengeluarkan aroma khas. Selain untuk menyamarkan bau, tumpukan daun tersebut bisa menyamarkan penglihatan beberapa binatang buas seperti harimau dan sebagainya.


***


Harimau terus mengendus mencium ke arah sumber mangsanya. Sesekali ia mengaum untuk menakut-nakuti mangsanya, agar mangsanya tersebut keluar dari tempat persembunyian karena takut.


Sean terus melangkah memasuki hutan,ia sudah merasa aman dengan pakaian yang berlumpur tersebut. Beberapa ratus meter ia melihat harimau betina yang sedang mengendap-ngendap mencari mangsanya.


Sean mengarahkan tembakan ke arah atas agar harimau tersebut lari.


Dor... tembakan melesat ke udara, bunyinya memecahkan kesunyian tempat tersebut. Burung-burung yang bertengger di atas pohon berterbangan akibat letupan peluru Sean. Harimau tersebut pun berlari karena mengira ada pemburu yang ingin menangkapnya.


Tak hanya harimau yang lari, mendengar tembakan tersebut, John pun ikut lari keluar dari tempat persembunyiannya, karena takut di dapatkan oleh Sean.


John berlari berlawanan arah dengan harimau. Pelarian John tersebut membuat harimau menyadari ke hadiranya.


John semakin panik ketika menyadari harimau tersebut mengejarnya. Ia tak menyangka sama sekali akan berada di situasi genting seperti.


Dengan keadaan kakinya tersebut, John tak bisa berlari dengan cepat, apalagi kecepatan lari harimau memang tak sebanding dengan kecepatan lari manusia meski manusia tersebut memiliki kaki normal.


Aum ..... Harimau mengaum.


"Tolong! " Seru John panik, akhirnya ia pun menembakan beberapa peluru yang tersedia di pistolnya untuk membunuh harimau tersebut. Sayangnya, harimau tersebut bisa menghindar. Harimau itu langsung menerkam tubuh John.


***


"Tolong! Tolong! Tolong! Sean masih mendengar suara John yang semakin lemah ,kemudian dalam beberapa saat suara tersebut menghilang.


Sean segera berlari menghampiri asal suara, setibanya di tempat itu , Sean syok melihat harimau tersebut tengah mengunggis bagian tubuh John hingga robek "


"Sial, Harimau sudah mendahului ku. " guman John


Sean meraih pistol angin yang berisi obat bius untuk melumpuhkan harimau tersebut.Setelah amunisi terisi penuh, Sean meninting senjatanya kearah harimau.


Harimau masih asik mengunyah mangsanya, ia tak menyadari kehadiran Sean karena bau lumpur yang mengering tersebut.


Dor dor dor..Peluru menyasar pada bagian kaki harimau. Harimau tersebut tergeletak sebentar karena kakinya yang kebas dan mati rasa.


Tiga peluru hanya akan membuat harimau tersebut menjadi lemah tanpa membuatnya mati . Harimau yang sudah lemah tersebut pun coba bangkit dan berlari untuk menyelamatkan diri, Setelah harimau lari, barulah Sean mendekat ke arah Jasad John yang mengenaskan, karena beberapa bagian tubuhnya terpotong-potong.


Melihat jasad John Hendrik yang mengenaskan, Sean menghubungi polisi hutan dengan menembak tiga kali kearah udara sebagai kode meminta bantuan.


Sekitar satu jam menunggu di hutan. Enam orang polisi hutan datang untuk mengevakuasi Mayat John Hendrik. Mereka memasukkan mayat John Hendrik ke dalam kantong mayat kemudian membawanya untuk di kebumikan secara layak.


Sean keluar dari hutan bersama dengan polisi tersebut. Sean di periksa di pos polisi hutan berikut senjatanya. Senjata yang di gunakan Sean terbukti hanya untuk melumpuhkan bukan senjata mematikan. Karena sebenarnya Sean ingin melumpuhkan John dan membawanya untuk di adili ke markas Red Eyes. Tapi ternyata Tuhan terlebih dahulu menghukumnya,John mati mengenaskan sebagai balasan kekejamannya selama ini. Dan setelah polisi menyelidiki kematian John, mereka pun menetapkan jika John mati akibat serangan binatang buas.


Bersambung masih ada satu bab ya reader