Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Sumpah


Pagi hari ini Mayang bersiap kembali bekerja, setelah dua rutinitas pagi yakni mandi pagi dan menguras isi perutnya.


Setelah itu ia pun sarapan seadanya nasi putih hangat dan telur ceplok. Namun, perutnya kembali terasa bergejolak, ia pun kembali ke berlari kecil menuju kamaf mandi.


Uek Uek Uek. Setelah puas memuntahkan isi perutnya, Mayang kemudian mencuci wajahnya.


Ia pun mengambil napas panjang kemudian menghempaskan nya.


'Bagaimana bisa aku bekerja jika keadaan ku terus seperti ini,' gumannya.


"Anak ibu sayang, jangan siksa ibu seperti ini, kamu harus bisa bikin ibu semangat dong, berhenti bikin ibu muntah-muntah. Kalau mau menyiksa, siksa saja bapak mu itu! biarkan dia yang muntah-muntah. Biar dia tahu rasa! " ucapnya dengan dongkol sambil mengusap perutnya yang masih ramping.


Mayang adalah gadis yang polos, serta minim pergaulan. Jadi ia akan mengeluarkan kata-kata dari isi hati nya secara spontan.


Mayang pun merapikan riasannya.


"Ayo Nak kita berangkat kerja, tapi kamu ngak boleh nakal ya! Ibu harus tetap kerja agar bisa kita makan untuk sehari-hari. Kita ngak punya siapa-siapa lagi Nak. Cuma kamu yang ibu miliki di dunia ini. Dan cuma ibu yang kamu miliki di dunia ini," ucap Mayang seraya mengusap perutnya.


Perlahan Mayang menitikan air matanya. Mencoba untuk tegar dalam menjalani hidup.


Mayang kembali lagi menuju kamarnya, mengambil tas dan memesan ojek online.


Beberapa orang tetap menatap Mayang dengan sinis, mereka pun berbisik-bisik membicarakan tentang nya Namun, Mayang tak perduli.Ia terus saja melenggang tanpa bicara sepatah kata pun kepada mereka.


"Hi, dasar ngak tahu malu ya si Mayang. Udah tahu bunting luar nikah, tapi dia pede aja tuh. Malah merasa semakin sok. Mentang-mentang selalu di bela oleh pak dokter dan pak Ilyas. Songongnya makin selangit," cecar Mereka.


"Iya, makin belagu! "


***


Mayang menghampiri pak Ilyas yang sedang menjolok mangga muda.


"Permisi Pak, "sapa Mayang.


"Iya Nak Mayang. Mau kemana masih pagi? "


"Mau kerja Pak, sudah lama ijin Mayang takut dapat teguran. "


"Oh, Kalau belum sembuh sebaiknya nanti saja Nak. Dari pada terjadi sesuatu pada kamu, " Nasehat Pak Ilyas.


"Ngak apa pak, Insya Allah Mayang kuat Pak. "


"Ya sudah Hati-hati ya. " Pak Ilyas.


Mayang tersenyum malu-malu melihat mangga yang ada di tangan pak Ilyas, seketika air liurnya kembang, ia pun menelan ludahnya sendiri yang hampir banjir, Mangga itu terlihat menggiurkan sekali, ingin minta tapi Mayang merasa sungkan.


Pak Ilyas tersenyum melihat gelagat Mayang. "Mayang mau ?" tanya pak Ilyas


"Ehm, kalau boleh pak," ucapnya jengah.


" Ini ambil dua.Untuk bapak juga dua," ucap pak Ilyas seraya menyodorkan dua buah mangga ke Mayang.


"Terima kasih pak! "


"Sama-sama Nak Mayang. "


"Mayang permisi dulu ya pak. "


"Iya, Hati-hati Nak. "


Pak Ilyas menatap kepergian Mayang seraya menggelengkan kepala.


"Kasihan sekali nasib kamu Nak Mayang. "


Mayang menghampiri tukang ojek langganannya, kemudian motor yang membawa Mayang pun melaju.


Dokter Radit baru saja tiba, ia mengira jika Mayang masih belum bekerja.


"Assalamu'alaikum pak Ilyas." Radit.


Pak Ilyas pun menoleh dan melihat dokter Radit yang terlihat menenteng sesuatu.


"Waalaikum salam Nak dokter. "


"Saya mau bertemu Mayang pak! "


"Hahaha terlambat Nak. Nak Mayang baru pergi. "


"Hah! kemana Pak?! "


"Pergi kerja Nak. "


"Kerja?! "


"Ehm tapi dia kan masih sakit Pak? dasar keras kepala." dengus Radit.


"Iya Nak, Bapak kasihan melihat Nak Mayang. Tapi apa boleh buat. "


"Ya sudah kalau gitu, nanti sore saja Pak saya kembali. ini Bubur untuk bapak sarapan saja. "


Pak Ilyas pun menerima dua box yang di bawa oleh Radit.


"Terima kasih Nak. "


"Sama-sama pak, saya permisi. "


***


Sesampainya di kantor,Mayang langsung menuju kantor HRD. Di sana mendapatkan teguran dari atasan nya.


"Bagaimana kamu ini Mayang baru sebulan bekerja sudah bolos beberapa hari! Mau di pecat kamu?! " Marah bosnya.


"Maaf Pak, saya bukannya bolos, tapi saya sedang sakit pak. Saya mohon agar saya tak di pecat pak. Saya berjanji akan tak akan mengulanginya lagi," ucap Mayang sambil memelas.


Sang Manager melihat kearah Mayang yang memang terlihat pucat. Karna iba, ia pun mengijinkan Mayang kembali bekerja.


"Ya sudah, kembali bekerja ! kali ini saya maklumi. lain kali, kamu tak akan mendapatkan kesempatan lagi."


"Alhamdulillah terima kasih Pak! "ucap Mayang dengan mata yang berbinar.


"Iya pergi lah, mulai lah bekerja lagi. "


Mayang pun keluar dari ruangan tersebut. Mayang bersyukur ia masih tetap bisa bekerja.


***


Andre tengah menikmati sarapannya. Namun, Tiba-tiba saja, ia merasa mual dan berada hendak muntah.


Andre menuju wastafel yang ada di kamar mandi. Ia pun muntah-muntah di sana.


Uek uek Uek.


Kali ini Andre yang memuntahkan isi perutnya, padahal selama ini ia tak pernah mengalami masalah lambung.


Bersambung.


Hai reader yang baik terima kasih telah membaca karya ini, jangan lupa dukungan nya.


Ada rekomendasi novel keren , sambil nunggu author up. judul nya: my culun cwo karya Pinkan miliar.