Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Minta Jatah


Setelah dirawat sehari, Resti di perbolehkan untuk pulang.


"Papi kita bawa Resti ke luar negri saja dulu, setelah melahirkan Resti baru kita bawa pulang kembali ke tanah air. Dengan demikian Resti bisa melanjutkan sekolahnya tahun depan.


"Apaan itu Mami, kamu mau apakan cucumu, mau biarkan dia lahir tanpa ayah?! "


"Tapi Papi ,itu Satu-satunya cara untuk menyelamatkan masa depan Resti Kita ngak bisa biarkan masa depan putri kita hancur begitu saja. "


"Trus kamu mau biarin lelaki yang menghamili anakmu itu lepas tanggung jawab. "Adiaksa


"Biarkan Resti mempertanggung jawabkan perbuatannya sendiri. " imbuhnya.


"Mereka harus menikah dan belajar mengurusi anak mereka! "


Delia mengerucutkan bibirnya.


"Tapi Papi! " Adelia.


"Tidak ada tapi-tapi, berani berbuat, harus berani beranggung jawab. " Adiaksa.


Di dalam mobil, Resti masih murung, ia sudah tak berani kembali ke sekolah.Masa depannya seketika hancur dan di usia mudanya ia harus mengandung.


Yang lebih parahnya lagi, sekarang ia baru menyadari jika Ferdi adalah lelaki brensek. Ketika Resti percaya dan menyerahkan dirinya pada Ferdi, ia justru selingkuh dengan gadis lain.


Resti memandang ke arah luar jendela menyembunyikan kesedihannya.


Sementara Adiaksa dan Adelia terus berdebat mencari cara.


"Resti, kamu tahukan alamat orang tua Ferdi? " tanya Adiaksa tiba-tiba.


Resti hanya diam, pikirannya entah kemana. Sesekali ia mencoba menghapus air matanya.


"Resti! Kamu denger ngak sih! "bentak Adiaksa.


Resti kaget.


"Ada apa sih Pi? " tanya Resti.


"Kamu tahukan alamat orang tua Ferdi. "


"Iya tahu Pi, kenapa? "


"Masih nanya lagi ya mau minta pertanggung jawabanlah! "


"Nanti malam kita datangin rumah keluarga Ferdi itu, suruh dia bertanggung jawab. Terserah biar kalian sama- sama putus sekolah, Papi ngak perduli lagi. " Adiaksa.


***


Setelah membereskan pakaiannya. Andre dan Mayang bersiap untuk pulang.


Mendengar sibos dan istri akan pulang ke rumah mereka. Reza dan Alex bersemangat untuk menjemput sang ratu.


Di depan parkiran mobil , Alex dan Reza sudah bersedia.


Mayang dan Andre berjalan beriringan tanpa bergandeu.


Tapi alangkah kagetnya mereka ketika melihat Mayang yang mengenakan masker dan hoddie untuk menutupi jati dirinya.


Andre adalah seorang yang sangat detail. Ia tak ingin Mayang jadi incaran dan jadi korban balas dendam para musuhnya.


"Yah gagal lagi kita melihat rupa asli istri bos " Reza.


"Iya, mana sudah nunggu lama, panas-panasan lagi. Jadi makin penasaran gue rupa asli istri si Bos, Jangan-jangan jelek maka sengaja di tutupin biar bos ngak malu. " Alex.


Andre menuntun Mayang menuju mobilnya dengan Hati-hati ia melangkah untuk mengimbangi Mayang.


"Selamat siang nyonya bos," ucap Reza seraya membukan pintu.


Mayang hanya tersenyum di balik masker nya. Mayang terpaksa mengikuti kemauan Andre yang menyuruhnya untuk memakai penutup kepala dan masker jika berada di luar


"Eh ngapain kalian berdua di sini. Kalian ngak kerja? " tanya Andre dengan tegas.


Andre melihat gelagat yang tak beres dari Reza,


"Tapi tak ada yang menyuruh kalian! sudah ada bodyguard yang mengawal ku kalian pulang sana,"


"Ba-baik Tuan. "


Reza dan Alex kembali kecewa karena tak bisa melihat wanita yang bisa membuat Andre hampir gila.


Mayang pun masuk ke dalam mobil. Di ikuti oleh Andre.


Keduanya duduk di dalam mobil dengan tenang. Beberapa mobil pun mengawal kepergian mereka dari tempat itu.


Setelah di dalam mobil, Mayang melepas masker dan penutup kepalanya.


"Kenapa di lepas Yang, belum sampai rumah. "


"Lemas aku Om! " Huahua Mayang mengatur napas


"Om lagi, " dengus Andre.


"Eh tapi aku salut sama bapak kamu Yang, dia kasih kamu nama Mayang, panggilan akhirnya jadi , Yang.Tau aja dia kalau aku Sayang sama kamu," ucap Andre kembali menggoda Mayang, berharap pulang ke rumah, ia bisa langsung di kasih jatah preman oleh Mayang.


"Apaain sih garing tau, " dengus Mayang yang tak suka di goda.


Mayang bersandar pada sandaran jok mobil.


"Jadi om mau bawa aku kemana? tanya Mayang.


"Hah panggil Om lagi, Kalau panggil aku Om, aku ngak mau jawab. " Andre pura-pura ngambek.


"Aih pakai ngambek lagi, katanya mantan mafia, di panggil Om langsung kena mental aja. Mana mukanya jelek gitu kalau ngambek! " Mayang.


Andre tersenyum, ia langsung mendaratkan ciuman di pipi Mayang.


"Mana mungkin aku ngambek sih, " ucapnya sambil mencolek dagu Mayang


"Habisnya kamu panggil aku Om, ngak etis asuami sendiri di panggil Om! "


"Ya ,pulang ke rumah kita dong sayang. "


"Ke rumah? Ehm tapi Mas, aku mau ke kost dulu. "


"Mau ngapain lagi sih ke kost?! "


"Barang-barang aku masih ada di sana, aku juga belum balikin celana training punya mbak Mirna, dan aku juga belum ngucapin terima kasih dan pamit sama pak Ilyas dan Teman-teman kost aku yang lain. "


"Oh kalau gitu gampang, Tapi jangan sekarang ya." Andre.


"Kenapa? " tanya Mayang.


"Kita bobo dulu di rumah."


"Ih bobo terus, bukannya tiga hari berturut-turut aku sudah tidur terus di rumah sakit, masih di suruh bobo aja. . "


"Ini bobo lain Yang, bobo enak. Begitu berbaringdi atas ranjang, kamu akan aku bawa terbang tinggi sampai ke nirwana. " Andre.


"Hah, jangan jangan aku mau di bunuh lagi, sampai terbang ke nirwana. Aku kan belum mau mati! "


Mayang memang tak mengerti dengan apa yang di maksud Andre. Ia adalah anak kuper yang hanya bergaul di lingkungan panti asuhan, tak terkontaminasi sedikitpun dari dunia luar, sekolah juga ia bersekolah di madrasah yang berada di lingkungan sebuah pondok pesantren jadi pikirannya masih murni.


"Ngak gitu Yang. Nanti kamu tahu sendiri, setelah kamu rasa sekali saja, kamu pasti akan ketagihan, di jamin ." Andre.


"Ehm, pokoknya aku ke kost dulu. Masih banyak urusan. " Mayang


"Baik, aku ikuti mau kamu.Setelah itu , kamu turuti mau aku! setuju! "


Mayang melirik ke arah Andre, ia memang tak punya pilihan lain selain setuju saja.Lagi pula dengan kekuasaan Andre, mana mungkin ia bisa menghindar.


Bersambung dulu ya guys, Kira-kira si Andre bisa dapat jadah ngak ya dari Mayang. bersambung.