
❌Mengandung adegan dewasa, yang belum cukup umur, skip aja ya ❌
Setelah menemui pak Bondan, Andre dan Mayang berpamitan untuk pulang.
"Kalau begitu saya permisi Pak. "
Andre menyodorkan tangannya ke arah Pak Bondan dan juga Mona.
Kemudian ia menghampiri Ferdi.
"Apakah kamu yang bernama Ferdi? " tanya Andre mendelik.
Mayang pun menatap sinis kearah Ferdi sang calon adik iparnya.
"Iya Tuan. " Ferdi.
Pak Bondan sempat khawatir Andre akan membuat perhitungan dengan Ferdi atas kasus nya bersama Resti.
"Maaf Tuan ada apa dengan Ferdi ya? " tanya Pak Bondan was-was.
"Oh tidak, tidak apa-apa. Hanya saja saya ingin tahu calon adik ipar dari istri saya. " Sindir Andre.
Ferdi tertunduk, merasa insecure terhadap tatapan Andre.
"Kalau begitu saya permisi. " Andre.
Mereka berdua pun meninggalkan ruang perawatan pak Bondan di antar oleh Mona.
Setelah keduanya keluar dari pintu ,Mona buru-buru menghampiri Pak Bondan.
"Aduh Papi kenapa sih dengan mudahnya Papi melepaskan Adiaksa begitu saja! Nanti dia besar kepala! " gerutu Mona.
"Mami tidak tahu siapa Andre. Perusahaan kita bisa jadi taruhannya dan keluarga kita tak akan tenang jika kita berurusan dengan orang seperti Andre Mami. Jadi biar saja Adiaksa lepas dari pada kita yang tak bisa lepas dari si Andre nantinya. "
"Dan Ferdi, kamu juga harus tanggung jawab terhadap Resti, jika tak mau terjadi masalah di hidup mu. " Pak Bondan.
"Tenang saja Pi. Ferdi ngak akan mengecewakan Papi. Kita ikuti saja aturan main keluarganya Resti. "
"Ingat Ferdi rencana kita jangan sampai gagal."Mona.
"Ha ha tenang lah Mami, Jika kita tak bisa membuat ayah si Resti berada dalam penjara, akan ku buat hidup Resti seperti penjara. " Ferdi.
"Harus itu. " Mona.
Mereka pun tersenyum menyeringai.
***
Sore harinya seorang polisi datang menghampiri Adiaksa.
"Anda telah di bebaskan Pak. Korban sudah mencabut tuntutannya." polisi pun membuka jeruji besi yang menahan Adiaksa selama beberapa puluh jam.
"Alhamdulillah, ini pasti Andre yang telah mengeluarkan aku. " Adiaksa.
Sekarang Anda tanda tangani beberapa berkas sebelum Anda pulang.
"Baik Pak. " Adiaksa.
Setelah menandatangani beberapa berkas, Adiaksa kemudian menelpon Adelia.
Adelia sedang berada di kantor Adiaksa, ia sendiri bingung dengan laporan hasil produksi pabrik mereka.
"Aduh aku ngak ngerti sama sekali yang beginian ini apa lagi. " dengus Adelia.
Adelia semakin stress, ia tak bisa mengendalikan perusahaannya. Karena selama ini ia hanya tahu menghabiskan uang perusahaan bersama teman-teman sosialita nya.
Suara panggilan masuk terdengar pada smartphone nya.
Matanya menatap layar handphone tersebut.
"Dari Papi. " Adelia langsung mengangkat telpon tersebut.
"Hallo Mami! jemput Papi pulang sekarang . " Adiaksa.
"Hah, emangnya Papi sudah bebas?!" tanya Adelia.
"Iya Papi sudah bebas, karena keluarga Pak Bondan sudah mencabut tuntutannya dan Papi rasa ini semua karena Andre. "
"Wah, kalau begitu Mami jemput sekarang Pi. Mami juga pusing dengan urusan pabrik. " Adelia.
Setelah menutup sambungan telpon ya Adiaksa kemudian menelpon Mayang.
Saat itu Andre dan Mayang baru saja tiba di rumah mereka. Karena hari sudah menunjukkan pukul tiga sore, Andre memutuskan untuk tak kembali ke kantor. Ia langsung mengantar Mayang kembali ke rumahnya. Agar sang istri bisa beristirahat setelah seharian beraktivitas di luar rumah.
Mayang melepaskan sendalnya dan menyimpannya di rak sepatu. Di saat yang bersamaan ia mendapat telpon dari Adiaksa.
"Hallo Assalamu'alaikum Yah. " Mayang
"Waalaikum sallam Mayang, Alhamdulillah Nak, ayah sudah bebas. Sampaikan pada suami mu jika ayah berterima kasih. " Adiaksa.
"Iya Yah, syukurlah Mayang jadi tenang sekarang. " Mayang.
"Iya Nak, sekali lagi sampaikan pada suami mu ucapan terima kasih dari ayah. "
"Iya Yah. " Mayang.
Mereka pun memutus sambungan teleponnya.
"Dari siapa? " tanya Andre.
"Oh bearti Pak Bondan benar-benar sudah mencabut tuntutannya. "
"Terima kasih ya Mas, Kamu sudah bantuin Ayah."ucap Mayang seraya mencium pipi Andre.
Andre tersenyum mesum kearah Mayang.
"Makan sop buntut lagi yuk, " ucapnya sambil mengedipkan matanya.
Mayang mengerti maksud Andre,ia pun melingkarkan tangannya pada leher Andre.
"Boleh, Tapi aku mau di gendong sampai ke kamar.
, " pinta Mayang dengan Manja.
"Oke, siapa takut''
Andre pun mengangkat tubuh mungil istri menuju kamar mereka.
Keduanya saling memandang dengan tatapan penuh cinta. Mayang semakin membuka hatinya terhadap pria yang semakin romantis terhadapnya tersebut.
Keduanya pun tiba di kamar.
Dengan Hati-hati Andre meletakkan Mayang di atas tempat tidur kemudian mengecup keningnya.
Dengan perlahan ia melepaskan penutup tubuh sang istri, sambil mengecup setiap inci bagian tubuh Mayang.
Mayang mengelinjang ketika kumis tipis Andre menyentuh permukaan kulitnya. hingga tubuhnya meliuk-liuk menahan geli.
Melihat tubuh montok sang istri yang meliuk-liuk tersebut semakin memacu hasratnya saja.
Andre melepaskan seluruh penutup tubuhnya hingga keduanya sama-sama bugil.
Andre mendekatkan wajahnya kearah Mayang kemudian menyesap bibir sang istri dengan lembut yang kini sudah menjadi candunya.Sementara tanganya meremas lembut salah satu gundukan kenyal tersebut.
Sementara jemarinya yang lain menyusuri lembah yang di tumbuhi rerumputan hitam. Membuat
Mayang kembali mengelinjang tubuhnya berguncang hebat ketika kemari nakal Andre menyentuh gundukan kecil yang berbentuk seperti segitiga tumpul kemudian menggetarkannya hingga lembah tersebut menjadi basah dan licin tubuh Mayang pun berguncang hebat di sertai lengkuhan lirih.
"akh! ehm !esh. !
Andre melepaskan pangutan bibir nya kemudian ia beralih menatap mata Mayang yang terlihat sendu dan merona.
"Mas sudah," guman Mayang lirih, karena ia sudah tak tahan di bikin gila oleh Andre.
Andre pun mengatur posisinya, Untuk berada di tas tubuh sang istri.
Dengan perlahan ia mulai memasukkan meriam sakit miliknya ke dalam celah-celah sempit yang sudah licin tersebut.
Mayang tersentak, ketika Andre mulai menunjukkan keperkasaannya di medan laga.
Hendakkan dan gerakan Andre bervariasi dan berima membuat Mayang sedikit kelabakan mengimbangi permainan handal sang maestro.
Tanpa sadar berkali-kali ia mendesaah dengan suara yang lirih.
akh ehm esh
Tubuh Andre masih mengguncang tubuhnya sementara tangan dan bibir nya juga tak tinggal diam.
Mayang benar-benar kewalahan. Menghadapi serangan Andre yang bertubi-tubi dari atas hingga bawah.
Matanya terus merem melek dengan suara yang tak henti-hentinya mendesaah dengan lirih.
Begitupun Andre yang semakin mempercepat pacuan nya ketika merasakan sensasi hangat dan berdenyut yang tak sanggup membendung peluru nya
Akh! !!satu lengkungan panjang keluar dari mulut Andre ketika meriamnya menembakan peluru tepat pada sasaran nya. Andre tumbang dengan napas yang masih memburu dan keringat yang bercucur deras.
Begitupun Mayang, serangan Andre benar-benar membuat tubuhnya terasa pegal-pegal.
Keduanya saling mengatur napas , Andre mengecup kening Mayang sebagai ungkapan penghargaan pada sang istri, sebelum tubuhnya tumbang di atas tubuh sang istri.
"Love you honey. " bisik Andre.
"Love you too hubby. "Balas Mayang.
Keduanya saling melempar senyum bahagia dan puas.
Andre mengusap kening Mayang yang sudah penuhi keringat.
"Bagaimana sayang, nikmat mana sop buntut restoran atau sop buntut punya mas Andre?" tanya Andre sambil tersenyum jahil pada sang istri.
Mayang menarik daun telinga Andre, "Enakan sop buntut kamu Mas, " ucapnya sedikit berbisik.
Keduanya pun saling melemparkan senyum.
"kalau gitu kamu mau lagi? " tanya Andre.
"Sudah kenyang Mas, besok lagi ya.Mayang menawar.
"Ok Sayang, istirahatlah. Aku siapkan mandi untuk mu. "
Andre turun dari ranjang menuju kamar mandi.
Sementara Mayang tersenyum karena bia sudah mulai ketagihan dengan sop buntut sang suami.
Bersambung gengs, jangan lupa vote dan dukungannya ya. Tengkyu All ❤❤😍😘
-