
Setelah diseret dari rumah Resti, Ferdi di paksa keluar dari pintu gerbang rumah.
Pintu pagar pun di tutup, saat berada di luar rumah, Ferdi masih memanggil-manggil Resti dan memintanya untuk ikut dengannya.
"Resti! aku menunggu mu di sini Resti! " teriak Ferdi lagi.
"Ferdi ," ucap Resti lirih ketika Adelia menarik tangannya. Saat itu mulai ada rasa ragu di hatinya.
"Ayo Masuk Resti! jangan sekali-kali kamu percaya pada Ferdi. " Adelia menarik tangannya untuk masuk kedalam kamar.
"Tapi Mi aku mau bicara sebentar sama Ferdi! " Resti coba melepaskan genggaman tangan Adelia. Tapi Adelia semakin kuat mencengkram pergelangan tangan Resti.
"Mi, lepaskan Mi, aku mau menemui Ferdi! " Resti coba berontak.
"Ngak bisa! untuk sementara kamu diam di kamar kamu! Jangan pernah berpikir untuk bertemu Ferdi lagi Resti! Sudah cukup dia menyakiti kamu! "
Adelia mendorong tubuh Resti sembari melepaskan genggam tangannya setelah itu, ia berlari kecil menuju pintu kemudian langsung menutup pintu tersebut.
"Mi tunggu Mi! jangan kunci pintunya Mi! " Resti memanggil Adelia sambil mengetuk pintu dengan keras.
"Mi buka pintunya Mi, aku ingin bicara sama Ferdi sebentar saja Mi, sebelum Ferdi berangkat ! Tolong aku Mi! "
Duar ...duar ... Resti memukul-mukul pintu tersebut. Tapi tak di hiraukan oleh Adelia.
Sementara Adelia kembali menemui Ferdi yang sejak tadi menunggu di luar pagar.
Melihat Adelia, Ferdi langsung berdiri menghampirinya.
"Mi, tolong pertemuan aku dan Resti Mi! sebentar saja! " Ferdi.
"Resti ngak mau bertemu dengan kamu lagi Ferdi. Sebaiknya kamu ceraikan Resti sekarang juga! Karena Resti sudah punya calon suami yang lebih baik dari kamu! " Adelia.
Ferdi terdiam mendengar Kata-kata Adelia. ia coba memikirkan cara lain untuk bisa bicara pada Resti.
"Baiklah Mi, aku akan pergi dari rumah ini sekarang juga, Aku juga akan menceraikan Resti saat ini juga, jika aku mendengar langsung dari mulut Resti. Jika dia benar-benar menginginkan perpisahan kami! " Ferdi.
Hm, Adelia membuang wajahnya.
"Sudahlah lebih baik kamu pergi saja, toh nantinya juga jatuh talak jika sudah tiga bulan kalian ngak hidup bersama! " Adelia.
"Apalagi kamu tunggu! cepat sana pergi! " usir Adelia dengan mata yang melotot seperti ingin keluar.
Dengan berat hati Ferdi melangkahkan kakinya. Di saat ia ingin memperbaiki hubungan rumah tangganya tak ada satu orang pun memberinya kesempatan.
"Kalau gitu aku permisi Mi. Semoga saja Resti bahagia dengan keputusannya. Tapi saat ini aku masih menunggunya. " Ferdi.
"Terserah! "
Adelia menyilangkan kedua lengannya pada bagian dada kemudian membuang mukanya sembari mengkerutkan bibirnya.
Akhirnya Ferdi memutuskan untuk kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanannya.
**
Ferdi melanjutkan perjalanan menuju bandara. Karena merasa tak berhasil membujuk Resti.
Sepanjang perjalanan ia terus memikirkan tentang Resti. Berharap Resti menyusul ke bandara. Saat itu Ferdi tak terlalu berkonsentrasi dalam berkendara, Ia masih ragu untuk melanjutkan kuliah di luar negri, Pandangannya ke arah depan , dengan pikiran pikiran yang melayang entah kemana.
Kecepatan mobil Ferdi berada di atas rata-rata karena kurangnya konsentrasi, Ferdi tak mengurangi kecepatan ketika melewati tikungan tajam.
Ketika tersadar, ia tak lagi mampu mengontrol kecepatan mobilnya saat mobilnya melaju kearah depan hingga menabrak pembatas jalan.
"Akh!"
Sreet buar.. Mobil Ferdi menghantam pagar pembatas jalan. Saking kencangnya hantaman tersebut, membuat mobil ringsek pada bagian depan.
Kepala Ferdi terbentur stir mobil, dengan kaca yang pecah berderai di atas kepalanya.
Bersambung , masih ada episode berikutnya.
Author punya rekomendasi novel keren, karya Resti muchu kissky.
dengan Judul Kau Pasti Menyesal