Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Anniversary


Lima tahun kemudian. 


Andre dan Mayang berada di sebuah hotel ternama Luxor Las Vegas. Hotel yang bertemakan kota Mesir tersebut merupakan salah satu hotel dan Resort yang paling berkelas di kota Las Vegas. 


Mereka kini berada di puncak piramida hotel, sedang menikmati makan malam romantis mereka. 


***


Andre menuang air putih ke gelas sloki yang biasanya untuk wine untuk istrinya. 


"Thank you for treating me as special as you would on our anniversary every day. I am thankful for having you in my life.”


Andre mengangkat gelas yang berisi air putih tersebut, mengajak Mayang untuk bersulang. 


"Happy Anniversary, my sweetheart. " Mayang mengetuk gelasnya dengan gelas Andre. 


Ciss. 


Keduanya menaut lengan mereka, Andre mendekatkan bibir gelas yang berisi air putih tersebut ke mulut istrinya,hal yang sama dilakukan oleh Mayang, mereka meneguk air putih tersebut seperti meneguk wine. 


Setelah itu mereka berdua saling melemparkan senyum bahagia penuh cinta. 


" Aku punya sesuatu lagi untuk mu. " Dengan menepuk tangan dua kali, seorang pelayan restoran langsung datang menghampiri mereka, membawa nampan dengan buket di atasnya.


Setelah meraih buket tersebut, Andre lalu menyodorkan seikat bunga bunga Aster dan mawar putih dengan kombinasi baby breath pada Mayang. 


Dengan senang hati Mayang menerima buket bunga yang indah itu. ." Terima kasih Sayang, " ucap Mayang seraya melempar senyum manis.


"Aku gak bisa ngasih yang spesial, karena tak akan ada yang terlalu spesial untuk orang spesial seperti mu, " ucap Andre seraya mendaratkan kecupan di kening sang istri. 


Mayang langsung berurai air mata, di peluknya suaminya tersebut. 


"Terima kasih Mas, karena kaulah yang membuatku bisa merasakan menjadi orang spesial. " 


Setelah beberapa saat memeluk, mereka mengurai pelukannya. 


Andre kembali mendaratkan kecupan di bibir merah milik sang istri. 


Dengan tangannya yang kekar dan perkasa ia menghapus air mata Haru Mayang. 


Tangan itu terasa begitu lembut ketika menyentuh permukaan kulit Mayang. 


" Mau berdansa? " tanya Andre seraya menarik lembut lengan istrinya. 


Ehm, Mayang berdiri dan melangkah mendekati Andre. 


Tangannya melingkar di leher Andre, Andre menarik tubuh ramping istrinya agar lebih dekat. 


Alunan musik dansa mengiringi setiap langkah kaki keduanya. 


Mayang meletakkan kepala pada dada bidang Andre, satu tangan memeluk pinggang pria perkasa tersebut, dan satu tangan mereka saling menggenggam. Sesekali mereka saling menatap dan saling melemparkan senyum. 


Gerakan yang mereka lakukan seirama dengan musik pengiring. 


Baru beberapa saat menikmati dansa, tiba-tiba saja dering telepon berbunyi. 


"Siapa yang menelpon? " tanya Mayang sambil menatap Andre. 


"Paling putrimu, pasti dia ingin tahu apa yang sedang kita lakukan," ucap Andre seraya mencubit pelan pipi Mayang. 


Mayang melepaskan pelukan kemudian berjalan mendekati nakas, kemudian mengangkat video via telpon tersebut. 


"Hallo Sayang! " Mayang melambaikan tangannya ke arah kamera. 


"Hallo Mommy! Mommy cantik sekali,ops." puji Raya sambil menutup mulut mungilnya dengan telapak tangan. 


" Raya juga cantik dengan kerudung peach itu. Raya sedang apa Nak? " tanya Mayan pada siang putri.


" Raya, Raihan dan Rayyan mau pergi pengajian di pesantren bersama kakek kyai, mommy!"


Raya memutar kamera untuk memperlihatkan keadaan sekeliling nya kepada Mayang.


Saat itu, Sean, Hesti, dan kakek juga ada disana, mereka terlihat sedang ngobrol. Sementara Raihan dan Rayyan sedang berlari bermain-main. 


" Alhamdulillah, Anak mommy pinter. Jangan nakal ya, Raya sebagai kakak harus bisa jaga Rayyan dan Raihan ya. "


" Siap Mommy!" Mommy dan daddy kapan pulang, Raya kangen? " tanyanya sambil menunjukkan dua lesung pipinya


"Dua hari lagi mommy pulang, setelah urusan daddy selesai. Raya, Rayyan dan Raihan, mau nitip apa nih? "


Raya menarik sedikit bola matanya ke atas karena sedang berfikir, " Ehm, mainan ada banyak, baju Raya juga bayak, nitip apa ya? " gumamnya seraya menaruh jari telunjuk di pelipisnya. 


"Gak nitip apa-apa " 


" Gak nitip apa-apa? Kenapa? " tanya Mayang heran. 


" Habisnya dirumah kita sudah ada semua mommy! Mainan Raya banyak, Baju-baju Raya juga banyak masih bagus-bagus lagi, kalau beli baju balu nanti gak sempat ke pake' .Karena itulah Raya jadi bingung mau pesan apa," tuturnya dengan sedikit cadel. Dengan bibir yang dibuat monyong-monyong.


Mayang dan Andre saling melemparkan senyum karena gemes melihat putri yang begitu lucu.


"Raya maunya mommy dan daddy cepat pulang saja, Raya kagen, " ucap nya sambil mengerucutkan bibirnya yang mungil. 


"Ehm sayang, mommy jadi pingin cepat pulang, jadi kangen pengen cium Raya. "


" Sini mommy cium. "Mayang mendekatkan bibirnya ke layar begitupun Raya. 


Cup, mereka saling mencium secara online. 


Rayyan dan Raihan menghampiri Raya yang sedang melakukan panggilan video. 


"Daddy -mommy! "Rayyan menyapa sambil melambaikan tangannya. 


"Hey sayang, duh anak mommy cakep banget pakai baju koko. "


Rayyan mengerucutkan bibirnya, karena ia memang tak suka dipuji. 


"Rayyan, kalau mommy dan Daddy pulang, kau mau beli apa? " tanya Mayang. 


" Gak mau apa-apa, Rayyan mau mommy cepat pulang, Rayyan bosan di sini. Setiap subuh di bangunin mbah, suruh sholat, trus di suruh ngaji. Gak punya waktu untuk main, " sahutnya dengan menggerutu.


" Eh gak boleh gitu, sebentar lagi Rayyan mau sekolah, harus bisa bangun pagi. Kamu harus nurut kata mbah yah Nak. "


"Iya mommy," sahutnya dengan ketus kembali.


" Raya, Rayyan dan Raihan, Ayo berangkat! " seru kiai Abdullah dari belakang.


" Iya Mbah! " seru ketiganua secara serempak.


" Oke mommy, Raya berangkat dulu.Dada " Raya melambaikan tangan kemudian kiss bye. 


"Dah Uncle, onty! " Raihan juga ikut melambaikan tangan. 


" Dada juga,Sayang! "Mayang dan Andre melambaikan tangan, ke arah mereka. 


Sambungan telepon pun terputus. Mayang meletakkan handphonenya tersebut kembali di atas nakas.


" Senang rasanya melihat Anak-anak ku tetap ceria, meski di tinggal. "


"Tuhkan mereka sudah besar, ngak perlu khawatir. Mereka aman bersama kakek dan uncle-nya. "


Andre segera melingkarkan lengannya pada perut ramping Mayang, memeluknya dari belakang.


Mayang menoleh ke arah Andre yang sudah menatapnya dengan senyuman mesumnya. 


" Yuk kita lanjut dansa nya, tapi kali ini bukan di lantai dansa, tapi di atas ranjang, " bisiknya dengan mesra. 


" Ehm, sudah tahu kok, ujung-ujungnya pasti berakhir di atas ranjang kan. "


Keduanya kembali saling melemparkan senyum.


Andre langsung mengangkat tubuh Mayang kemudian membawanya ke atas ranjang. Kedua netra indah tersebut saling beradu. 


"Sudah lama kita tidak berduaan seperti ini Sayang. Hari ini aku ingin bertempur semalam denganmu, " ucap Andre lirih dengan mata sayu karena menahan hasratnya. 


Mayang mengusap wajah tampan Andre, " Ehm, aku ingin tahu, apa suami ku seperkasa itu," tantang Mayang. 


"Jangan menantang ku sayang, nanti kau menyesal, " ucap Andre sambil meletakkan tubuh mayang di atas tempat tidur. 


Mayang bersandar pada headboar sementara Andre sudah melepaskan satu persatu penutup tubuhnya. 


Mayang menelan salivanya ketika melihat otot otot yang menonjol dari tubuh pria perkasa yang ada di hadapannya tersebut. 


Meski sudah sering melihat tubuh suaminya yang telanjang dada, tetap saja setiap melihat kemolekan tubuh Andre, ia selalu terbayang pertempuran hangat mereka di atas ranjang. 


Mayang menggigit bibir bagian bawahnya menahan hasratnya yang seketika itu terbakar. 


Tanpa menunggu lama, Andre langsung mendaratkan kecupan lembut ke bibir istrinya, yang langsung disambar dengan ganas oleh Mayang.Kedua bibir itu pun saling bertaut kemudian saling menyesap selama beberapa saat, hingga mereka sudah tak bisa lagi menunda pertarungan hangat itu pun segera di mulai. 


Bersambung, langsung dua episode hari ini ya guys