
Rapat direksi dimulai, beberapa pejabat direksi staf dan pemegang saham telah hadir di ruang rapat.
Meski mendadak. Namun, hampir semua undangan hadir pada rapat tersebut.
Andre berdiri di hadapan peserta dengan gagah memimpin rapat. Sorot mata tajamnya menyiratkan ketegasan serta jiwa kepemimpinan yang ia miliki.
Suasana yang awalnya riuh karena obrolan peserta rapat, seketika menjadi hening melihat sang pemimpin berdiri, meski tanpa perintah untuk diam.
"Terima kasih atas kehadiran anda di ruang rapat pada hari ini. Saya pemimpin dari Angkasa pura Corp dengan ini telah memutuskan untuk membagi dua wilayah perusahaan. Dan salah satu dari perusahaan tersebut, akan saya serahkan kepada saudara saya, yang bernama Andreas Williams Adam. "
Andre mengamati peserta rapat yang saat itu saling melemparkan pandangan sesama anggota lainnya.
Seorang peserta rapat mengangkat tangan." Maaf tuan! anda tak bisa mengangkat dan mengalihkan perusahaan anda begitu saja kepada orang yang tak memiliki skill di bidangnya. "
" Bagus! Ada lagi yang keberatan dengan keputusan saya?! "tanya Andre seraya menatap kearah peserta rapat.
Sebenarnya banyak yang kurang setuju dengan pengangkatan Sean. Namun, apa daya, sebagian mereka hanya memiliki saham 5 sampai 10 persen saja dari perusahaan tersebut. Sedangkan tujuh puluh persen lagi milik Andre dan Adam Williams.
Beberapa orang berdialog dengan anggota rapat lainnya. Mereka mempertanyakan kemampuan Sean dalam memimpin perusahaan.
"Permisi tuan. Saya bukan tak setuju dengan keputusan anda, tapi seorang pemimpin harus memiliki kompetensi di bidangnya, Pertanyakan Kami, apakah kemampuan yang dimiliki oleh tuan Andreas Sama dengan kepemimpinan tuan sendiri. Karena kami tak ingin dirugikan dalam hal ini. "
Setelah mengutarakan pendapatnya peserta itu kembali duduk, keadaan mulai kembali tenang ketika Andre mulai bicara.
" Saya mengerti jika ada yang kurang sesuatu dengan keputusan saya ini. Namun, saya bukanlah tipe orang yang mengambil keputusan tanpa pertimbangan matang. Saya juga siap menanggung konsekuensi jika keputusan yang saya ambil, berakibat merugikan banyak pihak. " Andre menegaskan.
" Ganti rugi berupa, apa tuan? " tanya yang lainya lagi.
" Ganti rugi secara materi, jika dalam enam bulan, tuan Andreas tak bisa mengemban tugasnya dengan baik, maka segala kerugian investor dan pemilik saham, saya yang akan bayar. Jadi selama masa percobaan enam bulan, saya yang akan menanggung akibat dari keputusan yang saya ambil. Jika saudara Andreas tidak berkompeten, saya sendiri yang akan menggulingkan jabatannya. "
Keadaan menjadi sedikit berisik karena beberapa kelompok yang berdiskusi.
" Baiklah, jika begitu kami setuju tuan. "
" Ok, bagaimana dengan yang lain? " tanya Andre sambil mengedar pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut.
" Setuju! " secara serempak mereka menjawab pertanyaan itu.
"Baiklah, sekarang pelantikan CEO, PT Angkasa pura unit B."
"Saya selaku CEO PT Angkasa pura Corp, dengan ini melantik saudara Andreas Williams Adam, sebagai CEO Angkasa pura Unit B."
" Selamat untuk tuan Andreas. " Sean menghampiri Andre kemudian mereka berjabat tangan.
Tepuk tangan meriah memenuhi ruangan tersebut.
" Aku yakin, tuan Andre akan membayar mahal akan karena keputusan yang diambilnya," ucap salah seorang dari mereka.
"Ehm, pemimpin baru, sepertinya mudah untuk di goyahkan, " ucap yang lainya.
Setelah serah terima jabatan tersebut, Sean memperkenalkan dirinya di hadapan peserta rapat.
Setelah rapat selesai, kini tinggal rapat pembagian tugas. Struktur organisasi perusahaan tetap sama, hanya kedudukan pemimpin tertinggi yang berbeda.
Setelah rapat, masing-masing memberi selamat kepada pemimpin baru tersebut.
***
Setelah rapat direksi dan rapat pemegang saham selesai.Sean kini resmi menjadi CEO di salah satu induk perusahaan peninggalan Adam Williams.
Perusahaan yang ditangani oleh Sean bergerak di bidang ekspor dan impor, selain itu perusahaan tersebut sendirian memegang beberapa lisensi perusahaan berbagai produk makanan dan minuman serta produk kecantikan.
Sedangkan perusahaan yang dipegang oleh Andre adalah hasil pengembangan dari perusahaan ayahnya. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan terbesar yang mengolah barang mentah menjadi barang jadi, begitupun barang mentah dan setengah jadi , Produk dari perusahaan adalah produk-produk lokal yang penjualan mendunia, salah satu perusahaan yang dipegang oleh Andre adalah perusahaan otomotif terbesar di negri ini.
Andre menyunggingkan sedikit senyumannya.
" Kalau aku tak yakin, aku tak akan buat keputusan itu. "
" Sudahlah, anggap saja ini misi dari Red Eyes, jika kau bisa menyelesaikan misi mu ketika bersama Red Eyes, kenapa kau tak bisa menyelesaikan misi dari ku ini, bukannya seorang mata- mata harus bisa jadi apa saja?! "
" Ini bukan penyamaran. Tapi baiklah aku akan berusaha. " Sean.
Andre tersenyum. " Itu baru putra Adam Williams. "
***
Andre memanggil tiga orang kepercayaannya . Alex, Reyfan dan Reza untuk kembali mengatur posisi mereka masing-masing.
Diantara mereka Reyfan lah yang memiliki jabatan tertinggi, ia dipercaya oleh Andre untuk memimpin satu perusahaan konstruksi miliknya.
Sementara Reza, ia hanya seorang asisten yang mengurusi semua laporan kerja sebelum diperiksa oleh Andre.
Sedangkan Alex, ia tak punya jabatan apapun, hanya asisten Andre di lapangan. Alex ibarat kerja serabutan dengan gaji pokok menyamai anggota dewan.
Ketiga orang tersebut kini berada di hadapan Andre dan Sean.
"Karena kepemimpinan perusahaan sudah dibagi dan disetujui oleh semua pihak. maka, planing kerja yang sudah kita rancang sebelumnya, juga akan berubah. "
" Saat ini, saya bermaksud membagi tugas untuk masing-masing kalian bertiga. Saya akui kalian adalah orang yang paling totalitas dalam bekerja, karena itu, kalian saya percaya untuk memegang jabatan penting ini."
"Alex, kau saat ini tidak lagi bekerja bersama saya. Kali ini yang jadi bos kamu adalah Andreas Williams Adam, atau panggil saja dengan sebutan tuan Sean. " Andre.
"Siap Tuan! " seru Alex seraya melemparkan pandangan ke arah Sean.
Pembawaan Sean yang tenang dan tak banyak bicara, membuat Alex seolah mendapat angin segar, ia berharap bisa memiliki kedudukan seperti Reza dan Reyfan.
"Sean, kau bisa mengangkat Alex jadi Asisten kepercayaan mu, atau berikan jabatan penting untuknya di perusahaan mu. Alex adalah salah satu pegawai ku yang rajin" bisik Andre.
" Iya, Aku ingin lihat cara kerjanya dulu. " Sean berbalik berbisik di telinga Andre.
Mereka bertiga masih menunggu keputusan selanjutnya.
"Reza, Reyfan, kalian masih di posisi yang sama. " Andre.
" Alhamdulillah.Terima kasih Tuan."
Reza dan Reyfan tersenyum, posisi mereka tak berubah.
"Untuk sementara, saya harap kalian bisa bekerja sama dengan tuan Andres, saya yakin dengan kerjasama kita, kita bisa menjadikan perusahaan ini semakin berkembang di masa mendatang."
" Siap,Tuan!"
"Baiklah jika begitu, kembali keruangan kalian masing-masing. "
Setelah pertemuan tersebut Andre dan Sean kembali ke kantor, kebetulan saat itu sedang jam makan siang.
"Ayo Sean, kita makan siang. Aku penasaran, bekal apa yang di sudah di bawakan istrimu untuk kita."
" Biar aku yang ambil. " Sean berjalan menghampiri meja kerja Andre dimana rantang tersebut berada.
Sean menyodorkan satu rantang untuk Andre. Andre membelakan matanya ketika melihat isi rantang tersebut.
"Astaga Hesti! Makanan apa ini?!"
Bersambung, karena author semalam gak up, jadi hari upnya double ya. 🙏