
Andre melepaskan pelukannya setelah beberapa saat memeluk Mayang,"Mayang kamu kemana saja selama ini ? " tanya Andre seraya menatap wajah Mayang.
Mayang menggelengkan kepalanya lemah.
"Kita pulang ke rumah kita sekarang. Kamu ngak perlu lagi kerja seperti ini. "Andre.
Mayang masih menahan rasa sakitnya, ia pun masih syok melihat Andre yang terlihat baik di depannya.
Sementara si kembar Lucy dan Luzy di buat kaget bukan kepalang melihat Andre yang begitu mencintai istrinya, dengan perlahan mereka undur diri, Mereka takut jika Mayang menceritakan kepada Andre, bahwa mereka yang selama ini suka usil terhadapnya.
Selangkah demi selangkah mereka menuju anak tangga untuk kabur dari tempat tersebut.
Beberapa penghuni kost-an tersebut seperti merasa tertampar, karena sudah sering mereka menghina dan meremehkan Mayang.
Selama ini mereka tak pernah percaya dengan apa yang dikatakan Mayang, meski ada beberapa orang yang juga mempercai ucapan Mayang tersebut.
"Aku tinggal di sini saja, di sini aku merasa aman, " tolak Mayang.
Andre menarik pelan tangan Mayang kemudian menuntunnya duduk di kursi,mereka pun duduk bersebelahan.
Andre menarik tangan Mayang dan menaruhnya di paha.
"Mayang kamu ngak akan aman kalau tinggal di tempat seperti ini. Jika musuhku tahu jika istri ku berada tanpa pengawasan ku, kau pasti jadi incaran mereka, mereka tak segan-segan menyakiti mu dan calon anak kita Mayang," bujuk Andre
Mayang masih berusaha mencari cara agar Andre tak membawanya. Ia mengira Andre hanya bersandiwara untuk membujuknya, setelah di rumahnya nanti Mayang akan di tahan dan di perlakuan semenamena.
Mayang menggelengkan kepalanya. "Aku tak mau tinggal bersama mu Tuan. Kau pulang saja, aku bisa jaga diriku baik-baik. "Mayang.
Iya coba tak memberontak, hanya menolak dengan cara yang halus, lagi pula saat itu keadaan masih lemah.
***
Reyfan bangkit menuju mobilnya mencari tisu untuk membersihkan hidung dan mulutnya yang mengeluarkan darah.
"Sialan Tuan Andre, ngak pakai nanya dulu, langsung saja dia menghajar ku, Aku kan malu di depan anak-anak kost lainya,"dengusnya.
Setelah wajahnya bersih , ia pun kembali menghampiri Andre dan Mayang untuk menjelaskan kesalah pahaman.
Maklum saja, ia bisa di pecat tanpa hormat oleh Andre karena bosnya tersebut mengira dirinya lah yang menyembunyikan sang istri.
Sementara penghuni kost yang lain, satu persatu naik ke lantai atas, mereka semua kemudian mengintip dari lantai atas demi mengetahui kejadian selanjutnya.
"Mayang, kali ini dengarkan aku. Akan ku lakukan apa saja yang kau mau, tapi ku mohon pulanglah. Tak semestinya kau bekerja seperti saat hamil. " bujuk Andre kembali.
Mayang masih menatap Andre, ia tak tahu lagi bagaimana cara menolak Andre, sementara saat itu ia ingin segera kembali ke kamar untuk beristirahat.
"Nanti ku pikiran lagi tawaran mu Tuan, saat ini aku butuh istirahat, jadi pulanglah. "
Reyfan datang menghampiri mereka, melihat Reyfan Andre pun kembali naik spaning.
"Kau! Apa lagi yang membuat mu berani datang menemui ku lagi?! tanya Andre menggeram.
"Tuan sabar dulu, tenanglah. "Reyfan mencoba menahan tubuh Andre yang hendak memukulnya kembali.
Bola mata Andre berpendar menahan emosinya.
"Tuan, istri anda sedang mengalami keram pada bagian perutu. Ia tak bisa berdiri dan berjalan makanya aku menawarkan bantuan kepadanya. Lagi pula mana aku tahu jika dia adalah istri anda, selama ini ia bekerja sebagai OB di kantor kita, kau pun pernah melihat dia disana kan? "tutur Reyfan.
Andre sedikit kaget, ia memang pernah bertemu Mayang di kantornya sendiri. Bahkan saat itu Mayang berada di ruangan Reyfan, ia pun sempat mencaci maki Mayang.
Ternyata orang yang selama ini ia cari justru ada di lingkungannya , di kantornya sendiri.
Andre pun melepaskan genggaman tangannya, serta mengendorkan urat-uratnya. Andre kembali menghampiri Mayang.
"Kamu sakit? kita periksa ke rumah sakit sekarang, aku takut terjadi sesuatu pada calon anak kita. "
Andre merogoh saku celananya dan melemparkannya kearah Reyfan.
"Siapkan Mobil, aku mau bawa istri ku ke rumah sakit! "
Mayang pun pasrah di bawa oleh Andre, dari pada terjadi sesuatu pada bayinya.
Sementara Reyfan segera menuju mobil, ia langsung memarkirkan mobil mewah Andre di depan kost dan membuka pintu mobilnya.
Andre membawa Mayang masuk kedalam mobil, setelah itu ia masuk ke dalam mobilnya.
Mereka pun menuju rumah sakit.
Andre menyandarkan tubuh Mayang di dada bidangnya seraya mengusap kepala Mayang dengan lembut.
"Mayang masih terasa sakit? "tanya Andre sambil mengusap perutnya.
Karena Andre bertanya dengan nada yang lemah lembut, Mayang pun menjawabnya dengan lemah lembut.
"Masih, "jawabnya singkat.
Andre kembali mengusap perut Mayang, kemudian beberapa kali mencium pipi dan pucuk kepalanya.
Sementara Reyfan tersenyum melihat si bos galak seperti singa, malah berubah jadi semanis seperti kucing anggora.
Tak ada lagi obrolan di antara mereka berdua, kedua memang masih terasa kaku,beberapa menit kemudian mereka pun tiba di rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit
Andre mengangkat tubuh istrinya dari loby rumah sakit menuju ruang pemeriksaan.
Mayang di bawa menuju ruang pemeriksaan kehamilan dengan kursi roda.Setibanya di sana ia langsung di periksa oleh dokter spesialis kandungan.
Andre kembali mengangkat tubuh sang istri ke atas tempat tidur.
Sesekali Mayang meringis menahan rasa sakit, tak terasa bulir bening menetes di pipinya.
Dokter pun langsung memeriksa keadaan Mayang dengan tranducer.
"Istri anda harus bedrest sementara waktu, makan-makanan yang bergizi serta istirahat yang cukup. " Dokter.
"Bagaimana keadaan janinnya dok? " tanya Andre.
"Janinnya saat ini berkembang cukup baik, kehamilan kembar memang membutuhkan nutrisi yang cukup agar keduanya tumbuh sempurna, selain itu sang ibu juga harus banyak istirahat untuk mencegah resiko keguguran. "
Andre kaget sekaligus bahagia mendengar jika Mayang saat ini tengah mengandung anak kembar mereka.
"Untuk sementara pasien bedrest di rumah sakit selama beberapa hari, jika kram perutnya sudah mereda, barulah di lanjutkan bedrest di rumah. Saya resepkan obat pereda nyerinya dan vitamin-vitamin. " Dokter.
"Iya dokter. "
Andre menghampiri Mayang, menatap dengan bola mata yang berembun.
Ia pun meraih tanggan Mayang dan menggenggamnya.
" Sayang, Anak kita ternyata kembar, kau harus bedrest selama beberapa hari di rumah sakit." Andre
Mayang menatap Andre dengan bola mata yang berkaca-kaca, ia semakin binggung harus bagaimana, karena seperti ia tak bisa lari lagi dari Andre.
"Mayang, apa yang kau pikiran? " tanya Andre ketika melihat Mayang seperti melamun.
"Sudalah, jangan berpikir macam-macam lagi, jangan berpikir untuk lari dari ku lagi Mayang. Anak kita pasti membutuhkan ayah dan ibunya. Aku janji akan selalu menjaga kau dan anak kita, " ucap Andre, ia pun mengecup kening istrinya lekat.
Sementara Mayang masih tak percaya, jika Andre bisa berubah seratus delapan puluh derajat.
Bersambung dulu ya reader.
Sambil nunggu author up mampir ke novel author yang lainya yuk.