
Hari minggu yang cerah, pagi-pagi Mayang sudah berada di belakang kost-annya.
Keringat bercucuran di kening Mayang, karena ia sedang mengisi tanah bakar,kedalam beberapa pollybac untuk menanam beberapa tanaman , seperti cabe rasit, tomat, terong dan sebagainya.
Ada juga bibit sayuran yang ia sebar begitu saja.
Mayang mahir bercocok tanam karena di panti mereka menanam aneka sayuran untuk meminimalisir pengeluaran.
"Huh ngak sia-sia belajar berkebun di panti." Mayang.
Ketika tengah asik dengan kegiatannya. Mayang dikagetkan dengan bunyi siulan. Ia pun mendongkrak kan kepalanya.
Shurt shurt bunyi siulan,Si kembar resek datang menghampiri Mayang. Sambil mengikir kuku tangannya yang panjang yang satunya lagi menyilang kan kedua lengannya ke dada.
"Kata istri dari CEO, tapi sepertinya lebih cocok jadi istri petani miskin. "
Mayang kembali melanjutkan aktifitasnya tanpa peduli dengan ocehan mereka yang selalu usil dengan gerak-geriknya.
"Iya kali istri CEO, istri yang tak di anggap. "
"Makanya Mayang, kalau ngehalu ngak usah ketinggian. Tuh kan kalau jatuh sakitnya tuh rasanya disini," ucap Lucy sambil menunjuk dadanya.
"Eh, tapi boleh juga ilmu kamu Mayang, kamu pasti pakai guna-guna ya, untuk menaklukan Andre itu. Mantap belajar di mana? " Luzy.
Mayang sudah biasa dengan cibiran mereka. Ia pun tetap melanjutkan bercocok tanamnya.
Merasa tak di gubris, Lucy pun menarik tangan Mayang.
"Eh kalau orang ngomong tuh dengerin. sok banget kamu ya. Kamu pikir karena kamu istri si Andre kita-kita takut ? "
Mayang menepis tangan Lucy .
"Apaan sih! Aku ngak pernah gangguin kalian. Kenapa kalian selalu usil! " seru Mayang.
Mereka menatap Mayang sinis.
***
Mirna mencari Mayang, ia pun melihat Mayang seperti bersitegang dengan keduanya.
Tak ingin terjadi sesuatu pada Mayang. Mirna segera menghampiri keduanya.
"Ngapain kalian di sini? "tanya Mirna.
Keduanya pun kaget, seketika mereka melirik ke arah Mirna.
"Aduh ada emaknya nih. Malas gue, cabut yuk Luz! "
Duo kembar itu malas berhadapan dengan Mirna, mereka pun segera meninggalkan tempat tersebut
Keduanya pun menatap Mirna dengan sinis. Dan kembali di balas sinis oleh Mirna.
Duo tersebut makin sakit hati, mereka mengira Mayang mengada-ada cerita pernikahannya dengan Andre, untuk mencari sensasi belaka.
"Eh Luz, loh tahu ngak di mana kantor Andre? "
"Ya tahulah, Kenapa? "
"Gue curiga kalau Mayang itu berbohong. Bagaimana kalau kita laporin langsung ke Andre. Kalau memang ngak terbukti, biar saja Mayang di habisin sama si Andre itu. Makin kesal gue. "
"Tapi masuk kantor Andre ngak bisa sembarangan. Kita punya bukti dulu. Kalau si Mayang mengada-ada tentang pernikahannya. "
"Kita curi buku nikahnya. Kita bawa ke kantor Andre. "
"Ayuk. Mumpung mereka sedang sibuk. "
***
Mirna mendekat kearah Mayang.
"Mayang kamu ngak risih apa di gangguin terus sama mereka?"
"Biarin saja Mbak, ntar juga pada bosan sendiri."
Mayang melanjutkan bercocok tanamnya.
"Kamu menanam ini semua untuk apa Mayang? "
"Untuk persiapan Mbak. Nanti aku kalau habis melahirkan kan ngak bisa kerja dulu. Terus biar irit, aku tanam ini semua biar ngak beli nanti."
"Ehm, kamu hebat Mayang. mbak salut aja sama kamu. Jauh-jauh hari sudah terpikir dengan hal seperti itu. "
"Iya Mbak, Dulu di panti asuhan Mayang selalu di ajari untuk memamfaatkan apa saja yang ada. Selain bercocok tanam, Mayang juga di ajari belajar membuat aneka kerajinan dari bahan lembut, sampai kerajinan berbahan keras seperti sisa kayu dan bambu, selain itu Mayang dan anak-anak panti bikin Aneka kue dan kami titipkan di Warung-warung. Dengan demikian jika nanti Mayang melahirkan, Mayang bisa jadi wirausaha karena ngak mungkin juga Mayang bekerja di luar dan meninggalkan anak Mayang sendiri. "
Mirna tersenyum mendengar penuturan Mayang, ia pun menepuk pundak Mayang.
" Hebat kamu Mayang, kamu itu masih muda tapi cara berfikir kamu tuh luas sekali. Mbak yakin suatu saat kamu jadi wanita sukses dengan keuletan dan kemandirian kamu. " Mirna.
"He he, udah Mbak ngak usah di sanjung terus. Ntar Mayang jadi besar kepala. Udah besar perut, besar kepala pula. " Mayang.
"Hm, ada-ada saja kamu Mayang. "
"Yuk Mayang, Mbak mumpung hari minggu, Mbak mau ngajak kamu belanja. Ntar mbak traktir deh. "
"Oke, Mbak. Mayang juga sekalian ingin periksa kehamilan. ingin tahu jenis kelamin anak Mayang. "
"Ehm, kalau tiga bulan sepertinya belum ketahuan jenis kelamin anak kamu Mayang, Tapi kamu memang harus periksa kehamilan minimal setiap Trimester."
"Iya Mbak, Ayu Mayang selesaikan dulu ya."
"Iya Mayang. Mbak bantu ya. "
***
Andre berusaha mencari sendiri Mayang. Ia memang sengaja tak menggembor-gemborkan pencariannya. Karena akan berakibat fatal.
Orang seperti Andre lebih banyak memiliki musuh dari pada teman,jika mereka tahu Mayang adalah istri sah yang tengah mengandung anaknya. Maka bisa jadi Mayang berada dalam keadaan bahaya.
Hidup Andre yang keras dan kejam, tentu banyak sekali orang yang menaruh dendam padanya.
Andre mendatangi beberapa klinik bersalin dan dokter kandungan.Mungkin saja Mayang pernah memeriksakan kandungnya.
Beberapa klinik sudah ia datangi. Dan kini ia mendatangi sebuah klinik lagi.
Ketika baru saja memarkirkan mobilnya. Andre seperti melihat wanita yang mirip seperti Mayang.
"Mayang?"gumannya.
Andre pun segera berlari menghampiri perempuan tersebut.
Ketika sudah berada di belakang, ia pun menarik tangan Mayang dan memeluknya.
Namun, perempuan tersebut mendorong tubuh Andre, kemudian menampar nya.
Plak, satu tamparan mendarat di pipi Andre.
Bersambung dulu.
Jangan lupa dukung author terus ya dengan like, saran, bunga dan votenya makasih. 🙏😍😘