Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Kamar baru


Mobil mewah mereka melaju membelah jalan raya. setelah melakukan perjalanan berjam-jam, akhirnya mereka tiba di rumah mewah milik Andre dan Mayang.


Hesti begitu terpana ketika melihat kemegahan dari bangunan yang ada di hadapannya.


'Wah belum pernah aku lihat rumah semewah dan sebagus ini, ' batinnya.


Mobil perlahan masuk menuju garasi yang super luas tersebut.


Hesti kembali mengedarkan pandangan nya ke area sekitar,


"Garasinya besar begini,mungkin saja berkali- kali lipat dari rumah ku, "guman Hesti lagi.


Hesti kembali di buat terkagum-kagum melihat


beberapa koleksi mobil antik milik mendiang Adam Williams berjajar di sana. Maklum saja sejak menjadi penguasa Black Eyes, Adam Williams masuk dalam jajaran salah satu orang terkaya di dunia.


Keempat orang tersebut kemudian turun dari mobil dan langsung menuju pintu utama.


Hesti masih menggandeng tangan Sean dengan mesra.


"Sayang ini rumah kita? " tanya Hesti dengan perasaan bangga dan bahagia.


"Bukan Sayang, ini rumah mereka. Nanti kita bangun istana kita sendiri, "bisik Sean.


"Kenapa harus bangun rumah lagi sih Sean? apa rumah ini kurang besar untuk kita tempati bersama? " sahut Andre dari belakang.


"Ha ha, bukan begitu. Layaknya sebuah istana, hanya akan ada satu permaisuri dalam satu istana tersebut. Dan aku hanya ingin menjadikan istriku sebagai Satu-satunya permaisuri di istana milikku, yang akan ku bangun sendiri.Bukan begitu kakak ipar? " tanya Sean pada Mayang.


"Benar sekali Adik ipar!" sahut Mayang.


"Aku adalah permaisuri di rumah ini! dan tak akan ada permaisuri yang lainya meskipun itu adik ipar ku sendiri Ha ha." Mayang.


"Biar saja Sayang mereka membangun istana mereka sendiri, dengan demikian mereka bisa mengatur urusan rumah tangga mereka sendiri, bukannya lebih menyenangkan jika dua orang suami istri membangun pondasi rumah tangga mereka secara Bersama-sama, Begitukan Sean maksud mu?" Mayang.


"Ha ha, Kak ipar memang lebih pengertian. " sanjung Sean.


Mereka pun duduk di sofa di ruang tamu untuk ngobrol.


" Aku hanya ingin keluarga kita jadi utuh kembali, Sean. Kau tetap bisa tinggal bersama dengan kami. Selain itu, dengan kehadiran Hesti, istriku pasti tak akan merasa kesepian. Maklum saja kita berdua orang sibuk. " Andre.


"Tenang saja, Aku juga belum bisa pindah rumah ini, kasihan Hesti, jika harus sendirian dirumah. Apalagi pekerjaan yang ku lakoni mengandung resiko yang sangat tinggi. Istriku juga butuh tempat yang aman selama aku menjalankan misi. " Sean.


Hesti terperangah mendengar Kata-kata Sean. Sejak menikah, ia tak pernah bertanya pada sangat suami tentang profesi Sean. Dirinya mengira jika Sean dan Andre Sama-sama pengusaha sukses yang kaya raya.


"Menjalankan misi? Emangnya kamu kerja apa sih Sayang? " tanya Hesti.


Sean tersenyum. "Suatu saat kamu juga tahu Sayang. Nanti akan ku jelasakan padamu. "


"Ehm, Seperti apapun pekerjaanmu aku tak peduli, Yang penting kau selalu setia saja," ucap Hesti sambil memeluk lengan Sean."


"Iya Sayang, tenang saja. Sejauh apapun aku, aku akan kembali padamu," ucap Sean seraya mencubit dagu Hesti.


Hesti tersenyum tersipu seraya kembali meluk manja suaminya tersebut.


"Hm, jadi makin Sayang deh. " Cetus Hesti seraya mengelayut manja pada Sean.


"Uh so sweetnya," cetus Mayang, ia pun memeluk Andre karena tak ingin kalah.


"Jadi kita akan tinggal untuk sementara disini. Sampai rumah yang kita bangun selesai? tanya Hesti.


"Iya Sayang. Tentu jika kakak ipar tak keberatan, maklum saja, saudara ku pasti lebih patuh dengan permaisurinya. "Sindir Sean.


"Tentu saja aku ngak keberatan. Aku jadi punya teman dan saudara lagi." Mayang


"Iya aku jadi bisa belajar banyak dari Kakak ipar! yey! " sahut Hesti dengan bahagia.


"Kalau kau ingin membangun rumah, Kita punya banyak lokasi tanah dan lahan Sean, Silakan kau pilih saja yang mana yang akan kau jadikan untuk membangun rumah mu. Lagi pula aku akan membagi adil semua aset-aset peninggalan Daddy. Kau bisa ambil alih sebagian perusahaan milik keluarga kita kapan pun kau mau. " Andre.


"Sayang sekali, aku tak bisa melepaskan profesi ku begitu saja. Jika aku meninggal kan pekerjaanku begitu saja, maka aku akan di anggap penghianat oleh Red Eyes. Dan kau tahu sendiri apa akibatnya kan? " Sean.


"Untungnya posisi terakhir ku di Black Eyes sebagai ketua mereka, jika aku berhenti tak ada yang menganggap ku sebagai penghianat. Meski pun begitu, tetap saja Black Eyes bisa ku kendalikan sampai saat ini.Aku hanya khawatir dengan mu Sean, bagaimana jika bos mu tahu jika kau adalah saudara dari mantan pemimpin Black Eyes, apa mereka tak akan berfikir"


"Itu tak masalah, selama kinerja kerja ku baik. Itulah mengapa sebabnya aku tak boleh menolak misi yang mereka berikan padaku, apapun itu. Aku sudah cukup bersyukur Steven Kert mengijinkan aku untuk menetap di sini. " Sean.


"Hanya saja aku tak boleh menikah selama masa jabatan ku bearkhir selama dua tahun lagi, " tambahnya lagi.


"Kenapa begitu? " tanya Mayang.


"Karena jika aku sedang menjalankan misi, aku tak boleh pulang dengan alasan apapun, termasuk alasan anak atau istri. Masa bakti anggota Red Eyes selama sepuluh tahun sejak di lantik, dan itu tinggal dua tahun lagi." Sean.


Hesti kaget mendengar pemaparan suaminya, ia belum mengerti apa sebenarnya pekerjaan suaminya itu.


"Seperti itukah Sayang? Bagaimana jika terjadi sesuatu saat kau tak ada? " tanya Hesti dengan raut wajah yang sedih.


"Sean tersenyum, tetap saja Sayang kau lebih aku utamakan. " Sean.


"Ehm, senangnya. " Hesti semakin tersanjung.


Andre dan Mayang tersenyum melihat pasangan baru tersebut.


"Sepertinya mereka lebih bucin ya Mas. " Mayang.


"Masih hangat, ya gitu Sayang." Andre.


"Iya kalau kamu mah udah dingin Mas, ngak angat lagi, maklum sudah banyak yang mencicipi, seng ada rasa lagi he he, canda Mayang.


"Ehm Sayang. kau selalu begitu, " sahut Andre dengan bibir yang mengkerucut.


"He he maaf ya Sayang, bercanda.Aku tetap cinta kok sama kamu," ucap Mayang seraya mencium pipi Andre.


Andre membalas dengan mengedipkan kedua matanya kearah Mayang, mencari kesempatan. "Ke kamar yuk! "ajak Andre seraya memberi kode-kode.


"Ayuk aku juga sudah capek! "Mayang.


Keduanya pun beranjak meninggalkan Sean dan Hesti.


"Kalau begitu, Silakan nikmat waktu istirahat kalian ya. " Mayang.


"Oke! " Sean.


Sean dan Hesti saling memandang. "Kita juga istirahat di kamar kita Yuk, "ajak Sean.


"Ayuk! " Hesti.


Mereka langsung menuju kamar mereka.


Hesti di buat terkagum-kagum lagi ketika melewati koridor menuju kamar mereka. Dimana seumur hidup ia tak pernah bermimpi akan menikah dengan seorang lelaki dari kalangan konglomerat.


Beberapa saat kemudian keduanya tiba di depan pintu kamar.


Sean membuka pintu kamar mereka, kali ini Hesti semakin tabjub melihat ruangan kamar yang akan di tempati olehnya.


"Sayang ini kamar kita? " tanya Hesti.


"Iya Sayang, di sini lebih aman dan nyaman untuk kita bercinta, Karena ruang ini kedap suara. Ranjangnya juga lebih empuk.Jadi suara berisik seperti apapun tak akan terdengar dari luar ruangan. "


"Wow, jadi penasaran," cetus Hesti.


"Kita coba yuk! " Sean.


"Siapa takut! " tantang Hesti seraya melingkar lengannya pada leher Sean.


Langsung saja Sean mengangkat tubuh sang istri dan membawanya ke atas tempat tidur dan mempraktekkannya.


Bersambung dulu ya reade, masih dalam rangka crazy up. terimakasih atas dukungannya. lope u sekebon