Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Prepare


Mayang dan Andre tengah menikmati makan siang mereka, yakni ikan bakar yang di dapat dari tambak dengan sambal lamongan.


Mereka duduk di atas dipan yang ada di depan rumah kakek.


Mayang terlihat begitu menikmati ikan hasil tangkapan Andre tersebut.


"Bagaimana Sayang? Enak? " tanya Andre seraya menyuap ikan tersebut ke mulut Mayang.


"Enak dong, ngak ada belasan juta,ngak dapat nih ikan. " Mayang.


Andre tersenyum, "Kamu dan anak kita lebih berharga, jangankan belasan juta, miliaran pun akan aku keluarkan jika kamu menginginkannya," ucap Andre lagi sambil kembali menyuap nasi lauk pada Mayang.


Andre menyuapi Mayang sampai istrinya tersebut kenyang, setelah kenyang barulah ia makan.


Mayang bersandar pada dipan karena merasa ke kenyangan. Hampir saja ia menghabiskan satu bakul nasi.


Sambil makan mereka kembali ngobrol.


"Kamu bilang apa sama si Hesti sih Sayang, sampai dia tanya lingerie segala? "tanya Andre sambil mengunyah makanannya.


"Ehm, aku suruh Mayang beli lingerie untuk ML mereka nanti malam Mas he he," sahut Mayang seraya tertawa terkekeh karena mengingat betapa lucunya Hesti.


Andre ikut tertawa kecil, "Ternyata kamu peduli juga pada mereka. "


" Ya pedulilah Mas! Mereka kan Sama-sama belum mengenal,masih sama-sama kaku, kalau ngak ada yang mulai duluan ya bisa semakin lama proses nya pernyataan mereka. Lagi pula kita yang sudah berpengalaman harus bisa membimbing junior kita, he he. "


"Iya juga sih, Sean juga seperti orangnya tertutup. Mungkin selama di Red Eyes, dirinya tak pernah berhubungan langsung dengan wanita, sejak usia belasan tahun ia melakukan pelatihan berat, di sana tugas mereka hanya berlatih dan berlatih, yang mereka lihat, cuma hutan, laut lereng gunung dan sebagainya. Ngak pernah bersosialisasi dengan perempuan terkecuali anggota Red Eyes yang lainnya " Andre.


"Ehm begitu, Pantes saja Sean terlihat kaku klau dengan perempuan. Ngak kayak kamu main nyosor saja, orang lagi ngak sadar diri saja di hajar juga, kejam! " Mayang.


"He he, ngak apalah jika memang itu cara untuk menemukan cinta sejati, biar saja di bilang kejam," ucap Andre santai.


Mayang tersenyum kemudian ia, mendekat ke arah Andre dan mencium pipinya." Itukan dulu, sekarang suami ku ini sudah berubah jadi sosok suami yang paling romantis di dunia," ucap Mayang seraya tersenyum sambil mengusap kering di kening Andre.


Keduanya pun saling melemparkan senyum mesra.


***


Sean dan Hesti menuju sebuah toko pakaian dalam dan aneka gaun tidur dari berbagai merk dan bahan. Termasuk lingerie.


Mereka pun melihat-lihat serta membeli pakaian daleman yang baru dengan kualitas terbaik untuk Hesti.


Setelah memilih beberapa barang yang di inginkan Sean mengajak Hesti menuju ke ujung ruangan, di sana terpajang beberapa gaun tidur yang indah dan Seksii.


"Hes, Kamu tahu ngak yang mana namanya lingerie? " tanya Sean.


"Ngak tahu Om. "


"Ini namanya lingerie! " tunjuk Sean pada salah satu gaun tipis berwarna merah yang menerawang.


"Hah yang ini Om?! " tanya Hesti kaget.


"Ini sih lebih baik ngak pakai baju sekali!"dengus Hesti lagi.


"Nah itu, lebih baik ngak usah pakai baju kan? he he" Sean mulai memancing Hesti.


"Jadi gimana, masih mau beli? " tanya Sean lagi.


"Jadi Om, tapi aku pilih yang itu saja ya! " Hesti menunjuk Lingerie berwarna hitam dari bahan satin yang tak transparan, namun tetap saja seksii karena bagian dada terbuka dengan panjang gaun beberapa centi di atas lutut.


Sean sudah bisa membayangkan bagaimana nanti mereka melewati malam bersama.


Tak terasa waktu sudah menjelang pukul tiga sore, karena setelah belanja Sean dan Andre makan siang di salah satu restoran yang ada di mall tersebut. Setelah itu, atas permintaan Hesti, mereka pun bermain di arena permainan.


***


Malam harinya. Setelah sholat isya dan sholat berjamaah, para santri dan beberapa ustadz mendengarkan tausiah setelah sholat isya,sementara Mayang dan Hesti sudah kembali ke rumah.


"Kamu belanja apa saja Hes? " tanya Mayang.


"Beberapa pakaian, kosmetik dan lingerie."


"Boleh kakak intip ngak, belanja apa saja? " tanya Mayang.


"Ayo!" Mayang ikut bersamangat.


Mereka pun menuju kamar Hesti dan Sean.


Di atas tempat tidur ada beberapa paper bag .


Mereka pun menghampiri tempat tidur tersebut.


"Nih kak, aku beli lingerie seperti yang kakak bilang. " Hesti.


Mayang tersenyum. Ia meraih paper bag tersebut kemudian merogoh isi di dalamnya, ada tiga lembar lingerie yang di beli oleh Hesti dengan warna yang berbeda.


Mayang membuka lipatan lingerie hitam dan melihatnya.


"Nah kamu pakai yang ini, pasti pas untuk kamu. " Mayang menyodorkan sebuah lingerie hitam.


"Hah, yang ini kak?! tapi aku kan jadi malu. " Hesti menutup sebagaian wajahnya dengan senyuman malu-malu kucing.


"Sudahlah pakai saja! kalau ngak mau di gunakan, kenapa di beli.Mubazir tau! Ayo pakai saja sekarang! " titah Mayang.


Dengan patuh Hesti menurut. Ia, melepaskan pakaian syar'inya kemudian menyimpan nya di lemari gantung.


Mayang tersenyum puas ketika melihat lingerie tersebut membungkus indah sebagaian tubuh Hesti. Bahkan belahan dada Hesti terlihat begitu jelas dan indah, karena kulit putih Hesti yang terlihat kontras jika di pasukan dengan lingerie tersebut.


"Wah kamu cantik sekali Hesti. Tinggal memoles sedikit saja wajah kamu. Siap deh. "


Mayang membongkar paper bag yang berisikan kosmetik yang Hesti beli.


Mayang kemudian memoles bedak tabur di wajah baby face Hesti, dengan lipcream berwarna soft pink dengan bulu mata yang di buat sedikit lentik.


"Sudah selesai prepare nya! " ucap Mayang beberapa saat kemudian.


"Tinggal menyemprotkan minyak wangi, supaya ketika suami kamu membuka pintu kamar, dia langsung mencium aroma yang harum semerbak."


"Seperti kumbang yang mencium aroma bunga yang baru saja mekar, sang kumbang tak akan ragu lagi untuk meneguk madu dari dari bunga yang baru saja mekar seperti kamu Hesti. " Mayang.


"Ah kakak ipar bisa saja," ucap Hesti seraya tertunduk.


"Sudah sekarang kamu duduk saja di sini, ikuti saja naluri kamu ya Hesti. Ingat ketika suami kamu datang hal yang pertama yang harus kamu lakukan adalah tersenyum ke arahnya, senyum pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda, ha ha. "


"Iya Kak," sahut Hesti menurut dengan mengangguk.


"Ok kalau gitu Kakak kembali ke kamar, ngak enak jika suami kamu datang, kakak masih ada di sini. "


"Iya Kak. "


"Ingat ya Hesti, ikuti saja naluri kamu," ucap Mayang seraya tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


Mayang keluar dari kamar Hesti, saat itu kebetulan Andre dan Sean baru saja tiba bersama kakek.


"Sayang dari mana? " tanya Andre karena melihat Mayang seperti dari arah dapur .


"Ngak dari mana-mana." Mayang menunggu Andre untuk Sama-sama menuju kamar mereka. sementara Sean juga langsung menuju kamarnya.


Andre dan Mayang berjalan beriringan.


"Tadi dari mana sih? mencurigakan sekali. " Andre.


"Oh tadi lagi prepare untuk MLnya Sean dan Hesti, he he. " Mayang.


"Ehm, Andre menatap sendu wajah sang istri. "Kalau gitu malam ini kita juga ML ya, " cetus Andre sambil menarik turunkan alisnya memberi kode.


Mayang melingkarkan lengan pada leher Andre. "Ayo siapa takut! "


Andre langsung menyambar bibir Mayang, tapi langsung di tepis Mayang.


"Jangan ah Mas, di kamar saja.Ngak enak, klau kepergok kakek. " Mayang.


Mereka pun masuk ke kamar, segera saja pasangan tersebut memulai petualangannya.


Bersambung, ada yang akan ML di episode berikutnya he he