Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Kembar Identik


Andre sedang berada di ruang kerjanya memeriksa berkas-berkas yang di kirimkan oleh Reza


Telpon berbunyi ia pun segera mengangkat telpon tersebut.


"Hallo, ada apa? " Andre.


"Tuan ada penyusup yang menerobos masuk ke ruangan Tuan! "


"Bagaimana bisa?! Apa kerjaan kalian di sana ?! hingga penyusup masuk begitu mudah?! "


"Maaf Tuan, penyusup tersebut memiliki paras yang begitu mirip dengan Tuan. Kami mengira penyusup tersebut adalah Tuan. Hingga kami membiarkan masuk ke dalam kantor begitu saja. "


Andre kaget sekaligus bahagia.


"Tahan dia! sampai aku tiba. Jangan pernah menyakitinya dengan senjata api ataupun senjata tajam. Jika ia melawan, kalian borgol saja dia agar tak lari. "


"Baik Tuan segera laksanakan."


Andre memakai jaket kulitnya serta membawa pistol.


Mayang tersadar ketika suaminya mengecup keningnya.


"Mas mau kemana? " tanya Mayang.


"Sayang, ada penyusup di kantor ku. Katanya wajahnya mirip dengan ku. Aku yakin itu pasti Andreas."


Mayang bangkit.


"Aku boleh ikut Mas? " tanya Mayang.


"Jangan Sayang, aku tak tahu siapa yang kita hadapi saat ini. Jika ia menyusup dan berusaha untuk meretas data perusahaan ku, itu berarti Andreas bersama musuh-musuh kami. Ah mungkin saja otaknya sudah di cuci hingga Andreas lupa siapa dirinya. "


"Hm kalau begitu Hati-hati Mas. Ingatlah selalu jaga dirimu. Aku dan anakmu selalu menunggu kehadiran mu. " Mayang.


"Tentu Sayang. Kau tidurlah setelah kau membuka matamu, aku pastikan aku sudah kembali," ucap Andre seraya mengecup kening dan bibir Mayang.


"Hm' Aku menunggu mu Mas. " Mayang.


***


Andre bergegas menuju kantornya. dengan menggunakan mobil. Kecepatan Andre di atas Rata-rata hingga ketika ia hendak menikung, ia hampir menabrak seorang pengendara motor yang melaju


Beberapa saat kemudian ia sudah sampai di kantornya.


Betapa terkejutnya Andre ketika melihat para bodyguard berserakan di lantai, wajah mereka babak belur.


"Ada apa ini?!"tanya Andre dengan kesel.


"Ampun Tuan, penyusup tersebut kabur. Kami tak mampu menghalau serangannya. "


"Bedebah! Kalian ber sepuluh tak bisa menahan satu orang?! " Andre.


"Iya Tuan sebernarnya kami juga takut melukai pria tersebut, karena wajahnya begitu mirip dengan Tuan. "


"Kalau gitu ambil rekaman kamera CCTV. Saya perlu tahu barang apa saja di ambil! "


"Baik Tuan! "


Andre menuju ruangannya kemudian ia memeriksa sistem pengaman yang di rusak oleh Andre.


Ruangan tersebut masih tampak Rapi.


Andre membuka access CCTV ruangan yang tersambung pada smartphonenya.


Benar saja, Andre melihat pria berpakaian hitam mengambil ballpoin, gelas dan beberapa sampah yang ada di ruangan tersebut.


Dari sana Andre dapat tahu niat dan tujuan orang tersebut. Andre pun tersenyum.


Andre kemudian menghubungi Reza.


"Hallo Tuan,ada apa Tuan? " tanya Reza.


"Hubungi tim suport IT. Blockade semua data kita selama beberapa hari kedepan. Bisa jadi ada hecker yang hendak meretas data perusahaan kita. Ganti semua sensor fingger pada setiap sistem keamanan! "


"Baik Tuan." Tanpa berani bertanya Reza langsung mengerjakan perintah dari Andre.


Seorang bodyguard membawa rekaman CCTV pada Andre.


Dalam rekaman tersebut Andre sempat melihat plat motor yang di kenakan oleh Sean.


"Ehm, cari tahu pemilik plat XX 1111ZZ ini.


"Baik Bos. "


Andre kembali memeriksa siapa-siapa saja yang mengunjungi situs web milik pribadi dan perusahaan.


***


Setelah melarikan diri dari kantor Andre. Sean men-scan sidik jari yang ada di ballpoin dan gagang cangkir. Tak hanya itu ia juga, mengambil endapan air liur yang menempel di gelas Andre untuk mengambil sample DNA yang nantinya akan di bandingkan dengan DNA miliknya.


Hari ini Sean menuju sebuah laboratorium untuk mencocokkan DNA antara dirinya dan Andre.


Laboratorium tersebut memang milik anggota jaringan mafia dunia. Dari sanalah para mata-mata bisa mendapatkan hasil uji tes genetika tanpa melewati prosedur seperti di rumah sakit.


Karena teknologi yang canggih dan tingkat profesionalitas yang tinggi. Perumusan hasi tes DNA yang biasanya memakan waktu yang lama bisa di persingkat, di laboratorium milik Red Eyes tersebut.


Dalam waktu kurang dari sehari Sean sudah mendapatkan hasilnya.


Sebuah amplop putih sudah berada di tangan Sean. Dengan detak jantung yang berdetak kencang dan tangan gemetar Sean membuka amplop itu dengan tergesa-gesa.


Bola matanya membulat sempurna melihat hasil tes DNA antara dirinya dan Andre.


Benar saja 99,99 % profile DNA mereka sama, itu bearti mereka adalah kembar identik atau kembar mono zigot.


Sean menatap lurus dengan hampa. 'Kenapa aku dan Andre bisa terpisah? ' batin Sean.


Bersambung. Happy Sunday guys. selamat pagi dan selamat beraktiftas. Ada yang penasaran dengan lanjutannya. He he


Sambil nunggu author up yuk mampir di novel author yang lainnya. yang belum mampir. Tangkyu.


Assalamu'alaikum wr. wb.