Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Berita Bahagia


Seminggu telah berlalu, Hesti masih terlihat sedih meski Mayang dan Andre selalu berusaha menghiburnya.


Kesibukan Sean yang sangat padat di tambah dengan beberapa kendala teknis, Sean pun jarang menghubungi Hesti dan itu membuat Hesti terlihat semakin sedih.


Meski ia dan Sean baru mengenal dan baru menjalani kehidupan rumah tangga. Namun, kepergian Sean mampu merubah Hesti. Hesti yang ceria dan periang, kini lebih sering menyendiri dan menghabiskan waktu sendirian di kamar.


Waktu terus berlalu, sudah sebulan Sean pergi. Namun, ia belum juga kembali. Setiap harinya Hesti hanya bisa menangis sambil menatap foto Sean.


Rasa rindu Hesti terhadap suaminya semakin menggebu-gebu. Hingga Hesti kehilangan selera makan.


***


Waktu menunjukkan pukul tujuh malam.


Merasa saat itu berada di meja makan.


Keduanya saling menatap kearah Hesti yang terlihat begitu sedih. Hingga mereka selesai makan, makanan yang ada di piring Hesti tak sedikitpun di sentuh olehnya.


"Hesti kamu kenapa? " tanya Mayang.


"Aku ngak selera makan Kak, Akhir-akhir ini. " Hesti.


"Meski ngak selera makan kamu harus tetap makan Hesti. Sean menitipkan kamu kepada kami. Sudah jadi tanggung jawab kami untuk menjaga kamu. " Mayang.


"Iya Kak. " Hesti berusaha memasukkan makan tersebut ke dalam mulutnya. Baru beberapa suapan perutnya sudah terasa bergejolak, makan tersebut seperti di dorong kembali kearah kuar, hingga membuatnya ingin memuntahkan makanan tersebut..


Ehm, Hesti segera bangkit kemudian berlari kecil menuju kamar mandi.


Mayang yang melihat hal tersebut, langsung berdiri hendak mengejar Hesti, di ikuti oleh Andre.


Sesampainya di wastafel toilet Hesti langsung memuntahkan semua isi perutnya.


Uek Uek.


Mayang mendekat kemudian memijit tengkuk Hesti.


"Hesti kamu pasti masuk angin karena ngak makan. " Mayang.


Uek.. Uek Hesti terus muntah meski tak ada lagi yang di muntahkannya.


Melihat hal itu Mayang jadi khawatir.


"Mas kita periksa Hesti saja Ya. Aku khawatir dengan keadaan Hesti. "


"Iya Sayang, aku panggil dokter untuk memeriksa keadaan Hesti. "


Setelah muntah, tubuh Hesti terasa lemas, hampir saja ia tumbang karena pandangan seperti berputar-putar.


"Hesti kamu kenapa? "


"Ngak tahu kak, kepala ku terasa, berkunang-kunang." Hesti.


Blep ...


tubuh Hesti terkulai, untung saja Andre bisa segera menyambar tubuh Hesti.


"Hesti! " Seru Mayang karena panik melihat Hesti yang tiba-tiba pingsan.


"Mas bagaimana ini? " tanya Mayang pada Andre yang sedang mengangkat tubuh Hesti.


"Kita bawa kerumah sakit saja Sayang. Aku khawatir keadaan Hesti semakin parah jika tak di periksa. " Andre membawa tubuh Hesti menuju ruang tamu.


Ia meletakan tubuh Hesti di atas sofa empuk. sementara Mayang meminta salah satu asisten rumah tangga mereka untuk membawa minyak kayu putih.


Setelah menelos kayu putih pada bagian bawah hidung Hesti, beberapa saat kemudian Hesti kembali siuman.


"Ehm Aku dimana Kak? " tanya Hesti dengan lirih.


"Kita masih di rumah, rencananya kamu akan di bawa ke rumah sakit. " Mayang.


"Tapi akukan ngak sakit Kak. Cuma mual-mual saja." Hesti.


"Iya justru itu, Aku ngak mau keadaan kamu semakin parah. "


"Iya Kak, aku mungkin banyak pikiran jadi ngak nafsu makan, masuk angin deh. " Hesti.


Mayang tersenyum.


"Kenapa tersenyum Kak? "


"Semoga saja keadaan kamu seperti ini sama dengan dugaan kakak ke kamu. "


"Dugaan apa Kak? " tanya Hesti lirih.


"Ada deh. Nanti juga kamu pasti tahu. Semoga saja semua prasangka kakak jadi kenyataan. " Mayang.


"Ih Kakak ipar, main teka-teki saja, kasi, tahu saja, kenapa sih? "


"Hm, nanti ngak suprise lagi!" Mayang


"Iya deh. "


***


Beberapa saat kemudian Andre kembali.


"Ayo Sayang kita bawa Hesti. " Andre.


"Iya Sayang. Ayo Hesti. Kalau ngak sanggup jalan biar Mas Andre yang gendong. " Hesti.


"Bisa Kak " Hesti bangkit kemudian ia berjalan dengan mengambang.


Karena takut Hesti tumbang, Mayang meminta Andre untuk mengangkat tubunya.


Andre langsung mengangkat tubuh Hesti kemudian membawanya menuju mobil.


Ketika berada di gendong Andre, Hesti semakin sedih, ia pun kembali teringat dengan suaminya, Rindu Hesti terhadap sang suami pu tak lagi bisa tertahan. Hesti pun kembali menangis sedih.


Andre meminta sopir pribadinya menyiapkan mobil.Setelah siap, mereka pun menuju rumah sakit.


Hesti duduk di samping Mayang, Karena terus mengeluahkan pusing kepala, Mayang nemijit kepala Hesti yang sedang bersandar pada pundaknya.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah sakit. Hesti langsung di periksa.


dokter yang sedang praktek


Dokter tersebut meneriksa bagian tubuh Hesti yang menurutnya terasa sakit sambil menanyakan keluha-keluhan yang di rasakannya.


Setelah menganalisa keterangan Hesti, sang dokter menyuruh Hesti untuk memeriksakan urinenya


Mereka pun setuju.


Mayang membantu Hesti menuju kamar mandi untuk mengambil sample urien dan memberikan pada dokter tersebut.


Kemudian Hesti kembali berbaring di atas tempat tidurnya karena ia merasa begitu pusing.


Setelah beberapa sa'at dokter pun kembali dari laboratorium


Dokter wanita tersebut tersenyum kepada Hesti.


"Bagaimana Bunda masih terasa pusing?" tanya dokter tersebut dengan ramah.


"Iya dokter, pusing dan berkunang-kunang. "Hesti.


"Ehm, itu sudah biasa di alami oleh wanita yang sedang hamil muda. "


"Hamil? " tanya Hesti kaget bercampur bahagia.


"Iya Anda saat ini tengah mengandung, untuk lebih pastinya kita periksa USG saja. " Dokter


Sementara Andre dan Mayang saling melempar senyum mendengar kabar yang begitu membahagiakan itu.


"Selamat Ya Hesti, sebentar lagi, kita akan jadi ibu," ucap Mayang sambil mengusap perutnya yang buncit.


Hesti begitu bahagia, melihat Mayang yang mengusap perutnya, ia pun mengusap perutnya.


"Allhamdulilah, aku sudah tak sabar memberi tahu ini pada suami ku, hiks" t) Hesti kembali merasa sedih.


"Iya Hesti, beritahu suami mu, pasti dia akan lebih semangat untuk menyelesaikan misinya, agar bisa segera berkumpul bersama kamu secepatnya. "


"Iya Kak, semoga saja sebelum melahirkan suami ku sudah pulang. Aku sudah begitu rindu padanya. " Hesti


***


Sean telah menyelesaikan misinya. Saat ini ia tengah mempersiapkan kepulangan nya. Naeun Sean sengaja tak memberi tahu Hesti jika malam ini juga ia akan pulang. Rasa rindu Sean terhadap sang istri sudah begitu menggebu. Tetapi berusaha untuk ia tahan, karena Sean ingin memberi kejutan untuk Hesti dengan kepulangan secara tiba-tiba.. butuh waktu 24 jam perjalanan udara, dari Rio de Janeiro menuju Jakarta. Jadi jika Sean terbang malam ini, ia akan sampai pada, malam berikutnya.


Sean pun tiba di rumah Andre sekitar setengah sepuluh malam keesokan harinya. Ia bermaksud memberi kejutan pada sang istri karena kepulangannya.


Namun, ketika sampai di rumah, Sean justru di kejutkan bahwa Hesti di larikan kerumah sakit karena kandungannya. Karena panik, Sean coba menelpon Hesti. Namun, telpon Hesti tak ada jawaban, ia pun langsung menghubungi Andre untuk mencari tahu ruang perawatan Hesti.


Saat itu Andre sengaja tak member tahu keadaan Hesti pada Sean, begitupun sebaliknya.


Sean langsung menuju kamar Hesti ketika ia tiba di rumah sakit.


***


Mayang dan Hesti masih mengobrol kala itu. Saat itu Hesti tengah mencurahkan isi hatinya pada Mayang.


"Aku sudah begitu rindu kakak ipar. Aku ingin sekali bertemu dengan suami ku hikss hiks " Hesti.


"Tenang Ya, sebentar lagi kamu juga akan bertemu dengan suami mu. " Mayang.


"Iya, tapi kenapa sampai saat ini ia belum memberi kabar," tutur Hesti. dengan sedih.


Baru saja bicara seperti itu, tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Dan alangkah kagetnya Hesti ketika melihat wajah dari seseorang yang ia rindukan hadir saat ia begitu membutuhkan Sean.


"Sayang aku mengkhawatirkan mu," ucap Sean yang langsung menghambur memeluk Hesti.


"Aku juga Sayang! " Hesti.


Keduanya saling memeluk erat melepaskan rindu, Sean berkali-kali mendarat kecupan pada pucuk kepala Hesti.


"Kenapa kau bisa berada di sini? "


"Ada deh. Tapi sayangnya aku punya berita bahagia untuk mu. " Hesti.


"Apa itu? " tanya Sean keduanya masih saling memeluk.


"Sayang aku hamil. " Hesti.


"Hamil? " Sean.


Bersambung dulu ya reader. terimakasih atas dukungannya.


ada rekomendasi novel bagus untuk mu, dengan judul my Brothers.


karya: Norma Indah Susanti.


cus mampir