Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Menemui Ayah


Andre terus menyesap dan dan memperdalam ciumannya, meski Mayang berupa untuk melepaskan cengraman sang suami.


Andre memegang kepala Mayang agar ia tak lari, kemudian ia terus meluumat bibir sensual istrinya hingga Mayang hampir kehabisan napas.


Sang sopir terus memperhatikan dari kaca spion atas hingga ia tak konsentrasi menyetir.


Ketika pandang sang sopir kembali fokus ke arah depan tiba-tiba saja ada neneknya yang menyeberang.


Tanpa ragu lagi secara spontan kakinya menginjak rem.


Sreett.... Buk mobil berhenti mendadak.


Buk..., Andre yang sedang asik bercumbu dengan istrinya sedikit terlempar kearah depan. Ia pun tertungkup kearah depan dengan wajah membentur sandaran jok supir.


"****! "


Wajah Andre seketika merah padam. Ia pun segera menegakkan tubuhnya


"Damn! " Hey kau bisa nyetir ngak sih! umpat Andre seraya merapikan jasnya.


Sementara Mayang mencoba menahan tawa gelinya melihat Andre terlihat malu si hadapannya.


"Maaf Tuan, saya terpaksa ngerem mendadak karena ada nenek yang lagi nyebrang jalan. " sopir


"****! Mata kamu itu kemana! kalau sedang nyupir mata itu fokus ke arah depan! bukan jelalatan! untung istri saya tak kenapa-napa! Mau saya pecat kamu! " cecar Andre dengan suara tinggi.


"Maaf Tuan, saya jangan di pecat, saya ngak konsentrasi. Saya janji ini yang terakhir kalinya! "


Andre masih geram ia pun hendak melepaskan sepatunya dan hendak melemparkan ke arah sopir.


"Udalah Mas, pak sopir ngak sengaja. " Mayang.


Mayang menahan tangan Andre. Ia tahu Andre juga malu dan untuk menyembunyikan rasa malunya Andre mengalihkan dengan memarahi sopir tersebut.


Andre menarik napas panjang. Emosi sedikit mereda.


"Ya sudah jalan lagi! Hati-hati bawa mobilnya istri saya sedang hamil! " seru Andre ia pun memeluk Mayang.


"Baik Tuan. "


Andre kembali dudu tenang sambil merentang tangannya pada bahu Mayang.


"Untung bukan kamu yang terpental Sayang, " ucap Andre sambil mengusap kepala Mayang.


Mayang hanya tersenyum dalam hatinya ia masih mentertawakan suaminya . Betapa lucunya wajah Andre ketika sedang asik bercumbu tiba-tiba saja tubuhnya harus terpental dan menghantam sandaran jok mobil bagian depan,akibatnya mukanya yang merona karena hasrat yang membara seketika jadi merah padam karena terbakar emosi.


Mayang memeluk Andre kemudian ia menyembunyikan wajahnya di balik tubuh suaminya agar ia bisa senyum-senyum sendiri menahan tawa akibat peristiwa memalukan yang terjadi barusan. Tubuhnya pun berguncang menahan tawa.


Sang sopir kembali menjalankan mobilnya.


'Huh Dasar majikan sinting! kalau ngak gegara lihat mereka ciuman, mungkin ngak akan apes seperti ini. Lagian ngak bisa apa mereka melakukannya di rumah. Apes! Apes! ' batin sopir menggerutu.


***


Mayang dan Andre pun tiba di Kantor polisi. Kedatangannya langsung di sambut oleh pengacara Andre pak Frans.


"Bagaimana Pak, apa sudah bisa di tangani tentang kasusnya ayah mertua saya? " tanya Andre.


"Saya coba untuk memberikan jaminan atas pembebasan tuan Adiaksa. Namun, kasus ini tak sesederhana yang kita bayangan Tuan. "


"Ayah mertua anda di tetapkan sebagai tersangka, karena bukti dan saksi justru semakin memberatkan ayah mertua anda.Meski pun kita bebaskan, itu hanya bersifat sementara dan ayah mertua anda juga tetap akan menjalani sidang serta penahanan." Frans


Andre menarik nafas panjang.


"Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk bisa membebaskan beliau dari segala tuntutan. " Andre.


"Satu-satunya cara kita ambil jalan damai Tuan. Datangi pihak korban dan bicarakan jalan damai pada mereka. "


Mayang hanya menyimak pembicaraan orang tersebut bersama suaminya.


"Oke baiklah, katakan saja siapa yang menuntut ayah mertua saya. Biar saja saya yang urus sendiri. "


"Ini Tuan Profil dari Pak Bondan, saya yakin jika anda yang meminta mencabut tuntutan tersebut pasti akan segera di Terima oleh beliau. "


"Baiklah sebelum itu saya ingin menemui beliau. "Andre.


"Ayo tuan, saya sudah ijin sebelum nya. " Frans.


"Ayo Sayang. "Andre menarik tangan Mayang.


Ketiga orang tersebut pun menghampiri Adiaksa.


Sesampainya di sana Mayang langsung meneteskan air matanya. Melihat keadaan Adiaksa yang terlihat lusuh dengan mata yang cekung.


Ia pun berhenti tepat di pintu jeruji besi.


Adiaksa tengah melamun saat itu, tatapannya kosong dengan rambut yang acak-acakan.


"Ayah! " seru Mayang seraya menitikan air matanya.


Adiaksa pun menoleh ke arah sumber suara.


"Mayang," ucap Adiaksa lirih dengan bibir yang gemetar.


Adiaksa pun menangis melihat Mayang yang terlihat bersedih, melihat dirinya meringkuk dalam penjara. Dengan tubuh yang gemetar ia menghampiri Mayang.


"Mayang kau datang Nak, "Adiaksa pun menghambur memeluk Mayang. Ada perasaan terharu tapi juga malu. Anak yang selama ini ia kucilkan dan jauh dari kasih sayang ternyata lebih peduli terhadapnya dari pada Anak-anak yang ia manjakan dengan segala harta dan kemewahan.


"Ayah kenapa ayah bisa berada di sini hiks. "


"Ceritanya panjang Nak. Sudahlah kau jangan sedih. " Adiaksa mengusap kepala Mayang.


"Ayah, Mayang membawa makanan untuk ayah. Ayah pasti belum makan. Makanlah Yah ," ucap Mayang seraya menyodorkan bungkusan makanan yang ia beli ketika di perjalanan.


Sekali lagi Adiaksa tersentuh dengan perlakuan Mayang terhadapnya.


Adiaksa memang belum makan sejak kemaren malam, tapi siapa yang peduli padanya, bahkan anak dan istrinya sampai saat ini belum menemuinya.


"Terima kasih Mayang, hanya kaulah yang peduli pada ayah mu ini hiks," ucap Adiaksa dengan tubuh yang bergetar menahan tangis.


Andre menghampiri Adiaksa.


"Makanlah ayah mertua. Kau tenang saja, akan ku minta keluarga pak Bondan untuk mencabug tuntutannya. " Andre.


'Hiks hik, Terima kasih Tuan. Tapi anda tak perlu repot, saya hanya minta kepada anda untuk menjaga Mayang saja, itu sudah cukup, " ucap Adiaksa seraya mengusap kepala Mayang.


"Anda tak perlu khawatir ayah mertua. Mayang istri saya. Saya akan menjaga Mayang lebih dari pada menjaga nyawa saya sendiri. Sekarang anda jelaskan kronologi kepada saya, Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Anda sampai melakukan penganiayaan berat. " Andre.


Adiaksa tertunduk.


"Saat itu saya, Resti dan Adelia mendatangi rumah pak Bondan, kami datang untuk meminta pertanggung jawaban Ferdi yang telah menghamili Resti. "


"What! " Andre dan Mayang kaget.Begitupun Adiaksa yang juga kaget melihat reaksi Andre dan Mayang.


"Lanjut! "


"Awalnya kami bermaksud membicarakan semua dengan baik-baik tapi istri pak Bondan justru menghina Resti hingga Adelia menjadi marah. Awalnya aku mencoba untuk mengontrol emosi ku, berharap agar pak Bondan mau membicarakan masalah ini secara baik-baik, tapi justeru pak Bondan lebih tak setuju lagi, dan ia tak ingin jika putranya berhenti sekolah hanya karena harus bertanggung jawab terhadap Resti. "


Mayang kaget karena apa yang di katakan ayahnya tak sama dengan apa yang Resti dan Adelia katakan.


Andre tersenyum menyeringai.


"Tahukah anda, tadi pagi istri dan putri anda mendatangi kediaman saya. " Andre.


"Mendatangi rumah anda? Apa yang mereka katakan?" tanya Adiaksa.


"Mereka meminta saya untuk menikahi Resti untuk sementara waktu, karena katanya Resti ini hamil karena dia adalah korban perkosaan yang tak jelas siapa ayah dari janin yang ia kandung. " Andre.


Hah! Adiaksa kembali kaget.


"Apa? mereka meminta anda untuk menikah Resti! Kurang ajar Adelia! ia sepertinya sengaja ingin merusak kebahagiaan Mayang! " Adiaksa mengepal tangannya.


"Lalu apa anda bersedia melakukan itu? "tanya Adiaksa.


"Ha ha, anda pikir sendiri saja? Saya bukan orang bodoh yang mudah tertipu dengan air mata buaya. Untungnya mereka itu masih kerabat istri saya jika tidak sudah saya habisi mereka! Mereka sudah berani menghina saya dengan meminta pertanggung jawaban hal yang sama sekali tak saya lakukan! " tutur Andre dengan sedikit emosi.


Adiaksa tertunduk lesu, ia semakin merasa bersalah.


"Ayah, tak usah di pikiran. Yang penting ayah sekarang makan dulu. Mayang ngak mau ayah sampai jatuh sakit. " Mayang.


Adiaksa tersenyum dengan bola mata yang memerah.


"Iya Nak, ayah juga tak ingin kau khawatir. "


Adiaksa pun duduk kemudian ia membuka bungkusan makan yang di bawa oleh Mayang.


Mayang mendekat ke arah Andre kemudian menyandarkan kepalanya pada Andre.


"Kasihan Ayah mas, "ucap Mayang lirih.


"Iya Sayang, kita bantu Ayah kamu," ucap Andre seraya mengecup kepala Mayang.


Bersambung hey gengs, hari ini rencana author mau crazy up. Mohon dukungannya dong dengan vote karya author beri like setiap bab dan gift juga boleh, thanks ❤🌹🙏