Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Lepas dari Genggaman


"Sah! "


Saksi pun menjawab.


"Alhamdulillah." ucap syukur Adiaksa.


Tepat setelah akad nikah, Mayang pun tiba, ia masuk kedalam ruangan tersebut dengan tergesa-gesa.


"Maaf saya terlambat, "ucapnya seraya duduk di samping Andre.


Seketika pandangan mereka tertuju pada Mayang.


Benar saja, Andre dan Adiaksa memang pangling melihat penampilan Mayang saat itu. Mata mereka berbinar melihat gadis cantik tersebut dengan kebayanya.


"Mayang akhirnya kau datang juga Nak," ucap Adiaksa dengan bola mata merah dan berembun.


"Iya Yah," jawab Mayang singkat.


Andre tak mampu menutupi rasa bahagia nya melihat sang istri yang terlihat begitu cantik.Apalagi beberapa hari terakhir Andre sampai jatuh sakit karena merasakan rindu yang begitu menggebu terhadap Mayang.


"Mayang akad nikah sudah selesai, sekarang kau resmi jadi istri ku, waktunya untuk bertukar cincin," ucap Andre sambil meraih kotak cincin.


Mayang menurut saja, ia pun mengulurkan tangannya agar Andre bisa memakaikannya cincin berlian tersebut di jari manisnya.


Bulir bening menetes di pipi Adiaksa, melihat putri begitu cepat tumbuh dewasa.


'Waktu tak terasa berlalu Rani, kini putri kita sudah menikah, andai saja kau lihat berapa cantiknya putri kita, dia semakin mirip dengan wajah mu. 'batin Adiaksa.


Setelah Andre memakaikan cincin, kini giliran Mayang yang memakaikan cincin ke jari manis Andre.


Tanpa permisi Andre langsung mendaratkan kecupannya ke kening Mayang.


Setelah bertukar cincin, Penghulu pun menyodorkan buku nikah yang harus mereka tanda tangani.


"Sekarang kalian resmi menjadi suami istri, setelah akad nikah, ada bimbingan langsung dari salah satu penghulu. Bagaimana caranya membangun keluarga sakinah, Mawadah dan Warohmah. Saya harap kalian menghadirinya,tak hanya kalian saja, ada juga beberapa mempelai dan calon mempelai yang mengikuti bimbingan tersebut. " Penghulu.


Andre mengangguk setuju, selama ini ia memang tak memiliki ilmu ber-rumah tangga, yang ia tahu istrinya hanya butuh nafkah lahir dan batin saja, Andre memang kaya raya, tapi miskin ilmu. Yang ia kuasai hanya ilmu bisnis bagaimana caranya menjatuhkan pesaingnya, hingga membuat dirinya semakin bersikap Arogan.


Mayang terus saja melirik waktu pada jam tangannya. Sudah hampir setengah jam ia terlambat bekerja.


Tak ingin membuang waktu, Mayang segera menanda tangani buku nikah tersebut.


Setelah menandatangani buku Nikah keduanya pun bangkit. Adiaksa menghampiri putrinya dan langsung memeluknya.


"Mayang sukurlah keadaan kamu Baik-baik saja Nak, Ayah khawatir,"ucap Adiaksa sambil mengusap-usap pundak Mayang.


"Iya Yah Ayah tenang saja Mayang bisa jaga diri Baik-baik."


Sebenarnya Andre juga ingin memeluk Mayang, entah kenapa tiba-tiba saja perasaan rindu itu muncul di hatinya, tapi ia berusaha bersabar, karna sebentar lagi Mayang tak bisa mengelak dan akan tinggal bersamanya.Andre akan memaksa Mayang untuk tinggal bersamanya.


"Ayo Mayang, Ikut aku. Kita dengar ceramah tentang berumah tangga yang baik," ucap Andre sambil menarik tangan Mayang.


Tentu saja Mayang tak mau, ia pun mencari cara agar bisa lari dari Andre.


"Iya aku mau ke toilet dulu."


Mayang meraih tas ransel yang ia sembunyikan di balik kursi tunggu di kantor KUA tersebut, kemudian ia menuju toilet dan mengganti pakaiannya.


Mayang juga melepas jepitan sanggul kemudian menutupi rambutnya dengan topi khas milik perusahaannya.


Keluar dari toilet, penampilan Mayang sudah berbeda. Meski ia tak menghapus riasan wajahnya. Namun, tak akan ada yang menyangka jika wanita yang mengenakan seragam OB tersebut adalah Mayang. Istri sah dari bos besar bernama Andre Mahesa.


Dengan santai Mayang melenggang melewati body guard Andre.


Setelah di depan kantor, Mayang langsung naik ojek yang sudah di pesannya dalam toilet.


Mayang melepas kartu simnya, ia sudah menyimpan nomor-nomor yang menurutnya penting. Kemudian membuang kartu SIM tersebut.


'Aku sudah dapatkan apa yang aku mau, dan tak ada lagi urusan dengan Andre itu. Semoga Tuhan melindungi ku agar aku tak pernah bertemu dengannya sebelum anak ku besar nanti. ' batin Mayang.


Mayang berencana akan menemui Andre suatu saat nanti, ketika anak yang di dalam rahimnya mulai mempertanyakan siapa ayahnya.


Saat ini ia ingin hidup tenang membesarkan buah hatinya sendiri.


***


Andre menunggu Mayang dengan gelisah, begitupun Adiaksa.


Sudah lima belas menit Mayang tak kunjung kembali, ia pun keluar dari ruangan tersebut untuk mencari Mayang.


Mayang tak ada di toilet.


Andre jadi naik pitam, ia segera menghampiri bodyguardnya.


"Apakah kalian melihat istri ku keluar dari gedung ini?! " tanya Andre dengan nada berapi-rapi.


"Ti-tidak Tuan. Kami sejak tadi berdiri di sini dan tak melihat Nyonya keluar dari gedung ini. "


Andre semakin naik pitam, rahangnya mengeras dengan bola mata yang melotot hampir keluar.


"Bodoh! Bodoh !kalian semua! cari istri ku sampai ketemu! jika tidak kalian semua aku pecat! " cecar Andre.


Mereka pun berpencar mencari keberadaan Mayang.


Sementara Andre mencoba menghubungi nomor Mayang, tapi selalu berada di luar jangkauan.


Karena kesal Andre kembali menghempaskan handphone tersebut.


"Sial! Bisa-bisanya apa yang sudah ku genggam kini terlepas begitu saja! Akh! "


Andre pun memanas, seperti orang gila ia memaki-maki para bodyguardnya yang tak berhasil menemukan Mayang.


Bersambung.


Sambil nunggu author up, mampir yuk ke karya author yang lainya. yang ngak kalah kece 🙈🙉😍🙏