Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Enak Saja


Wajah Mayang berubah ketika melihat siapa yang ada di dalam mobil tersebut.


Adelia langsung membuka pintu mobilnya, begitu pun dengan Resti.


Mayang menatap sinis kepada dia orang tersebut.


Begitu pun Andre, yang merasa terganggu dengan hadirnya mereka.


"Mayang ada yang ingin ibu bicarakan pada kamu. "Adelia.


Mayang hanya menggangguk sembari melirik ke arah Resti.


Andre mencium sesuatu yang janggal dengan melihat Resti yang terlihat habis menangis.


"Silakan masuk saja Bu. " Mayang.


Andre menggandeng Mayang menuntun tamunya tersebut menuju ruang tamu rumah mereka.


Tatapan mata Adelia mengeder ke segala arah,ia pun merasa takjub, ini adalah rumah yang paling mewah  yang pernah ia datangi.


Mayang duduk dengan anggun di hadapan keduanya sembari mengangkat satu kakinya.


Adelia melotot ketika melihat kalung blue diamond yang melingkar dengan elegan pada dada Mayang.


'Astaga! perhiasan bagus dan mahal sekali, baru beberapa hari Mayang tinggal bersama Andre, sudah mendapatkan perhiasan semahal itu. ' batin Adelia.


Resti tertunduk seolah sedang bersedih.


"Ada apa ya Bu? "tanya Mayang tak ingin bertele-tele.


Adelia ikut memasang wajah sedihnya, ia pun Pura-pura menangis.


"Mayang hiks. Keluarga kita sedang di timpa musibah Mayang, hiks hiks." Adelia dan Resti pun memulai akting sedihnya.


Andre menyandarkan bahunya pada sandaran sofa seraya merentang tangannya pada punggung sang istri. Sebenarnya tak ingin berada diantara mereka yang tengah bersandiwara.Hanya saja, ia tak ingin kepolosan istrinya di manfaatkan oleh orang-orang licik seperti mereka .


"Ayah kamu di penjara saat ini Mayang, hiks hiks. "


Mayang sedikit syok mendengar ayahnya yang berada di penjara. Walau bagaimana pun Adiaksa adalah ayahnya.


"Tapi kenapa Ayah bisa di penjara Bu? " tanya Mayang.


"Ayah mu melakukan tindakan penganiayaan terhadap pak Bondan.'Hiks hikss"


"Kenapa bisa terjadi seperti itu Bu? " Mayang semakin khawatir.


"Pak Bondan telah menghina keluarga kita Mayang, karena itulah Ayah mu memukulnya untuk memberi pelajaran,Tapi mereka justeru melaporkan nya ke polisi, hiks. "


"Kasihan ayah harus di penjara." guman Mayang dengan ekspresi yang terlihat sedih.


Tak ingin istrinya jadi kepikiran, Andre coba menenangkan Mayang.


"Tenang sayang, Nanti biar aku yang urus, jangan di pikiran," ucap Andre sambil mengusap kepala Mayang.


"Terima kasih Mas,"  ucap Mayang sembari tersenyum lega.


"Iya Bu, biar nanti Mas Andre yang urusi ayah. " Mayang.


"Ada lagi Bu? " tanya Mayang.


"Hiks hiks Satu lagi ibu minta tolong dengan kamu Mayang, hiks hiks. "


Kedua ibu dan anak tersebut pun menangis tersedu-sedu.


Mayang dan Andre saling menatap heran.


"Ada apa Bu? "tanya Mayang.


Adelia pun mendekat dan sedikit berlutut di hadapan Mayang.


"Tolong Mayang.. Ibu minta tolong sama kamu dan suami mu, " ucap Adelia sambil memeluk kaki Mayang. Ia pun menangis.


"Ibu kenapa sih Bu?!" tanya Mayang sambil menepis tangan Adelia yang memeluknya kakinya. Resti pun menangis.


"Resti hamil Mayang.. Dan pria yang memperkosanya tak mau bertanggung jawab hiks hiks hiks. "


Mayang dan Andre kembali saling memandang.


"Lalu ibu ingin aku bantu dengan apa?! " tanya Mayang binggung.


"Tolong bantu Resti menutupi aibnya Mayang, kasihan Resti. Bagaimana pun juga kalian bersaudara kan? "


Hiks hiks Adelia dan Resti pun semakin jadi menangis.


Mayang dan Andre kembali saling memandang.


"Maksud ibu apa Bu?! Kalau ibu nangis terus bagaimana kami tahu apa yang ibu inginkan! "Mayang.


Adelia menghapus air mata seraya menahan isak tangisnya.


"Mayang, Ibu minta tolong pada suami mu agar menikahi Resti, untuk sementara waktu saja. Sampai anak Resti lahir ke dunia ini. "


Mendengar hal itu Andre dan Mayang makin syok. Keduanya pun saling memandang.


***


"Apa Bu? Meminta Mas Andre untuk menikahi Resti?! " tanya Mayang emosi namun ia berusaha untuk menahannya.


"Iya Mayang, ibu tahu kamu anak yang baik. Kamu pasti mau menolong Resti. Resti itukan saudara kamu, kasihan Resti Mayang, ia masih kecil untuk menanggung Aib ini sendiri, " Pinta Adelia dengan mengiba.


Andre menghempas napas panjang. Sebenarnya emosinya sudah naik ke ubun-ubun, tapi ia ingin lihat keputusan istrinya seperti apa, apakah Mayang merelakan ia untuk menikah lagi.


mayang menatap kedua orang itu dengan bola mata yang berpendar dan tangan yang memerah. Mayang berada di puncak emosinya saat itu.


"Bu, Di saat aku sendiri, di saat aku kesulitan menghadapi hidupku sendiri, kalian kemana Bu?! Di saat aku butuh tempat untuk bersandar meluapkan keluh kesah ku di mana saudaraku Bu?!" Bulir bening menetes di pipi Mayang, dengan napas yang memburu dan dada yang bergemuruh.


"Saat aku sendiri, saat aku inginkan keluarga kalian dimana Bu?! hiks hiks. "Tubuh Mayang mulai berguncang menahan emosinya.Sudah lama sekali ia ingin meluapkan kekecewaan itu.


Adelia dan Resti tergaman.Menatap Mayang dengan bola mata berpendar.


"Kalian buang aku! Kalian campakkan aku begitu saja! karena merasa aku adalah anak pembawa sial bagi kalian! Setelah usaha kalian bangkrut dan butuh dana, kalian gadaikan aku! padahal sedikit pun aku tak pernah merasakan kemewahan seperti yang kalian rasakan. Kalian tahu seperti apa hancurnya hati ku saat itu? ! Aku merasa orang yang paling tak berharga karena di buang oleh keluarga sendiri! "