
Setelah tamu mereka pulang, Mayang bermaksud ingin kembali ke kamar.
"Mas aku sudah lelah, kembali ke kamar Yuk! " Mayang menggendong baby girlnya.
Andre terus saja mengkerucutkan bibirnya. Omongan Mayang pun tak di gubris olehnya.
Merasa tak di respon, Mayang menoleh ke arah suaminya tersebut. Benar saja wajah Andre masam mengkerut.
"Mas kenapa sih, dari tadi di perhatikan muka kamu kok seperti jeruk purut gitu. Udah jelek, keriput, asem lagi, nanti tambah tua loh Mas " goda Mayang.
"Aku memang jelek, tapi diantara laki-laki di dunia ini, cuma aku yang paling mencintai mu, bukan si Alex itu!" dengus Andre.
Ha ha ha
Mayang mentertawakan suaminya yang terlihat begitu cemburu.
"Ciee-cie jealous nih Ye.Iya aku tahu kok Mas, kamu memang yang paling mencintai aku, Tapi ngak perlu jealous juga sama Mas Al. " Mayang.
Ha ha ha.
" Mas Al itu, saudara aku di panti, Mas. saudara! saudara ! bukan mantan pacar atau mantan kekasih. Lagian waktu mas Al pergi dari panti aku baru kelas tujuh. Jadi ngak ada perasaan gimana-gimana sama dia. " Mayang.
"Pokoknya aku ngak suka kalau kamu ngungkit masa lalu kamu dengan Alex, Atau akan ku pecat saja si Alex itu. " Andre mengancam.
"Ih ngak usah gitulah Mas! Kan bukan salah Mas Al, kalau ternyata aku dan dia sudah berkenalan terlebih dahulu. " Mayang.
"Kamu juga sering cerita tentang istri-istri kamu itu, aku ngak pernah jealous. Sudah berapa banyak wanita yang kamu gauli, aku juga ngak peduli.heran deh, Udah gede kok otaknya ngak ikutan gede. Kegedean belalai kali ya, makanya otaknya mengkerut jadi kerdil deh. Tumbuh kok ke bagian bawah sih, bukan ke atas Ha ha ha. Mayang berjalan perlahan-lahan sambil tertawa terkekeh. Mentertawakan suaminya.
Andre semakin kesal di buatnya.
***
Karena Alex diminta untuk mengantarkan Mirna pulang, Mirna masuk dalam mobil trio jomblo tersebut, sementara duo racun naik mobil yang sebelumnya menjemput mereka.
Di dalam mobil, Mirna tampak sungkan dengan tiga pria macho tersebut.
Alex duduk di samping Mirna pada baris kedua jok mobil. Sementara Reyfan dan Reza berada di depan. Setelah semuanya naik, mobil perlahan keluar dari area rumah Andre.
Beberapa saat dalam perjalanan suasana terasa begitu kikuk, tak ada seorang yang memulai obrolan. Ketiga pria tersebut bukanlah type pria penggoda, bahkan ketika di ruang publik, ketiga pria tersebut terkesan dingin.
Karena tak ada yang berniat memulai obrolan. Reza berniat untuk membuka suaranya demi memecah keheningan di antara mereka, di liriknya ke arah Alex yang tampak melamun dengan wajah yang super sedih.
"Lex, Manyun saja. Di samping luh udah ada cewek tuh! Ajakin ngomong gitu jangan diam saja, Ya siapa tahu bisa move on dari Aya yang ternyata sudah jadi istri dari Tuan Andre.Ha ha."Reza.
Mirna melirik ke arah Alex yang tampak tak menanggapi omongan Reza, ia pun tersenyum.
"Yah lu kayak ngak pernah patah hati saja Men, luh bayangin seseorang yang ia perjuangan selama ini, sampai rela kerja apa saja banting tulang, untuk mengumpulkan uang agar bisa melamar gadis pujaan hati, eh ternyata setelah semua persiapan telah matang, sang gadis ternyata sudah jadi istri bos. Apa ngak nyesek banget nasibnya Alex. " Reyfan coba membela Alex.
"Ah itu mah biasa aja Bro, belum nyesek. Nyesek banget. Ada yang lebih nyesek Bro. " Reza.
"Ha! Emang ada yang lebih nyesak dari kisah cinta Alex bro? " tanya Reyfan.
"Ada Rey, gua sendiri yang mengalaminya. " Reza.
"Apa tuh?! "
"Jadi gini ceritanya gini, dulu waktu belum kerja ama bos.
"Serius lu Man?! " potong Reyfan karena syok.
"Idih, gua belum selesai juga main potong aja lu. " Reza.
"Lanjut! " Reyfan.
"Jadi suatu hari bro, teman gua ngajakin gua pergi kondangan. Ya gua seneng dong. Bayangan gua bisa makan enak secara gratis. Tapi ternyata gua di bikin nyesak banget bro. " Reza menjedah Kata-katanya.
"Kenapa nyesek? pasti teman lu ngak jadi bawa lu ke kondangan ya? " terka Reyfan.
"Bukan gitu bro. " Reza
"Trus apa? " tanya Reyfan penasaran.
"Saat itu gua lapar banget, jadi gua ambil sepiring nasi dengan tiga iris rendang, gua udah bayangin perut gua bakalan kenyang malam itu, hingga gua bisa tidur nyenyak.Tapi ternyata yang gua ambil bukan daging rendang bro, tapi lengkuas.
Itu nyesek banget gua, mana mau ngantri antriannya panjang lagi. Jadi gua cuma makan nasi putih sambil gigit-gigit lengkuas nya saja bro. Temen gua sampai heran, trus dia nanya ke gua. ' Kok dagingnya loh gigit-gigit aja, ngak di telan?"
Ha ha ha, Belum selesai Reza cerita, mereka bertiga sudah tertawa terbahak-bahak. Termasuk Alex dan Mirna yang ikut tertawa mendengar cerita Reza.
"Anjirr gua kira apa. " Reyfan.
"Trus Bro lu jawab apa? ! " tanya Reyfan yang masih tertawa.
"Saat itu gua tambah sakit hati, gua lempar aja lengkuas yang belum gua sentuh ke piringnya. Teman gua yang juga kelaparan langsung aja menangkap lengkuas tersebut yang di kira irisan daging sapi, trus di masukin mulutnya, setelah digigit teman gua menggerutu. '
Anjir lengkuas ternyata.' Ia pun meludah kan lagi lengkuas yang serat nya nyangkut di giginya. gua yang awalnya dongkol jadi ketawa melihat dia yang melepaskan serat lengkuas yang menyangkut di sela giginya. "
Ha ha ha, tawa mereka semakin nyaring. Mirna juga ikut mentertawakan cerita Reza karena tak mampu menahan geli hati nya.
"Apes-Apes, sudah susah dapat zonk pula! " Reyfan.
"Iya tuh. Sejak itu, kalau gua ngambil rendang, gua gigit dulu baru gua simpan ke piring, kalau daging sapi mah gua masukin ke piring gua.Tapi kalau lengkuas yah gua masukin lagi piring saji, untuk ngejebak yang lain. " Reza.
"Ih jahat banget lu Za, klau gitu gua ngak mau ah makan rendang kalau ke kondangan bareng lu Za. Jorok " Reyfan.
"He he. itu dulu bro. Kalau sekarang mah, gua bosen makan daging rendang. Dulu meski jarang sekali bisa makan enak, tapi makan apa saja pasti terasa nikmat. Nah sekarang setiap hari bisa makan enak, tapi ngak pernah senikmat yang dulu. " Reza.
"Nah, itu dia bro, bearti dalam keadaan apapun kita harus bersyukur. " Reyfan.
"Bener itu, termasuk lu Lex, mungkin si Aya bukan jodoh lu, tapi pasti Tuhan akan memberikan jodoh yang terbaik untuk lu. Karena yang terbaik, tak harus cantik kan. " Reyfan.
"Iya Bro, berlapang dada lah, loh harus bersyukur gadis yang lu cintai sekarang hidup enak, meski tak bersama lu. Karena kan cinta tak harus memiliki. Melihat bahagia mestinya lu juga ikut bahagia. Karena jika bersama luh, belum tentu juga dia lebih bahagia " Reza.
"Ah tumben lu bijak Za? biasanya gua yang nasihatin lu. " Alex.
"Biasalah, Mungkin si Reza kebanyakan makan lengkuas, otak nya jadi encer gitu, "sahut Reyfan.
Ha ha ha, mereka semua kembali tertawa, termasuk Alex yang sedang patah hati.
"Anjirr! " Reza.
Bersambung dulu ya reader, maaf author bisa up satu bab saja hari ini. Moga terhibur saja ya. 🙏