
Suara tangisan bayi terdengar silih berganti di rumah yang biasanya senyap itu . Kelahiran tiga malaikat kecil tersebut seketika membuat suasana rumah jadi begitu berbeda.
Mayang dan Andre begitu menikmati momen indah mereka sebagai orang tua. Karena itulah mereka lebih memilih untuk mengasuh anak mereka sendiri daripada menyewa jasa pengasuh bayi.
Selain lebih aman, mengasuh anak sendiri akan membuat ikatan batin antara orang tua dan anak semakin erat.
Meski Andre seorang yang begitu sibuk, karena harus meng-handle puluhan perusahaannya, baik yang ada di tanah air ,maupun luar negeri. Namun, ia selalu menyempatkan diri membantu sang istri mengurusi buah hati mereka. Andre juga tak pernah pulang terlambat. Semua on time, meski pekerjaan harus dibawa pulang ke rumah.
Waktunya drama mandi pagi bagi si Prince dan princess Andre dan Mayang.
Sebelum ia sendiri mandi, Andre harus membantu Memandikan anak-anak mereka.
Ia sendiri yang menyiapkan kebutuhan mandi untuk putra- putrinya. Setelah memastikan suhu air pas aman untuk anak mereka mandi, Andre kembali ke kamar, untuk membawa salah seorang bayi mereka.
"Air mandi sudah siap! Ayo tuan putri dan Pangeran kecil daddy,waktunya untuk mandi. "
Ia pun menghampiri Mayang yang sedang melepaskan pakaian salah satu dari mereka.
Andre menghampiri si princess, " princess! Mandinya sama daddy ya? ! " Andre coba meraih tubuh mungil Raya yang berbalut handuk kecil.
Eak… Raya langsung menangis menjerit ketika Andre coba menyentuh tubuhnya.
Andre sampai kaget, begitupun Rayyan ikut menangis karena kaget.
"Ih kenapa sih, kalau daddy yang sentuh kamu sampai menjerit gitu?! " tanya Andre sedikit kesal.
"Ha ha, makanya daddy, kalau mau cium Raya, tuh brewok dicukur dulu. Raya aja geli. " Mayang.
"Gak bisa gitu lah, kalau cukur nanti gak keliatan sangarnya. Coba bayangin saja, kalau singa dicukur kumisnya, gak keliatan sangar jadinya kan, malah kelihatan lucu. " Andre ngeles.
"Singa kalau di cukur kumisnya, ya jadi sing-kong. Ha ha ha, " sahut Mayang seraya tawa mengelak, sambil membayangkan singa yang di cukur kumisya yang terlihat lucu olehnya.
"Ya sudah, gak mau di gendong daddy. Ayo Prince! Sama daddy! " Ia pun meraih Rayyan.
"Nih, Rayyan aja di cium gak menangis, " Andre mencium sembari menggusal-gusalkan berewok nya pada Rayyan. Mungkin karena merasa geli, Rayyan langsung menarik bereok tersebut.
"Akh! " teriak Andre karena kaget.
"Rayyan, galak amat sih, " dengus Andre.
Ha ha ha, Mayang kembali tertwa kecil melihat anak dan suaminya.
Mayang menggendong Raya, karena Raya tak begitu suka di gendong dan di cium oleh ayahnya,mungkin karena tangan permukaan tangan Andre sedikit berbulu meskipun tipis. Raya memang paling sensitif dalam segala hal.
Tak seperti Rayyan yang bersikap tenang dan acu, ia begitu jarang menangis, terkecuali pokoknya kotor.
Dari bayi saja karakter mereka sudah mulai terlihat.
Baru saya mencelupkan tubuh Raya ke dalam bathub, Raya kembali menangis.
Eak!! Eak! Tangis Raya dengan kencang, memenuhi seisi ruangan tersebut
"Aduh kamu nih kak, cewek kok malas mandi. "
Dengan lembut Andre menuangkan sampo dan sabun mandi ketubuh putranya.
"Nih jagoan daddy kalau mandi ngak pernah nangis, pinternya kebangetan. Ngak seperti itutuh, si kakak cengeng nya kebangetan . "
Eak… eak.., Raya menangis semakin kencang, seolah-olah membalas sindiran daddynya.
Telinga Andre sampai berdengung mendengar suara jerit tangis Raya.
"Duh angkat saja si Raya dari air, ngak usah lama-lama mandinya. Bisa budek kuping daddy kalau dengar tangisnya terus menerus seperti ini, " dengus Andre.
"Makanya gak usah nyindir Raya, Rayakan juga bisa tersinggung.Iya kan Kak? " tanya Mayang pada Raya.
Mayang mengangkat tubuh Raya dari dalam air setelah membilasnya dengan air bersih.
Tangisan Raya berhenti ketika tubuhnya di balut dengan handuk.
Setelah selesai dengan ritual mandi paginya, Andre juga membantu memakai pakaian untuk bayi mereka yang berumur enam bulan tersebut. Setelah mandi dan berpakaian, masing-masing mereka menyuapi bayi mereka, kedua pasangan muda itu terlihat kompak dalam mengurus bayi mereka.
Setelah semuanya beres, baby twins diletakkan di dalam stroller nya Masing-masing, sementara Mayang menyiapkan pakaian untuk suaminya ke kantor. Rutinitas itulah yang mereka lewati setiap hari. Menjadi ibu dua anak dan juga istri dari pria sukses seperti Andre membuat tak menjadi manja, semua ia lakukan seorang diri, meski sejak menjadi ibu, Mayang tak pernah bepergian dari rumah, itu tak membuat nya jadi bosan,justru ia semakin menikmati peranannya tersebut, meski ia harus merelakan masa remaja untuk mengurusi keluarga kecilnya.
Baby twins sengaja dibiarkan di atas tempat tidur, agar keduanya bisa leluasa berinteraksi secara langsung.
Mayang menyimpulkan dasi untuk sang suami, sambil mengawasi kedua anaknya yang saling berebut mainan sampai salah satu dari mereka ada yang menangis.
"Lihat deh Mas, anak mu itu.Sudah di beri masing-masing, masih saja rebutan. " Mayang.
"Kalau lihat mereka berdua, jadi ingat waktu kami masih kecil .Kata mommy, aku sama Sean juga gitu. Meskipun di belikan mainan yang sama tetap saja, kami selalu rebutan, selalu berantem. Meskipun begitu, jika salah satu kami ada yang sakit yang lain juga sakit. Betapa indahnya masa kecil dulu, karena itulah, aku tak ingin melewatkan masa kecil Anak-anak ku. " Andre.
"Hm, bahagia masih punya orang tua dan saudara. Aku sendiri merasa tak ada yang terlalu berkesan ketika aku masih kecil. Justru melihat mereka tumbuh seperti ini, baru aku menyadari, indah masa kecil. " Mayang.
" Sudah selesai Mas, Yuk kita turun. "Mayang.
Ehm.
"Prince! Princess, turun yuk! " ucap Andre meraih salah satu bayi mereka.
"Hus, ngak usah di panggil seperti itu Mas, nanti mereka besar kepala. panggil saja mereka dengan sebutan namanya. Ngak usah di beri gelar yang agung-agung. " Mayang.
"Iya Sayang. "
"Baby twins, ayo kita turun lihat adik bayi Yuk! " Andre.
Keduanya pun meraih satu-satu bayi mereka, kemudian membawanya turun dari lantai atas.
Begitulah setiap hari rutinitas mereka, selalu penuh dengan kebahagiaan.
Bersambung, he he. Rencana author mau up satu lagi nih, ganti episode semalam yang ngak up. Semoga kalian tetap semangat menunggu author up ya. Tanpa apalah artinya tulisan author ini 🙏😊
Assalamu'alaikum, wr wb. Selamat beraktivitas.