Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Orang spesial


Karena mengetahui Mayang sudah melahirkan, Mirna bermaksud menemui Mayang, lagi pula sudah lama sekali ia tak bertemu dengan Mayang, apalagi kelahiran si kembar yang membuat Mirna rela mengambil cuti sehari demi melihat dua anak Sultan tersebut.


Duo kembar Luzy dan Lucy menghampiri Mirna yang sedang menunggu mobil jemputan dari orang suruhan Andre.


"Eh Kak Mirna, Mau kemana cantik gitu? " tanya mereka berbasa-basi.


"Mau lihat anak Sultan lahir, " sahut Mirna ketus.


"Anak Sultan? Siapa? "


"Ya anaknya Mayang. Bukannya bokapnya Sultan? " Mirna.


Keduanya pun berbisik-bisik.


"Kita boleh ikut ngak Kak? " tanya Lucy.


Mirna mengkerutkan keningnya melihat kedua orang tersebut.


"Bentar Ya, aku telpon Mayang dulu. Karena ngak semua orang di perbolehkan masuk ke rumah mereka. " Mirna.


"I-iya Kak, aku pingin lihat rumah Sultan itu seperti apa. " Lucy.


Mirna kemudian menghubungi Mayang. Beberapa saat kemudian ia menutup telponnya.


" Iya boleh ikut. Tapi jangan bikin ulah ya. Ini rumah Sultan, bukan rumah makan. Mau masuk saja akan ada penjagaan super ketat. " Mirna.


"Oke kak, Asik! "seru keduanya.


"Kami ganti pakaian dulu Ya. " Mereka pun naik ke lantai atas untuk bersiap.


Setelah bersiap mobil yang akan menjemput mereka pun tiba.


Si kembar merasa senang, ketika melihat mobil mewah yang menjemput mereka tiba di depan pintu.


Ketiga pun masuk ke dalam mobil jemputan tersebut.


***


Sesampainya di rumah Andre, mereka harus melewati beberapa pemeriksaan.


Lucy dan Luzy di buat terkagum-kagum melihat bagian depan dari rumah yang super mewah dan super besar tersebut.


Mereka menunggu di luar rumah sampai ada yang membukakan pintu.


"Wah akhirnya benar-benar kita ke rumah Sultan ya. Gila mujur banget nasib si Mayang dapat laki-laki kaya seperti ini. " bisik Lucy pada saudara kembarannya.


"Aduh, ngak sabar rasanya ingin melihat isi rumahnya, pasti mewah dan glamor banget yah. Seperti rumah Sulthan yang ada di televisi. " Lucy.


"Hus, ngak usah norak gitu, " serah Mirna.


He he, si kembar pun cengengesan


Beberapa saat menunggu di depan pintu,seorang Art datang menghampiri mereka.


"Selamat siang, " Art.


"Selamat siang, kami ingin bertemu dengan Nyonya rumah ini. " Mirna.


"Oh, apa sudah bikin janji? "


"Sudah," sahut Mirna.


"Oh kalau begitu silakan saja naik ke lantai dua, Nyonya dan tuan sudah menunggu. "


"Terima kasih. " Mirna.


Mereka pun masuk kedalam rumah yang berarsitektur modern dan kontemporer dengan paduan warna emas dan putih pada ornamen dan warna dinding nya tersebut.


Kemudian melanjutkan langkah kembali menuju lantai dua. Meski sebenarnya Si kembar masih ingin menikmati desain rumah tersebut yang begitu mengagumkan di lantai bawah, tapi Mirna langsung menarik dua orang tersebut


Setelah tiba di lantai dua, mereka kembali di sambut oleh asisten rumah tangga yang akan menunjukkan ruangan di mana tuan dan nyonya mereka berada.


Ketika tiba di ruang pertemuan tersebut, Kembali Si kembar di buat kaget dengan kehadiran tiga pria tampan bergaya eksekutif muda sedang duduk bersama


"Waw, beruntung banget kita datang kesini, benar-benar cuci mata, apalagi lihat ketiga cowok ganteng ini, kita gebet Yuk! " Luzy.


"Diakan Asisten yang kita bertemu di kantor waktu itu. " lucy.


***


"Assalamu'alaikum, " ucap Mirna ketika memasuki ruangan tersebut.


"Waalaikum sallam. " Mayang.


"Eh mbak Mirna akhirnya datang juga. Masuk Mbak! " Mayang.


Ketiga orang tersebut pun langsung menoleh kearah ketiga wanita tersebut.


"Pas banget ya, tiga banding tiga, " bisik Luzy di telinga Mirna.


Mirna melotot kan matanya." Hus jangan bikin malu. "


Mirna mendekati Mayang kemudian mereka berdua cupika cupika. Setelah itu Mirna menghampiri Andre dan berjabatan tangan dengannya.


Duo kembar pun buru-buru bersalaman dengan Andre, karena kesempatan ini sangat jarang terjadi.


Mirna menghampiri pria tersebut dengan maksud berjabat tangan. Setelah itu ketiga orang tersebut langsung duduk.


"Mbak Mirna, ini kenalin asisten nya mas Andre, sementara yang ganteng dan unyu-unyuk itu mas Al, saudara Mayang waktu di panti. Dulu kami dekat banget loh waktu di panti. Seperti kakak Adek gitu. " Mayang.


Mendengar ucapan Mayang yang spontan tersebut, Andre semakin menunjukkan sikap tak senangnya.


"Oh Ya.Yang pernah kamu ceritakan ya dulu. "Mirna melirik ke arah Alex yang terlihat serba salah.


"Iya, dialah Mas Al "Mayang


"Mas Al, ini mbak aku loh. Dia baik banget, sama seperti Mas Al juga, yang suka jagain aku dulu. " Mayang.


Keduanya pun saling menoleh dan tersenyum beberapa saat, kemudian Alex kembali tertunduk lagi.


Obrolan pun di lanjutkan, Lucy dan Luzy terlihat begitu senang karena bisa, ngobrol bersama cowok -cowok ganteng dan keren, mereka semua terlihat bahagia, terkecuali Andre dan Alex yang terlihat seperti perang Dingin.


Setelah melihat baby Twins mereka pun memutuskan untuk pulang. Karena tak enak hati melihat Andre yang sepertinya terganggu. Tak hanya Alex dan kedua temannya. Mirna juga ikut pamit undur diri.


saat yy bersamaan.


"Mayang , mbak pulang dulu ya," ucap Mirna sambil cupika cupiki lagi.


"Iya Hati-hati Mbak, "


"Mas Al!" panggil Mayang ketika Alex hebdak beranjo.


Alex menoleh ke arah Mayang.


"Tolong antar Mbak ku ya, sampai di tempat tujuan dengan selamat! " Mayang.


"Iya Nyonya " Alex.


" Ah ngerepotin saja. " tolak Mirna.


Ngak apa kak, mas Al baik, meski tampangnya seperti itu. " Mayang.


"Iya aku antar saja! " Alex.


,Terimakasih sebelumnya. " Mirna.


Setelah itu barulah Mereka semua keluar dari ruangan tersebut dan hanya menyisakan kedua suami istri dan dua anak mereka.


Mayang tersenyum, ia berharap Alex dan Mirna berjodoh, karena keduanya adalah Orang-orang baik yang sering membantunya.


Sementara Andre masih terlihat cemberut karena cemburu.


Bersambung.'' dulu ya reader, ngak kuat up lag' mata ngak kuat, kalau harus nulis lagi 😅💪


Terima kasih untuk para reader yang mendukung karya author ini.


Assalamualaikum wr, Wb.