
John Hendrik tiba di rumah tinggal Sean.
Saat itu Sean tengah menikmati makan siangnya.
"Selamat siang Sean." Sapanya menepuk pundak Sean.
"Selamat siang Daddy. "
John Hendrik duduk berhadapan langsung dengan Sean.
"Sean malam ini juga Daddy ingin kita, akan melakukan transaksi narkoba besar-besaran. Barang tersebut datang dari Eropa dengan menggunakan helikopter. Secepatnya kira harus mengirim barang-barang tersebut kepada konsumen langganan kita , agar tak terciduk polisi.Jadi Begitu barang datang. Pengiriman harus selesai hari itu juga. Daddy minta, kau yang memimpin operasi ini. Ada seorang yang memesan barang dalam jumlah yang banyak. Namun mereka meminta di antar langsung. " John Hendrik.
"Kenapa harus aku Daddy. Aku tak tahu menahu seluk beluk kota ini. Bagaimana jika ternyata mereka polisi, " Cetus Sean.
"Daddy yakin mereka bukan polisi Sean. Hanya kau yang Daddy percayai mengemban tugas ini. " John Hendrik.
"Aku tidak bisa! Aku tak punya keahlian itu. Aku adalah anggota intelijen dari Red Eyes. Aku seorang detektif Daddy, bukan kurir pengantar Narkoba. "
John Hendrik membelalakan matanya karena inilah pertama kalinya Sean menolak perintahnya.
"Sean. Apa yang terjadi pada mu Nak. Tak bisakah kau membantu daddy mu ini?! " John Hendrik sedikit memohon.
"Tidak bisa Daddy! Aku tak mau menanggung resiko! Aku tahu pasar gelap di negara ini di pegang oleh organisasi Black Eyes. Sedang diriku anggota Red Eyes. Jika Bos Black Eyes tahu anggota Red Eyes yang mengambil lahan mereka. Bisa jadi Red Eyes dan Black Eyes akan kembali bersengketa dan bukan tak mungkin Perang besar kembali terjadi' Aku tak ingin mengambil resiko Daddy, Jadi jangan paksa aku! "
Sean kembali melanjutkan makan siangnya.
John Hendrik menatap tajam ke arah Sean.
'Kenapa dia bisa tahu rencana ku yang ingin memecah belah Red eyes dan black. eyes'batin John Hendrik.
John Hendrik memikirkan cara bagaimana caranya Sean mau bekerja sama dengan Blue Eyes untuk menghancurkan dua kartel terbesar di dunia tersebut. "
"Baiklah. Aku punya tugas untuk mu.Aku yakin kau pasti bisa. Karena kau seorang mata-mata. " John.
"Apa itu? " tanya Sean melotot.
"Aku ingin kau meretas data perusahaan seseorang pengusaha negri ini. "
Sean menatap tajam ke arah John Hendrik.
"Siapa? " tanya lagi.
"Andre Mahesa corp. Pengusaha yang menguasai semua bidang di negri ini. " John Hendrik.
'Andre? Kurasa seseorang bernama Andre yang memiliki wajah mirip dengan ku. Good, aku jadi punya kesempatan untuk keluar dari tempat ini dan menyelidiki siapa diriku yang sebenarnya. John Hendrik tak tahu jika aku telah menyadap semua sambungan teleponnya. ' batin Sean.
"Lalu apa yang Daddy inginkan jika kita dapat meretas perusahaan tersebut? " tanya Sean.
"Aku ingin kau hancurkan perusahaan tersebut Sean. Dengan hancurnya induk perusahaan itu, maka perekonomian perusahaan di bawah naungan juga ikut kacau. Kita bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali memonopoli perdagangan pasar gelap."
"Apa hubungan perusahaan tersebut dengan bisnis Daddy? " tanya Sean.
"Daddy mu ini punya dendam kesumat Sean, pada pemilik perusahaan tersebut. Kau tak akan pernah tahu rasanya jika wanita yang kau cintai di ambil oleh orang lain. Kemudian di bunuh.
"Baiklah Daddy. Sebelum melakukan hal tersebut. Aku butuh riset secara langsung. Aku butuh mencari celah keamanan dari data yang ingin kita retas. " Sean.
"Maksud mu? "
"Daddy, Berikan aku fasilitas untuk menjalankan misi tersebut. Kendaraan, senjata dan sebagainya. Aku tak bisa berdirdiam diri seperti ini. " Sean.
Ehm, John mengerutkan keningnya berpikir keras.
"Baiklah. Aku percaya pada mu Sean. Ingatlah hanya aku Satu-satunya orang yang peduli terhadap mu. Dan hanya kau yang aku miliki di dunia ini. " John Hendrik.
"Besok kau bisa mulai menyelidiki perusahaan tersebut, dan pastikan tak ada yang mengenali mu. Tapi ingat, lakukan semua itu di saat kantor tak beroperasi. Ingat yang kita hadapi saat ini bukan orang sembarangan. " John.
"Siap Daddy. "
"Kalau begitu aku pamit, fasilitas akan kau Terima sore ini juga. Dan malam ini. Kau bisa menyelundup ke kantor tersebut. Ku rasa agen seperti mu tidaklah sulit masuk meski security tempat tersebut sangat ketat. "
"Ok Daddy. Malam ini juga misi di mulai. " Sean.
John Hendrik keluar dari rumah tersebut.
"Ha ha, lihat saja siapa yang akan hancur. "
Bersambung.maaf ya para readers. Author up dikit dulu. Karena masih lemas. Untuk sementara author masukin mafia-mafian tapi tetap ada romantis nya kok. 🙏😘
sambil nunggu author up silakan mampir di karya author yang lain yang tak kalah seru dan sudah end lagi.
Dengan judul Istri Pengganti Tuan Muda Yang cacat.
Atau mau yang ada komedi, Romantis dan tegangnya : Mampir di karya author dengan judul : Kenapa Harus Menikah Dengan mu.